
" Biarkan dia mendekam di sini, jangan beri dia makan dan biarkan ia mati secara perlahan..." kata Mahendra pada anak buahnya itu.
" Setelah itu urus ia seperti biasa..." kata Bagas juga menambahkan.
" Baik tuan, serahkan semuanya pada kami. " sahut ketua anak buah Mahendra.
" Mm... Ayo Bagas kita pergi dari sini sekarang. " Ajak Mahendra
" Iya pah, ayo..." kata Bagas
Mereka semua langsung pergi dari sana dan meninggalkan pelaku yang hanya sendiri di ruangan itu.
Dengan tangan dan kakinya yang masih terikat dengan kuat, serta wajahnya yang sudah babak belur karena tamparan Mahendra dan Bagas tadi. Hingga membuat si pelaku itu sudah tidak berdaya lagi.
" Maafkan aku mah, pah... Aku tidak mampu untuk membalas dan menghancurkan mereka semua " katanya dengan suara lemasnya yang sudah sangat tidak berdaya.
Tadi malam saat pelaku hendak mengunjungi orang suruhannya untuk melakukan rencana jahatnya kembali pada Keluarga Mahendra, tanpa sepengetahuannya anak buah Hendra langsung mengikuti dan saat ada kesempatan mereka langsung menangkap pelaku dan membawanya ke tempat yang biasa mereka menyandera orang yang berbuat jahat pada keluarga Mahendra.
Hingga sekarang pelaku berakhir di sana dengan keadaan yang sudah sangat memprihatikan dan sekarat, tinggal menunggu waktu saja untuknya menemui ajalnya.
__ADS_1
**
Di tempat lain Mahendra dan Bagas sudah kembali ke rumah sakit dan bergabung bersama semuanya.
" Bagaimana mah, apa sudah ada perkembangan tentang kondisi keduanya...?" tanya papah Hendra
" Masih sama pah... Papah dan Bagas Habis darimana..." kata Ariana
" Papah dan Bagas habis dari kantor..." jawab Hendra yang berbohong pada istrinya dan juga di anggukan oleh Bagas.
Bagas langsung berjalan melihat Mentari dan Rendra yang masih terbaring lemah.
Bulan langsung menghampiri dan mengusap pundak suaminya dan mereka saling menguatkan bersama.
Seminggu setelah kejadian itu, dan sudah seminggu sudah Mentari dan Rendra mengalami koma, dan kondisi mereka berdua pun masih sama belum ada perkembangan sama sekali.
Keluarga pun bergantian untuk menjaga keduanya, dan hari ini mereka semua berkumpul untuk menjaga bersama.
**
__ADS_1
Di penjara, saat ini Darwin dan Linda sedang menunggu anak semata wayang mereka yang sudah hampir seminggu setelah kejadian kecelakaan itu tidak pernah lagi mengunjungi mereka berdua.
" Mah, Vika mana ya sudah lama tidak mengunjungi kita, kapan ia akan kembali menjalankan rencananya...?" tanya Darwin pada istrinya
" Mamah juga tidak tahu pah, apa sudah terjadi sesuatu pada Vika..." jawab Linda yang merasakan perasaan tidak enak dan selalu kepikiran tentang putrinya itu.
" Semoga saja tidak terjadi apa-apa padanya..." kata Darwin lagi yang langsung di anggukan oleh Linda
Sebenarnya Darwin juga merasakan perasaan yang sama, ia juga memiliki firasat buruk pada putrinya itu.
Mereka berdua pun sama - sama diam duduk tersandar di dalam sel tahanan, sampai seorang polisi datang dan berbicara pada mereka berdua.
" Permisi pak Darwin, Bu Linda. Saya mau mengabarkan kalau anak kalian yang bernama Vika, baru saja mengalami kecelakaan dan maaf korban langsung meninggalkan di tempat saat kejadian. Dan sekarang jenazahnya sudah di bawa ke rumah sakit untuk di urus agar bisa segera di makamkan..." kata polisi itu
Jeddar...
Bak di sambar petir keduanya seakan tidak percaya apa yang baru saja mereka dengar.
" Bapak jangan bicara sembarangan, apa bapak yakin kalau itu anak kami Vika...?" tanya Darwin yang juga di anggukan oleh Linda.
__ADS_1
Mereka masih belum yakin kalau yang di maksud oleh polisi itu adalah anak mereka.