Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 27


__ADS_3

🌻🌻


Setelah sampai di dapur Mentari langsung mengambil makanannya, setelah ia sudah selesai makan, tiba - tiba Darwin dan Linda langsung datang menghampirinya.


" Bulan, Om mau bicara sama kamu " kata Darwin yang langsung duduk di hadapan Tari bersama Linda


" Mau bicara apa Om, ngomong aja " kata Tari yang sedikit ramah, efek perasaan bahagianya hari ini.


" Mm... begini Bulan, nanti malam Om sama bibi mau mengajak mu makan malam di rumah teman om, gimana kamu setuju kan... ?" tanya Darwin dengan hati - hati


" I... iya Bulan mau ya ikut, cuma makan malam saja ko " kata Linda yang juga ikut membujuk agar Tari mau ikut mereka nanti malam.


Tari pun terdiam sejenak, ia pun memikirkan terlebih dahulu untuk memutuskan pergi bersama para macam ini.


" Mm... benar makan malam doang kan, ga ada yang lain ?" tanya Tari memastikan lagi, sambil memecingkan matanya kepada keluarga angkatnya ini.


" I... iya Bulan, cuma makan malam saja " jawab Darwin yang juga di anggukan oleh Linda


" Mm... Oke deh kalau untuk makan - makan sih dengan senang hati gue ikut. " kata Tari lagi yang menyetujuinya.

__ADS_1


" Hehehe... Bagus - bagus, kalau begitu Om dan Tante pergi dulu ya " kata Darwin yang juga di anggukan oleh Linda.


" Mm... Pergi sana, sepet mata gue kalau terus ngeliat Lo pada. " kata Tari lagi.


**


Tidak terasa malam pun tiba, dan saat ini bi Lastri sedang sibuk memilihkan gaun yang cocok untuk di pakai nona mudanya itu.


" Duh yang mana ya yang cocok untuk non sekarang... yang ini... atau yang ini... itu... eh bukan... nah yang ini saja... ini sangat cocok dan pas untuk non Bulan... " kata bibi yang sangat sibuk dan akhirnya menemukan yang cocok menurutnya untuk nonanya ini.


" Bibi ini apa - apaan sih..." kata Tari yang bingung melihat kelakuan bi Lastri yang heboh sendiri mencarikan gaun untuk nya.


" Tidak apa-apa non, ya sudah cepat pakai gaun ini sekarang... Dan jangan lupa dandan yang cantik yang non hehehe... " kata bi Lastri lagi yang memberikan gaun yang sudah ia pilihkan tadi.


Tidak butuh waktu lama, Mentari pun sudah siap, ia begitu sangat cantik dan anggun setelah memakai gaun yang di pilihkan oleh bi Lastri tadi.


Dan bi Lastri pun sangat bahagia melihat semua itu, ia tidak menyangka, kalau nona mudanya yang sudah ia asuh dari bayi, sekarang sudah menjelma menjadi gadis muda yang begitu sangat cantik.


Mentari pun terpaksa tersenyum, sebenarnya ia sangat tidak suka memakai gaun seperti ini, sangat terasa risih dan tidak enak menurutnya.

__ADS_1


Sebenarnya mentari lebih suka berpakaian santai, karena itu menurutnya sangat jauh lebih nyaman, di bandingkan dengan pakaian yang ia pakai sekarang, tapi mau tidak mau ia harus memakainya sekarang, karena tidak mau mengecewakan perasaan bi Lastri yang kelihatan begitu sangat bahagia.


*


Setelah siap semua, Darwin langsung mengajak istri dan keponakan angkatnya itu untuk berangkat sekarang.


Sedangkan Vika pergi sendiri untuk bertemu teman-teman nya.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya mereka pun sampai di rumah teman Darwin itu.


Tok tok tok...


Darwin pun mengetuk pintu rumah temannya itu.


Cekklek...


" Eh kalian sudah sampai... Ayo masuk, mari silahkan, langsung saja ke meja makan. " kata Nyonya Ariana istri tuan Mahendra


" Terimakasih banyak mba... " kata Darwin yang juga di anggukan oleh Linda dan Tari.

__ADS_1


Mereka pun langsung masuk, lalu langsung menuju ke ruang makan yang sudah di siapkan oleh tuan rumah.


" Papah, Rendra... Ayo cepat turun, tamunya sudah datang... Cepat pah, Ren... " panggil nyonya Ariana kepada suami dan putranya yang masih berada di kamar.


__ADS_2