Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 51


__ADS_3

Setelah mobil yang kecelakaan itu berhenti berputar dan terbalik, semua orang yang melihat itu langsung mendekat dan menolong korban, sedangkan sebagian sudah melapor ke polisi dan ada juga yang langsung menelpon ambulance untuk menolong dan membawa korban ke Rumah sakit.


Sedangkan mobil yang mengikuti tadi hanya berhenti sebentar, lalu pergi begitu saja dari sana.


Semua orang yang ada di situ pun langsung menolong Rendra dan Tari yang sudah tak sadarkan diri dengan luka di kepala sampai berdarah akibat benturan keras setir mobil, dan depan mobil itu.


Mereka semua berusaha mengeluarkan keduanya dari dalam mobil yang terbalik itu, tidak lama kemudian ambulans pun datang, dan langsung membawa korban, dan supir truk yang juga terluka parah dan juga tak sadarkan diri itu ke Rumah sakit terdekat.


Sedangkan polisi langsung mengurus TKP, dan sebagian dari anggota polisi itu mengikuti ambulance, untuk mewakili keluarga korban sementara belum menghubungi nya.


**


Di rumah besar, perasaan Bu Diah sangat tidak tenang sama sekali, dan ia terus kepikiran Mentari.


" Ada apa ini, kenapa perasaanku jadi tidak enak begini, semoga tidak terjadi apa-apa yang Allah... " kata Bu Diah yang bergumam sendiri di dapur sambil membantu bi Lastri memasak.

__ADS_1


Begitu juga dengan Bulan yang langsung merasakan sesak di dada dan sakit di kepalanya secara tiba-tiba, dan perasaannya pun juga tidak enak sama seperti yang Bu Diah rasakan.


" Ada apa sayang, kenapa kamu kelihatan begitu gelisah sekali... " tanya Bagas yang sebenarnya ia pun merasakan hal yang sama, dan terus kepikiran dengan sahabat dan saudara angkatnya itu.


" Aku tidak tahu bang, tiba - tiba perasanku tidak enak, dada serta kepala ku tiba - tiba sesak dan terasa sakit sekali... Ada apa ini, semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk. " jawab Bulan yang begitu kelihatan sangat khawatir.


Tiba - tiba, telpon rumah mereka berdering dan bi Lastri langsung ke ruang tamu untuk mengangkat telponnya.


" Halo assalamualaikum..." jawab bi Lastri


" Halo walaikum salam... Bi Lastri hiks hiks hiks... " jawab dari sebrang sana.


" Hiks hiks hiks... Anak - anak bi, hiks hiks hiks... Anak - anak kecelakaan, dan sekarang berada di rumah sakit hiks hiks hiks... " jawab Ariana.


" Apa Nyonya... se... sekarang mereka ada di rumah sakit mana Nyonya...?" tanya bi Lastri yang begitu terkejut mendengar semuanya.

__ADS_1


" Di rumah sakit xx bi, dan sekarang kami sedang menuju ke sana hiks hiks hiks... Ya sudah bi kami sudah sampai, dan hanya mengabarkan itu Assalamualaikum..." kata Ariana yang langsung mematikan ponselnya karena mereka memang sudah sampai.


" Walaikum salam..." jawab bi Lastri yang masih sangat terkejut.


Ya setelah kejadian kecelakaan itu terjadi polisi langsung menghubungi Mahendra dan mengabarkan semuanya, makanya Mahendra dan Ariana tahu lebih dulu dan langsung mengabarkan ke rumah besar untuk memberi tahu kepada semuanya.


Mendengar itu, bi Lastri langsung memanggil Bu Diah yang ada di dapur, kemudian memanggil Bulan dan Bagas yang sedang berada di dalam kamarnya.


" Ada apa bi...?" tanya Bulan yang baru saja turun bersama Bagas setelah di panggil oleh bi Lastri tadi.


" Ada apa bi...?" Tanya Bu Diah juga yang baru datang dari dapur setelah di panggil bi Lastri dan kini mereka sudah berada di ruang tamu semua.


" Be... Begini Bu Diah, non Bulan, nak Bagas. Ba...baru saja Nyonya Ariana me... mengabarkan..." kata Bi Lastri yang terbata - bata dan bingung mau mengatakannya bagaimana.


" Tenang Bi... Ada apa, apa kata Mamah...?" tanya Bulan yang juga di anggukan oleh Bu Diah dan Bagas, sambil menenangkan bi Lastri.

__ADS_1


Setelah cukup tenang Bu Lastri pun kembali melanjutkan perkataannya.


" Begini..." Kata bi Lastri yang menceritakan apa yang di katakan oleh Ariana di telpon tadi.


__ADS_2