Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 36


__ADS_3

Bagas dan Rendra yang masih bingung pun saling pandang dan langsung mendekati Tari dan Bulan.


Bagas langsung berdiri menghadap Bulan dan Rendra langsung berdiri di hadapan Mentari.


" Mentari kamu..." kata Bagas terhenti sambil menunjuk.


" Bukan, aku Bulan " jawab Bulan


" Bulan kamu juga..." kata Rendra yang juga menatap Tari


" Bukan Rendra, aku Tari dan dia Bulan " jawab Tari yang tersenyum pada Rendra.


" Hmm... Siapa pun kamu aku tetap memilih mu. " kata Rendra pada Tari.


" Kamu juga masih tetap cinta kan sama aku...?" tanya Bagas pada Bulan.


" Iya / Iya ka... " Jawab Tari dan Bulan bersamaan.


Bagas dan Rendra pun langsung memeluk Tari dan Bulan secara bersamaan, kemudian mereka berempat pun saling berpelukan satu sama lain.


Sedangkan Bu Diah Langsung mendekati bi Lastri berkenalan dan juga meminta penjelasan.

__ADS_1


" Ini sebenarnya bagaimana...?" tapi Bu Diah pada Lastri.


" Begini Bu..." bi Lastri pun langsung menjelaskan semuanya pada Bu Diah.


Bu Diah langsung mendekati mereka berempat, dan langsung memeluk Tari dan Bulan bersamaan.


" Anak - anak ku... " kata Bu Diah yang langsung memeluk Tari dan Bulan


" Ibu..." kata Tari dan Bulan secara bersamaan yang juga langsung membalas pelukan hangat Bu Diah.


Bagas dan Rendra yang melihat itu pun sangat bahagia dan mereka berdua pun saling berkenalan dan berjabat tangan.


" Rendra / Bagas..." kata mereka saling memperkenalkan diri.


Setelah sampai di kantor polisi satu persatu mereka menjelaskan dan memberikan keterangan pada polisi, dan setelah selesai mereka langsung berpamitan pada polisi dan langsung keluar dari kantor itu.


" Ibu Bagas kalian sekarang ikut Mentari pulang ya... " kata Tari


" Tapi bagaimana dengan rumah kita nak... " tanya Bu Diah.


" Biarkan saja Bu, nanti bisa seminggu sekali kita pulang untuk membersihkan nya. " Jawab Tari lagi.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu, ibu ikut saja " kata Bu Diah yang langsung di anggukan oleh Tari dan Bulan.


" Terus gue bagaimana, masa gue juga ikut kalian kerumah baru Lo... Tapi kalau gue ga ikut, sendirian dong gue nanti. " kata Bagas yang bingung antara ikut atau tidak.


" Makanya Buruan di halalkan, biar ga bingung dan sendirian lagi..." kata Rendra yang memberi saran


" Anda benar sekali tuan, terimakasih sarannya " kata Bagas lagi yang langsung tersenyum ke arah Bulan.


Wajah Bulan pun langsung memerah seperti kepiting rebus karena tatapan dan senyuman dari Bagas, Bulan begitu malu dengan apa yang mereka bicarakan.


" Ya sudah nanti kita bahas lagi semua ini di rumah ya... Sekarang kita pulang dulu " kata Bu Diah yang langsung di anggukan oleh mereka semua.


Mereka semua pun langsung pulang ke rumah besar milik Bulan dan Mentari, sesampainya di sana mereka langsung di sambut oleh Mahendra dan juga Ariana.


" Mamah, papah... kenapa kalian bisa ada di sini ?" tanya Rendra yang baru turun dari mobil dan melihat orang tuanya sudah ada di sana.


" Selamat datang semua... kami kesini hanya ingin tahu saja bagaimana cerita yang sebenarnya " kata Nyonya Ariana.


" Benar... Kami juga ingin tahu apa yang sudah terjadi pada sahabat kami Permana dan juga Ayunda... Apa ada yang bisa menjelaskan... ?" tanya Mahendra yang sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


" Baiklah ayo semua masuk dulu, biar bibi yang akan menjelaskan dan mengatakan serta menceritakan semuanya... " kata bibi yang langsung di anggukan oleh mereka semua.

__ADS_1


Mereka semua pun langsung masuk, setelah masuk mereka saling berkenalan bersama, setelah itu langsung duduk di ruang keluarga bersama.


Bu Diah dan Bagas sangat terkagum - kagum melihat megah serta mewahnya rumah milik Bulan dan Mentari peninggalan kedua orang tuanya ini.


__ADS_2