
☘️☘️
Beberapa orang itu pun langsung duduk di hadapan Bulan dan Bu Diah.
" Hahahaha... Apa kabar keponakan, sepertinya kamu sangat senang tinggal bersama wanita tua ini. Sebaiknya kamu segera tanda tangani surat pelimpahan harta warisan ini, dan tinggallah bersama si tua renta ini. Jadi biarkan kami yang memiliki harta yang kamu punya, maka dari itu, cepat tanda tangani... " kata Darwin yang menyeramkan map yang berisi kertas serta pulpen.
" Tidak aku tidak mau menandatangani surat itu... " kata Bulan yang tangannya sudah di lepas, dan hanya kakinya yang masih terikat di kursi.
Brakkkhh...
Linda langsung menggebrak meja, saking kesalnya mendengar jawaban keponakan angkatnya itu.
" Heh... Tidak ada hak untuk mu menolak, cepat tanda tangani, setelah itu pergi bersama si Tua ini. " kata Linda yang sudah geram terhadap Bulan.
Sedangkan Bu Diah, sebenarnya ia bisa dengan mudah melepaskan diri dan menghajar mereka semua.
Tapi Bu Diah mau melihat dulu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa mereka semua, serta apa yang mereka inginkan.
" Cepat tanda tangani... Kalau tidak kau dan wanita tua ini tidak akan selamat. " kata Darwin lagi dengan wajah yang sangat garang.
__ADS_1
" Tidak... Bunuh saja aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menandatangani surat itu. " bantah Bulan yang berusaha berani melawan mereka.
" Apa kamu bilang HAH... Berani kamu ya..." kata Linda yang langsung menjambak rambut Bulan.
" AW... lepaskan Tante..." kata Bulan yang meringis kesakitan karena jambakan Linda
" Makanya... Cepat tanda tangani, kalau tidak... Pengawal, cepat gantung wanita tua ini... " kata Darwin dengan garangnya.
Orang - orang yang di perintahkan itu pun langsung membawa Bu Diah dan mengikatnya dengan tali.
Melihat itu Bulan pun begitu ketakutan.
Mendengar itu Orang - orang Darwin itu pun berhenti sebentar, menunggu perintah dari majikannya itu.
" Makanya cepat tanda tangani... Kalau tidak kami akan benar - benar akan menggantung wanita tua ini " kata Darwin lagi yang juga di anggukan oleh Linda.
" Jangan Om... Iya, iya aku akan menandatangani surat ini hiks hiks hiks... " kata Bulan yang mau tidak mau melakukannya demi keselamatan orang yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri itu.
" CEPAT... " kata Darwin lagi.
__ADS_1
Bulan pun bersiap untuk menandatangani surat itu, ia sudah memegang pulpennya, dengan tangan gemetar, Bulan hampir saja menandatangani tapi tiba-tiba...
" Hentikan nak... Jangan turuti apa yang di suruh mereka. " kata Bu Diah yang sudah mulai mengerti.
" Tapi Bu hiks hiks hiks... Aku tidak mau mereka menyakitimu. " kata Bulan yang terkejut Bu Diah menghentikan nya.
" Kamu tidak perlu khawatir nak, ibu tidak apa-apa. " kata Bu Diah lagi.
" Hey wanita tua, berani sekali kamu... Pengawal gantung dia... " kata Darwin yang begitu sangat marah mendengarnya.
Orang - orang yang di perintahkan oleh Darwin langsung melakukannya, tapi dengan sigap Bu Diah melawan mereka...
" Jangan macam-macam kalian, hiiiaaaa..." kata Bu Diah yang langsung melawan beberapa orang itu.
Dalam sekejap beberapa orang yang hendak menyakiti Bu Diah tadi pun langsung terkapar tak berdaya di bawah kakinya.
Melihat itu Darwin dan yang lainnya sangat terkejut, mereka tidak menyangka kalau wanita yang mereka bilang tua tadi, bisa dengan mudahnya mengalahkan beberapa orang yang ada di situ.
" Kurang ajar... Semua tangkap wanita tua itu, kalau perlu habisi saja dia. " kata Darwin yang memerintahkan seluruh anak buahnya.
__ADS_1
Perkelahian pun terjadi, Bu Diah di serang oleh semua anak buah Darwin yang sekitar lima puluh orang itu...