Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 22


__ADS_3

🌻🌻


Melihat bi Lastri yang kelihatan sangat sedih dan menghentikan ceritanya sejenak, membuat Mentari jadi tambah penasaran, dan berbagai pemikiran pun bermunculan di dalam otak Mentari.


" Memangnya apa yang terjadi bi ?" tanya mentari yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi.


Sambil membuang nafas beratnya, bi Lastri melanjutkan ceritanya.


" Hah... Kejadian itu begitu cepat, bibi sampai tidak menyangka kalau itu adalah hari terakhir bibi melihat non Mentari beserta tuan dan nyonya. Hah... Saat itu Bibi sedang menggendong Non Bulan, dan suster Ani sedang menggendong Non Mentari. Tiba-tiba Suster Ani langsung membawa kabur non Mentari dengan menggunakan motor dan sudah di jemput seseorang.


Bibi sangat panik saat melihat semua itu, bibi langsung berteriak meminta tolong pada keamanan untuk mengejar non Mentari yang di bawa kabur oleh suster Ani itu.


Tapi sia - sia kami tidak bisa mengejarnya karena ia langsung pergi begitu cepat, bibi dan yang lainnya langsung masuk kedalam rumah untuk melaporkan semuanya pada tuan dan nyonya.

__ADS_1


Tuan dan nyonya begitu terkejut, sampai - sampai nyonya menangis histeris karena kehilangan salah satu putrinya.


Tuan Permana langsung menghubungi polisi untuk menemukan putrinya yang hilang di bawa kabur itu, dan dua jam kemudian kami mendapat kabar, kalau nona Mentari ada di pantai asuhan.


Seketika tuan dan nyonya langsung pergi untuk menjemput putrinya kembali, setelah sampai di panti asuhan, tuan dan nyonya pun berhasil menemukan nona Mentari, dan langsung membawanya pulang.


Tapi di tengah perjalanan, tuan dan nyonya mengalami kecelakaan, hingga nyawa mereka tidak dapat di selamatkan, karena langsung meninggalkan di tempat saat kecelakaan.


Menurut penyelidikan polisi, mobil tuan kecelakaan karena rem nya blong, dan tidak di temukan seorang bayi saat di tempat kejadian.


Dan mulai saat itulah Tuan Darwin dan nyonya Linda tinggal di rumah ini, dengan alasan untuk merawat non Bulan.


Tapi bukannya merawat mereka malah memperlakukan non Bulan seperti budak di rumah non Bulan sendiri hingga saat ini.

__ADS_1


Dan baru kemarin bibi melihat non Bulan berani melawan tuan dan nyonya, bibi tidak menyangka sama sekali, padahal kan biasanya non cuma menerima perlakuan kasar mereka, dan hanya menangis setelah di siksa dan di sakiti oleh mereka, tanpa berani melawan seperti yang nona lakukan kemarin.


Dan sekarang bibi sangat bahagia nona sudah tidak lemah lagi dan berani melawan ketidakadilan yang non Bulan terima selama ini. " kata Bu Lastri yang langsung memeluk nonanya itu setelah bercerita semuanya.


Mentari yang mendapat pelukan dari BI Lastri itu pun juga membalas pelukannya, tapi ia masih penasaran dengan saudara kembar Bulan yang sampai saat ini masih belum di temukan itu.


" Oh ya bi, apakah ada tanda lahir atau apa gitu ya membedakan antara kedua bayi kembar ini ?" tanya mentari yang masih sangat penasaran.


" Ya pasti adalah non, meskipun kembar, tapi non bulan dan saudara kembar non itu memiliki sesuatu yang membedakan mereka " jawab Bi Lastri yang tidak curiga sama sekali terhadap Mentari.


" Oh ya bi, apa yang membedakan kami ?" tanya Mentari lagi yang begitu sangat penasaran


" Yang membedakan non Bulan dan non Mentari itu adalah, Non Mentari memiliki tanda lahir yang berwarna hitam seperti bulan sabit di punggungnya, dan tahi lalat yang tepat berada di atas pusatnya. Sedangkan non Bulan tidak memilikinya, dan hanya memiliki tanda lahir tahi lalat di bahu saja " jawab bi Lastri lagi sambil tersenyum ke arah foto itu.

__ADS_1


Deg...


__ADS_2