
Setelah pembahasan selesai, mereka semua yang begitu sangat bahagia langsung mengadakan acara makan bersama, dan acara itu mereka adakan di rumah Tari dan Bulan, sekaligus sukuran atas apa yang mereka dapatkan dan milik sekarang.
🍃🍃🍃
Di tempat lain saat ini Vika sedang menemui kedua orang tuanya yang berada di penjara untuk menerima balasannya.
" Papah mamah, kenapa kalian jadi di sini hiks hiks hiks... Lalu Vika bagaimana sekarang... hiks hiks hiks apa yang harus vika lakukan...?" tanya Vika pada orang tuanya.
" Hiks hiks hiks... Maafkan kami sayang, sekarang kamu jadi sendiri, dan kami pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang hiks hiks hiks..." jawab Linda sambil menangis memeluk anaknya semata wayangnya itu.
" Maafkan papah juga sayang hiks hiks hiks..." kata Darwin juga yang langsung memeluk istri dan putrinya itu.
Mereka bertiga pun berpelukan, meskipun terhalang jeruji besi dengan penuh rasa kesedihan, mereka melakukannya.
Kemudian salah satu polisi itu pun datang.
" Maaf nona, waktu besuk sudah habis, ada bisa kembali lagi besok nona. " kata polisi itu yang langsung di anggukan mereka bertiga
__ADS_1
Vika pun langsung berpamitan pada orang tuanya, dengan berderai air mata.
" Vika pamit dulu pah mah, hiks hiks hiks... Besok Vika kesini lagi..." kata Vika yang langsung mencium tangan kedua orang tuanya, dan langsung memeluk mereka berdua.
" Hati - hati sayang hiks hiks hiks... jaga dirimu baik-baik ya, dan jaga juga kesehatan mu. " kata Linda yang berpesan ke pada anaknya itu.
" Sekali lagi maafkan papah nak " Kata Darwin lagi yang sangat merasa sedih kepada putrinya itu.
Vika pun hanya mengangguk sambil tersenyum, ia sudah tidak sanggup lagi mengatakan dan berbicara kepada kedua orang tuanya itu.
" Akan ku balas kalian semua.. tidak akan ku biarkan kalian bahagia di atas penderita ku ini " kata Vika dalam hati
Vika pun mau tidak mau harus mencari tempat tinggal dulu untuk ia tempati sekarang, karena tidak mungkin untuk Vika kembali ke rumah besar itu, ia takut kalau mereka juga akan menangkapnya dan memasukan dirinya kedalam tahanan sampai seperti orang tuanya.
**
Tidak terasa seminggu sudah berlalu setelah terungkap kebenaran itu, dan hari ini kedua pasangan calon pengantin itu sedang sibuk melakukan fitting baju pengantin di salah satu butik terbesar milik mama Ariana.
__ADS_1
Kedua pasangan calon pengantin itu pun asik memilih gaun yang cocok untuk mereka
" Semuanya bagus banget, sampai aku bingung nih Tar, mau pilih yang mana... " kata Bulan
" Lo benar Bulan, Lo aja bingung apa lagi gue... Mana mahal - mahal semua lagi " kata Tari yang panas dingin melihat harga yang tercantum di gaun itu.
" Kalian tenang saja sayang, tidak usah memikirkan harga. pilih saja mana yang kalian inginkan, karena mamah yang akan membelikan semuanya dan itu adalah hadiah yang mamah berikan untuk kedua calon mantu mamah yang cantik - cantik ini " kata mamah Ariana pada kedua calon menantunya itu.
" Terimakasih mah... " kata Mentari dan Bulan bersamaan, kemudian mereka langsung memeluk Ariana secara bersamaan juga.
" Sama - sama sayang, ya sudah ayo mamah bantu pilihkan, setelah itu baru bisa kita sesuaikan untuk baju pengantin prianya. " kata Ariana lagi, yang langsung di anggukan oleh keduanya.
Mereka bertiga pun sangat sibuk memilih gaunnya, sedangkan para calon pengantin pria masih menunggu di depan bersama papah Mahendra, sedangkan Bu Diah dan bi Lastri sedang report di rumah untuk mempersiapkan segalanya.
Karena rencananya, acara pernikahan akan di adakan di rumah besar peninggalan tuan Permana dan nyonya Ayunda, dan itu permintaan langsung dari para pengantin wanitanya.
Semua pun sangat setuju, dan tidak ada yang keberatan sama sekali, dan semuanya sudah di rencanakan serta di susun dengan rapi oleh Mahendra dan Ariana.
__ADS_1