Mentari Dan Bulan

Mentari Dan Bulan
Bab 18


__ADS_3

☘️☘️


Begitu juga dengan Bulan, pagi ini seperti biasa Bulan bersama ibunya baru saja menyelesaikan sarapan pagi mereka.


Tok tok tok...


" SPADA... Assalamualaikum Bu, Tari..." panggil seseorang yang mengetuk pintu.


" Walaikum salam... Sebentar " suara jawaban dari dalam.


" Tari bukakan pintu dulu ya Bu " kata tari yang langsung di anggukan oleh Bu Diah.


Bulan pun langsung menuju ke ruang tamu untuk membuka pintu.


" Eh bang Bagas... Ayo masuk dulu " kata Bulan ramah yang mempersilahkan tamunya masuk.


Melihat sambutan dari Bulan membuat Bagas sungguh terkejut dan terheran.

__ADS_1


" Lo kenapa tar, ko Lo beda banget hari ini, Lo... Lo sehat kan Tar ?" tanya Bagas yang benar-benar sangat heran dengan sikap sahabatnya pagi ini.


" Iya bang, aku ga papa ko. " Jawab Bulan.


" Apa Bang... Hahaha... sejak kapan Lo panggil gue Abang, dan... dan sejak kapan Lo merubah panggilan menjadi aku kamu, hahaha... ada - ada aja sih Lo Tar" kata Bagas lagi yang langsung berdiri di sebelah Bulan.


Bulan mendengarkan apa yang Bagas katakan itu pun baru sadar, kalau dirinya saat ini ada di posisi mentari, tapi ia tetaplah Bulan yang tidak bisa merubah sikap seperti mentari.


Dan Bulan pun tidak memperdulikannya, ia tetap mengajak masuk sahabat mentari itu.


" Ya sudah lah bang, ayo masuk dulu " ajak mentari.


Bulan pun tidak memperdulikan nya, ia langsung mengambil sayuran, dan langsung membawanya ke pasar bersama Bu Diah.


Melihat itu Bagas pun langsung mengikuti mereka, meskipun masih dengan rasa bingung dan terheran dengan sikap orang yang ia kira sahabatnya ini.


Mereka bertiga pun seperti biasa langsung ke pasar untuk menjual sayuran, setelah sayuran habis, Bu Diah pulang lebih dulu, sedangkan Bulan dan Bagas masih ingin jalan - jalan untuk membeli sesuatu dulu.

__ADS_1


Saat yang mereka cari sudah ketemu, mereka berdua pun langsung menuju pulang, di perjalanan seperti biasa mereka dihadang oleh para preman lagi, dengan jumlah yang lebih banyak.


" Hahaha... Kali ini kalian berdua tidak akan bisa kabur lagi, hahaha... " kata ketua preman itu.


" Wah sepertinya kali ini kita tidak bisa menghindar deh Tar, jadi kita akan hadapi sekarang, Lo siapa kan..." kata Bagas yang berbisik kepada Bulan.


Mendengar itu membuat Bulan sangat ketakutan, ia bingung harus berbuat apa, karena ia bukanlah Tari, tapi bulan yang tidak punya kemampuan sama sekali.


Semua preman itu pun langsung mengeroyok dan menghajar Bagas, Bagas pun melawan semua preman itu, pertarungan pun sangat sengit, karena hanya Bagas yang melawan sendiri, membuat ia sangat kewalahan, dan mendapat beberapa serangan dan pukulan dari lawan.


" Hentikan... Tolong ... Hentikan..." teriak Bulan yang begitu sangat ketakutan, apalagi melihat Bagas terus kena pukul dan sudah tidak berdaya lagi.


" Hahaha... rasakan ini mampus kalian hahaha..." kata ketua preman itu yang begitu senang melihat Bagas sudah kalah dan tidak berdaya lagi.


Melihat itu Bulan begitu panik, ia terus berteriak meminta tolong pada warga. Dan keberuntungan untuk Bulan dan Bagas karena tidak jauh dari sana ada beberapa anggota polisi yang sedang berpatroli.


Bulan langsung berteriak meminta tolong.

__ADS_1


" Tolong... tolong kami Pak, kami di serang oleh para preman " teriak Bulan pada warga dan anggota polisi itu.


Mendengar teriakkan Bulan, polisi dan para warga langsung membatu mereka dan para anggota polisi langsung mengarah senjatanya kepada para preman itu.


__ADS_2