Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 46


__ADS_3

🌷💖🌷


Begitu juga di kamar pengantin baru Bulan dan Bagas, mereka berdua juga baru selesai membersihkan diri lalu sama - sama berbaring di atas tempat tidur, yang juga sudah di penuhi kelopak bunga mawar merah yang sudah tertata rapi di atasnya.


Itu semua juga sudah di siapkan oleh Bu Diah dan bi Lastri yang khusus , untuk kedua pasangan pengantin ini.


" Alhamdulillah bang, aku sungguh tidak menyangka kalau hidupku akan berakhir bahagia seperti ini... Dulu, jangankan berharap, membayangkan saja aku sungguh tidak berani. " kata Bulan yang berbaring menatap langit kamar yang begitu indah di hiasi dengan rapi dan terkesan sangat romantis.


" Alhamdulillah sayang... Mulai sekarang aku berjanji akan selalu menjaga, melindungi serta membahagiakanmu sampai akhir hayat ku..." sahut Bagas yang mengerti dengan perasaan istrinya ini.


Dan malam itu juga menjadi malam pertama untuk pasangan pengantin baru ini, mereka juga untuk pertama kalinya memadu kasih dengan penuh rasa kebahagiaan, serta dengan penuh cinta dan kasih sayang di antara mereka.


🍃🍃🍃


Di tempat lain saat ini Vika sedang menemui kedua orang tuanya yang ada penjara.

__ADS_1


" Pah, mah maafkan Vika kemarin telah gagal menangkap mereka berdua " kata Vika yang berpenampilan sangat jauh berbeda dari biasanya, sehingga siapapun termasuk polisi tidak dapat mengenalinya. Dan hanya kedua orang tuanya yang mengenalinya, karena Vika memberitahukannya.


" Tidak apa-apa nak, masih banyak kesempatan bagimu untuk membalas mereka semua " kata Bu Linda pada anaknya.


" Iya Vika, sebaiknya kamu pakai cara halus untuk menghancurkan mereka. Dan cara kamu ini sungguh sangat bagus, siapa pun tidak ada yang dapat mengenalimu. " kata Darwin yang sangat senang dan mendukung perubahan penampilan putrinya ini.


" Benar pah, mah. Aku akan masuk ke keluarga mereka dan menghancurkan seluruh keluarga itu, terutama si kembar si****n itu. " kata Vika tersenyum sinis, begitu juga dengan orang tuanya yang juga ikut tersenyum sinis.


**


Keesokan paginya mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, dan kedua pasangan pengantin baru itu sedikit datang terlambat, tapi mereka yang sudah menunggu lebih dulu sangat mengerti dan tidak mempermasalahkan hal itu.


kemudian mereka langsung duduk di tempat mereka masing-masing.


" Maaf semuanya, kami terlambat ya... " kata Bagas yang juga, yang di anggukan oleh Bulan, dan mereka berdua juga baru datang dan langsung berkumpul bersama yang lainnya.

__ADS_1


" Tidak masalah, kami semua mengerti. Ayo cepat kita mulai sarapan nya, nanti keburu dingin " kata Ariana sambil tersenyum pada kedua pasang pengantin baru itu yang juga di anggukan oleh Mahendra dan juga Bu Diah.


Mereka semua pun memulai sarapan mereka.


" Rendra, Bagas, dan yang lainnya. Hari ini papah dan mamah pulang kerumah kami sendiri, apa kalian mau ikut... " kata Mahendra


" Apa kalian mau langsung berbulan madu...?" tanya mamah Ariana


" Tidak pah... Rendra dan Tari rencananya mau langsung pergi berbulan madu dulu ke luar negeri pah, mah Bu. Baru pulang ke rumah kami sendiri nanti..." Jawab Rendra yang juga di anggukan oleh Mentari


" Kalau kalian Bagas, Bulan...?" tanya Ariana


" Kami juga mau langsung pergi berbulan madu, ketempat yang Bulan inginkan selama ini, baru setelah pulang berbulan madu kami akan tetap menetap di sini bersama ibu dan bi Lastri... " kata Bagas yang juga langsung di anggukan oleh Bulan sambil tersenyum.


" Baiklah, semoga perjalanan kalian semua lancar dan selamat sampai tujuan, dan kembali lagi dengan selamat. Amin..." kata Ariana yang juga di anggukan oleh Mahendra dan Bu Diah.

__ADS_1


" AMIN..." Jawab mereka semua.


Mereka pun melanjutkan sarapannya, setelah itu langsung bersiap dengan rencana mereka masing-masing.


__ADS_2