
🌻🌻
Di tempat lain saat ini mentari masih rebahan di depan tv, hingga ia merasa mengantuk lalu berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
Sedangkan di kamar Bu Linda, saat ini mereka berdua sedang merencanakan sesuatu untuk wanita yang mereka kira Bulan itu.
" Bagaimana ini pah, kita tidak bisa membiarkan anak si** **n itu mulai seenaknya terhadap kita. " kata Bu Linda yang sambil mengobati bekas cambukan Tari di tubuh suaminya.
" Mau bagaimana lagi mah, jalan satu - satunya kita harus menikahkan dia dengan orang lain. Dan aku sudah dapat calon yang sangat cocok untuknya. " jawab Darwin.
" Siapa pah, dan apa Bulan mau menerima perjodohan ini, apalagi sekarang iya sudah berani pada kita " tanya Linda lagi.
" Ada mah, anak teman papah. Dan ia harus mau menerima perjodohan ini, kalau tidak, aku akan mengancamnya, kalau semua harta warisannya ini akan di limpahan ke panti asuhan, jika ia menolak perjodohan ini. " jawab Darwin lagi.
" Wah papah pintar, dengan begitu setelah Bulan menikah dan ikut bersama suaminya, otomatis semua harta warisan nya ini akan tetapi berada dalam tangan kita, ya kan pah " kata Linda dengan senangnya.
" Iya mah... Dan kita bisa bebas menikmati semuanya, karena Bulan sudah tidak membutuhkannya lagi. " kata Darwin lagi.
__ADS_1
" Maksudnya papah... memangnya papah mau menikahkan Bulan dengan siapa ?" tanya Linda lagi.
" Maksudnya papah... Papah akan menikahkan Bulan dengan Rendra mah, putra semata wayangnya Mahendra, mamah ingat kan dengan teman sekaligus rekan bisnis papah itu. " kata Darwin lagi.
" Iya pah mamah ingat, Lalu apa yang akan kita dapatkan lagi setelah kita menjodohkan mereka pah ?" tanya Linda
" Banyak mah, selain kita bebas dari wanita si***n itu, keluarga Mahendra juga sangat kaya, sehingga mereka akan memberikan apapun yang kita minta. " jawab Darwin lagi
" Wah... benarkah pah, kalau begitu segera saja kita laksanakan perjodohan ini, mamah sudah tidak mau lagi melihat wanita si*""**n itu di rumah ini. " kata Linda lagi yang langsung di anggukan oleh Darwin.
*
Setelah bersih dan segar Mentari keluar dari kamarnya, dan langsung menuju meja makan untuk sarapan.
Tapi langkahnya terhenti saat melihat keluarga macam itu sedang sarapan dimeja makan lebih dulu.
Linda yang melihat itu pun langsung menyambut Mentari dengan sangat lembut dan ramah kali ini.
__ADS_1
" Eh keponakan bibi sudah Bangun, ayo sini sayang kita sarapan bersama " kata Linda dengan sangat ramah pada mentari, dan langsung menuntun mentari ke meja makan untuk sarapan bersama.
Mentari yang mendengar serta di perlakukan seperti itu pun mengkerut kan keningnya, menatap tingkat aneh keluarga macam yang berubah jadi kucing rumahan.
" Tumben... pasti ada maunya nih, pasti ada yang sedang mereka rencanakan. Oke.. Gue akan ikut permainan kalian, gue juga penasaran apa yang akan kalian lakukan terhadap gue. " kata mentari dalam hati sambil menuruti apa yang di katakan oleh mereka.
Setelah sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga bersama, dan Darwin langsung melaksanakan aksinya.
" Bulan... Hari ini kamu ikut Om dan Tante ya, kita akan makan siang di luar. " kata Darwin dengan sangat ramahnya, padahal hanya berpura-pura saja.
Tari pun mengerutkan keningnya menatap heran, tapi seketika tersenyum dalam hati.
" Oh rupanya kalian mau melakukan sesuatu padaku, baiklah dengan senang hati akan aku ladeni kalian. " kata Tari dalam hati
" Baiklah Bulan akan ikut Om dan Tante untuk makan nanti siang. Ya sudah Bulan mau ke kamar dulu permisi..." kata Tari yang langsung di anggukan oleh Darwin dan Linda dengan senyuman palsu mereka.
Tari pun langsung menuju kamarnya, tapi langkahnya terhenti saat melihat bi Lastri berjalan menuju kamar, yang sangat membuatnya sangat penasaran kemarin.
__ADS_1
Kemudian Tari langsung berputar arah, dan mengikuti Bi Lastri secara diam - diam.