Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 37


__ADS_3

Setelah mereka semua berkumpul di ruang keluarga, bi Lastri pun menceritakan semuanya.


Bi Lastri menceritakan apa yang sudah ia ceritakan pada Mentari, begitu juga dengan Bu Diah yang menceritakan semuanya apa yang sudah ia ceritakan pada Bulan.


Dan Bu Lastri pun mengatakan apa yang ia dengar secara diam - diam saat mengintip dari kamar Darwin dan Linda.


Mentari dan Bulan yang mendengar itu begitu sangat marah pada Darwin dan Linda.


" Aku tidak menyangka kalau semua ini adalah ulah paman Darwin dan Tante Linda... Pantas saja mereka bersikeras ingin merebut harta warisan ini, karena memang tujuan awal mereka adalah harta ini. " kata Bulan yang sangat terkejut mendengarnya kebenarannya.


" Benar, mereka sampai tega membunuh orang kita hanya untuk mendapatkan harta ini... Tega sekali mereka... " kata Tari juga yang begitu sangat marah mendengar kebenarannya.


" Kalian berdua tenang saja, Om tidak akan membiarkan mereka hidup tenang, om akan buat mereka berdua mendapatkan balasannya, dan juga akan om buat mereka berdua mendekam di penjara selamanya..." Kata Mahendra yang tidak kalah marahnya, setelah mengetahui semuanya.


Mahendra dan Ariana tidak terima, karena semua itu mereka berdua kehilangan sahabat yang sangat dekat dengan mereka dan yang sudah mereka anggap saudara mereka sendiri.


Tapi Mahendra dan Ariana juga sangat bersyukur karena kedua sahabat mereka itu masih menyisakan kedua mutiara yang mereka miliki, dan itu membuat mereka berdua sangat bahagia dan langsung menganggap Mentari dan Bulan sebagai anak mereka sendiri.

__ADS_1


" Rendra cepat halalkan Tari, agar kau bisa selalu menjaga dan melindunginya dengan sepenuh jiwa dan raga mu... " kata Mahendra yang juga langsung di anggukan oleh Ariana.


" Pasti pah, akan secepatnya Rendra laksanakan " kata Rendra.


Tari yang mendengar itu pun wajahnya langsung memerah dan langsung menunduk sambil tersenyum, Ia sangat malu tapi juga bahagia mendengarnya.


" Bagaimana Bu Diah, bi Lastri kalian setujukan kalau kami meminta salah satu putri kalian ini untuk anak kami Rendra... ?" tanya nyonya Ariana yang juga di anggukan oleh Mahendra sambil tersenyum.


Bu Diah dan Bu Lastri pun saling pandang dan tersenyum bersama.


" Alhamdulillah..." kata Mahendra dan Ariana serta Rendra bersama.


" Mm... Saya juga Bu Diah dan bi Lastri, disini saya juga ingin mengatakan kalau saya berniat untuk melamar dan menjadikan Bulan sebagai istri saya. Saya mohon terimalah lamaran dari pemuda yang tidak memiliki orang tua ini, dan hanya saya sendiri yang memberanikan diri meminta salah satu putri kalian. " kata Bagas juga dengan kesungguhan hatinya untuk mempersunting pujaan hatinya itu.


Mendengar itu Bu Diah dan bi Lastri sangat bahagia, dan mereka berdua pun juga langsung menerima lamaran dari Bagas untuk Bulan.


" Tentu saja nak, kamu sudah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri, dan sudah pasti ibu sangat menerima dan sangat ikhlas memberikan Bulan untuk kamu jaga dan lindungi selamanya. " Jawab Bu Diah yang juga di anggukan oleh bi Lastri.

__ADS_1


Mereka semua yang mendengar itu pun sangat bahagia, sedangkan Bulan juga wajah nya langsung memerah, ia pun juga langsung menunduk malu sambil tersenyum mendengar semuanya.


" Baiklah karena semuanya sudah setuju, bagaimana pernikahan mereka kita adakan bersama. Dan karena Bagas sudah tidak memiliki orang tua, jadi saya sendiri yang mengangkat Bagas sebagai anak angkat saya dan saudara angkat Rendra. Bagaimana kamu setuju kan nak... ? kata Mahendra yang langsung di anggukan oleh Ariana.


" Terimakasih... " kata Bagas yang terharu dan juga sangat bahagia.


" Sama - sama sayang, mamah sangat bahagia sekali, mendapatkan seorang anak lagi dan mulai sekarang kamu anak kami Bagas. " kata Ariana yang langsung memeluk Bagas begitu juga dengan Mahendra.


" Benar Sekarang kamu adalah saudara angkat ku, kemari lah adikku... " kata Rendra yang merentang tangannya bersiap untuk memeluk Bagas


Mendengar itu pecahlah tangis Yang dari tadi sudah Bagas tahan.


" Terimakasih ka Rendra. Hiks hiks hiks..." kata Bagas sambil menangis dan langsung menyambut pelukan dari Kaka angkatnya itu.


Saat ini Bagas sangat bahagia sekali, Ia mendapatkan keluarga yang utuh, yang sangat menerima serta menyayanginya. Dan kini Bagas sudah tidak merasa sendiri lagi, karena ia sudah memiliki orang tua dan juga saudara.


Lengkap lah sudah kebahagiaan mereka sekarang, dan Mahendra memutuskan pernikahan mereka akan di adakan sebulan lagi, dan mereka sangat menyetujuinya.

__ADS_1


__ADS_2