
🌻🌻
Deg...
Jantung Mentari pun seakan berhenti berdetak, setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh bi Lastri.
Tanpa sepengetahuan ni Lastri, mentari langsung meraba punggungnya, dan benar saja ia merasakan ada tanda lahir di punggungnya yang berbentuk bulat sabit itu, kemudian Mentari sedikit mengintip ke arah pusat nya membuka bajunya sedikit untuk melihat apakah ada tahi lalat di atas pusatnya.
Dan benar saja tahi lalat itu pun ada di sana, dan itu membuat Mentari tidak bisa berkata apa-apa, ternyata apa yang ada dalam pikirannya tadi, benar - benar terjadi.
Bukan hanya namanya saja yang sama dengan saudara kembar nya Bulan, tapi juga wajah, serta tanda - tanda yang di sebutkan oleh bi Lastri tadi ada semua pada Mentari.
" Tidak... ini tidak mungkin... Apakah ibu bukan ibu kandungku... Dan orang tua kandung ku yang ada di foto ini... " kata Mentari dalam hati seakan tidak percaya dengan fakta yang baru saja ia dengar ini.
Tari pun langsung kembali ke kamar Bulan, ia masih belum bisa menerima semua kenyataan ini.
__ADS_1
" Ya sudah bi, saya kembali ke kamar dulu " kata Tari yang berpura-pura biasa, dan langsung di anggukan oleh bi Lastri.
Tari langsung berjalan menuju kamarnya, sesampainya di kamar Tari langsung berbaring di tempat tidur.
" Benarkah semua ini... kenapa ibu dan ayah tidak pernah mengatakan semua ini pada gue, kenapa ibu tidak pernah bilang kalau gue ini bukan anak kandung nya, kenapa Bu..." kata Tari yang begitu kecewa terhadap ibu dan ayah angkatnya itu.
Saking sedih dan kecewanya terhadap orang tua angkatnya, Tari sampai melewatkan makan malamnya, dan langsung tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
Bi Lastri yang melihat itu pun tidak tega untuk membangunkan nonanya untuk makan malam, karena melihat yang ia kira Bulan itu sangat pulas sekali tidurnya.
Dan mereka semua pun tidak ada yang berani membangunkannya, karena mereka takut Wanita yang mereka kira Bulan itu menjadi ganas, dan marah kepada mereka.
Pada akhirnya mereka membiarkan saja, dan berencana malam esok mereka melanjutkan rencana mereka lagi.
**
__ADS_1
Dan malam ini Tari kembali bermimpi bertemu dengan Bulan di dalam mimpinya.
Kemudian kedua gadis kembar itu langsung berpelukan dan duduk di sebuah taman yang sangat indah di dalam mimpinya itu.
Tari pun mengatakan semuanya kepada Bulan, begitu juga dengan Bulan, ia menceritakan semua yang di ceritakan Bu Diah tadi kepada Tari.
" Begitu sebenarnya Tari, kau tidak boleh kecewa terhadap ayah dan ibumu. Seharusnya kamu bersyukur, atas semua kasih sayang yang tulus yang sudah mereka berikan kepada mu. Sehingga kamu tidak merasakan kekurangan kasih sayang dari orang tua, setelah orang tua kita meninggal. " kata Bulan yang mencoba menenangkan Tari
" Lo benar Bulan, seharusnya gue merasa sangat bersyukur atas semua kasih sayang yang telah mereka berikan kepada gue, kalau tidak ada mereka, mungkin gue tidak hidup sekarang. HAH... Bodoh lo Tari... " kata Tari yang kecewa pada dirinya sendiri.
" Mm... Kamu memang patut bersyukur Tari, berbeda denganku yang setelah kepergian orang tua kita, aku malah di asuh bukannya dengan kasih sayang, tapi dengan kesediaan dan juga siksaan yang setia hari ku terima " kata Bulan dengan raut wajah sedihnya.
Mendengar itu Mentari langsung memeluk saudara kembarnya itu dengan penuh kasih sayang, dan berjanji pada dirinya sendiri mulai sekarang ia akan selalu menjaga dan melindungi saudara kembarnya ini dengan segenap jiwa raganya.
Bulan pun membalas pelukan Mentari, ia begitu bahagia karena masih memiliki saudara meskipun baru bertemu sekarang, dan merasa tidak sendirian lagi hidup di dunia ini.
__ADS_1