
*Masih berada di alam mimpi*
Saat masih saling berpelukan dan mengungkapkan rasa bahagia mereka, tiba - tiba, sepasang suami istri datang mendekati mereka berdua.
Mereka berdua pun sangat terkejut mendapatkan pelukan dari sepasang suami istri itu.
" Kami sangat bahagia sayang, melihat kalian berdua bisa berkumpul kembali " kata nyonya Ayunda yang sudah menjadi arwah itu.
" Benar sayang, sekarang tinggal kalian berdua yang harus bisa menyayangi serta melindungi satu sama lain ya " kata Tuan Permana yang juga sudah menjadi arwah itu.
" Ayah, ibu..." kata Mentari dan Bulan bersamaan dan langsung membalas pelukan kedua orang tuanya itu.
" Iya sayang, kami sangat menyayangi kalian berdua, mulai sekarang berbahagia lah, karena kami juga sangat bahagia melihat kalian putri - putri kami sudah bahagia. " kata nyonya Ayunda ibu kedua gadis kembar itu.
__ADS_1
" Benar sayang, mulai sekarang carilah pasangan kalian masing-masing, agar ada yang menanti serta menjaga kalian, kami berdua akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian ." kata tuan Permana ayah dari keduanya itu.
" Iya ayah, ibu. Tapi Tari mau menyingkirkan keluarga parasit yang menumpang di rumah kita itu dulu, baru Tari kembali untuk menjemput Bulan dan ibu angkatnya kami. " kata Tari yang juga di anggukan oleh Bulan.
" Iya sayang, lakukanlah ibu tidak masalah, karena ibu juga tidak menyangka kalau adik angkat ibu bisa Setega itu pada putri ibu selama ini. " kata Nyonya Ayunda yang langsung memeluk Bulan.
" Benar sayang, sekalian ungkaplah penculik serta kecelakaan kami dua puluh tahun yang lalu, berikan keadilan serta balasan atas orang yang tega berbuat Setega itu pada keluarga kita. " kata tuan Permana yang langsung di anggukan oleh Mentari, tuan Permana pun langsung memeluk putri sulungnya itu dengan penuh kasih sayang.
Untuk beberapa saat, mereka sekeluarga berkumpul bersama, meluapkan rasa rindu yang terpendam selama ini, dengan bercanda dan bermain bersama seperti keluarga sempurna pada umumnya.
Tidak terasa waktu subuh pun hampir menjelang, dan mereka pun berpisah untuk kembali ke alam dan tempat masing-masing, tapi sebelumnya mereka saling berpelukan dan berpamitan satu sama lain, serta berjanji akan bertemu di tempat ini kembali bila Tuhan mengijinkan lagi.
(😁 halu author lagi tingkat dewa nih 😁 maaf ya teman-teman, ini hanya terjadi di dalam novel 🤭🤭)
__ADS_1
☘️☘️
Setelah bangun dari mimpinya, hari ini Bulan begitu sangat segar.
Bulan bangun tidur masih dengan penuh rasa kebahagiaan, sampai senyum indahnya masih tercetak di wajah cantiknya.
" Terimakasih ya Allah, atas semua kebahagiaan yang sudah engkau berikan, walaupun hanya didalam mimpi, tapi sudah cukup untuk menjawab semua doa ku selama ini. Terimakasih ya Allah, semoga mulai sekarang kami semua akan selalu bahagia, dimana pun kami berada AMIN..." kata Bulan yang baru saja bangun dari tidurnya.
Setelah itu Bulan langsung mandi dan membersihkan dirinya, setelah selesai ia langsung menuju dapur untuk membantu Bu Diah membuat sarapan.
" Wah putri ibu cantik dan segar sekali... Ada apa nih gerangan, kayanya bahagia sekali pagi ini ?" tanya Bu Diah yang juga ikut tersenyum melihat senyum mengembang di wajah Bulan.
" Makasih ibu, iya aku sangat bahagia sekali karena habis mimpi indah banget, dan rasa bahagia dari mimpi itu masih terasa sampai sekarang Bu " jawab Bulan
__ADS_1
" Alhamdulillah... ibu ikut bahagia mendengarnya, karena biasanya kamu selalu mimpi buruk, tentang seseorang yang mirip dengan mu yang selalu di siksa dan setelah bangun tidur kau sampai menangis dan merasakan sakitnya juga. Tapi sekarang ibu sangat bersyukur kamu tidak begitu lagi, dan malah mimpi indah, juga membawa kebahagiaan untuk mu " kata Bu Diah, sambil memasak.