
Baru saja Tari dan Bulan pergi dari tempat itu, Vika dan anak buahnya kembali dan sangat terkejut melihat anak buahnya yang masih tertinggal sudah tak sadarkan diri di sana.
" Kurang ajar... Baiklah sekarang kalian bisa lolos, tapi lain kali tidak akan ku biarkan kalian hidup. " kata Vika dengan sangat marahnya melihat semuanya.
Sedangkan Mentari dan Bulan saat ini sudah berada di jalan raya, dan itu membuat Bulan sangat senang sekali, karena mereka sudah selamat dari penculikan itu dan baru kali ini juga Bulan keluar melihat pemandangan kota dengan menggunakan motor.
Bulan merentang tangannya menikmati hembusan angin, setelah cukup jauh akhirnya mereka sampai kerumahnya dengan selamat, dan langsung masuk ke dalam.
" Assalamualaikum... " salam Tari dan Bulan ketika sudah sampai di rumah mereka
Seketika mereka yang ada di rumah sangat terkejut dan bahagia melihat kedatangan mereka berdua.
" Walaikum salam, Tari Bulan... " jawab Bu Diah yang langsung mendekati dan memeluk kedua putri angkatnya itu.
" Mentari, Bulan..." kata mereka semua dan langsung mendekati serta langsung memeluk mereka berdua juga.
" Kamu darimana saja sayang, kami semua sangat khawatir pada kalian berdua...? " tanya Ariana
__ADS_1
" Apa yang sudah terjadi pada kalian....?" tanya Mahendra
" Apa ada yang sudah berbuat jahat pada kalian...? " tanya Rendra
" Apa kalian terluka...?" tanya Bagas juga
" Non Tari non Bulan, kami semua sangat mengkhawatirkan kalian... " kata bi Lastri yang juga ikut bersuara.
Sedangkan Bu Diah hanya diam dan masih memeluk kedua putrinya itu, dengan penuh rasa syukur dan lega karena mereka berdua telah kembali dengan selamat.
" Ayo Bu, semua kita duduk dulu. Nanti kami akan ceritakan semua " kata Bulan yang juga di anggukan oleh Mentari.
Mereka semua pun langsung duduk, dan bi Lastri langsung membuatkan mereka minum dan mereka pun minum bersama dulu.
" Begini pah, mah, Bu,bi, ka Rendra dan bang Bagas. Sebenarnya kami berdua..." kata Bulan yang menceritakan semuanya yang terjadi pada mereka hingga mereka bisa pulang dengan selamat.
Sedangkan Tari hanya diam saja sambil sesekali membenarkan apa yang di kisah kan oleh Bulan.
__ADS_1
Mendengar itu mereka yang mendengar menjadi sangat marah.
" Ini tidak bisa di biarkan, kita harus melaporkan semuanya pada polisi, agar segera menangkap Vika, kalau tidak akan sangat bahaya buat kalian..." kata Mahendra
" Benar pah, ini sudah sungguh sangat keterlaluan, tidak bisa kita biarkan... " kata Ariana yang kelihatan begitu sangat kesal pada Vika.
" Kalian benar, kenapa kemarin kita melupakan wanita itu, sehingga sekarang jadi ancaman untuk kita..." kata Rendra juga.
" Benar, saya sampai tidak menyangka, kalau tuan Darwin masih memiliki anak buah yang masih banyak, sehingga Vika bisa berbuat seperti itu..." kata Bagas yang juga ikut bersuara
" Pokoknya sekarang kita harus lebih hati-hati lagi, terutama untuk kalian berdua Tari, Bulan. Karena sebelumnya Vika tertangkap dan mendekam di penjara bersama orang tuanya, kalian berdua masih dalam bahaya..." kata Bu Diah yang langsung di anggukan oleh mereka semua.
" Kalau begitu mulai sekarang kalian berdua tidak usah keluar rumah lagi, dan papah akan meminta para anggota polisi untuk berjaga di rumah ini sampai hari pernikahan kalian..." kata Mahendra
" Dan masalah perawatan yang gagal, mamah akan langsung memanggil tukang salonnya langsung datang ke rumah ini, jadi kita perawatan di rumah saja. " kata Ariana
" Baiklah kami terserah papah dan mamah saja mana yang baiknya..." sahut Tari yang juga di anggukan oleh mereka semua.
__ADS_1
Mereka semua pun akhirnya merasa lega dan bersyukur, karena bisa berkumpul bersama kembali, dan akan lebih berhati-hati lagi.