
Benar kata orang. Meski berasal dari bibit yang sama, anak belum tentu sama. Surya selalu mendapat kasih sayang ayahnya dibanding ibunya. Ia tumbuh menjadi pria yang tegas, berambisi dan mandiri. Hanya ia tak memiliki rasa kasih sayang dan sifat hangat.
Biru yang sejak kecil lebih diperhatikan ibunya. Ia memang manja, tapi mudah merasakan perasaan orang lain dan menempatkan diri, hangat dan penyayang. Ia juga lebih menerima dirinya dan tak tamak.
"Mungkin dari kedua kakak dan adik ini kita bisa belajar, jika orang tua harus memiliki peran yang sama dalam pengasuhan," cerita ayah Randy.
Mungkin dalam grup Bamantara, Randy adalah yang paling beruntung. Ayahnya sangat penyayang. Karena itu dia selalu berusaha jadi penurut. Apalagi melihat bagaimana keadaan temannya yang lain seperti Sarah dan Biru.
"Jadi Biru sekarang di mana?" tanya ayah Randy.
"Di rumah istrinya. Hanya rumah kecil, sih. Aku hanya bisa bantu sedikit-sedikit. Dia selalu memaksa membayar bantuanku seperti hutang," cerita Randy.
Adnan Nugraha, ayah Randy merupakan Dirut di PT. Bamantara tbk. salah satu anak perusahaan milik Bamantara Grouph. Dia memang bijak dan terkenal rendah hati.
"Kasihan Biru. Karena itulah nak, percaya itu hanya boleh pada Allah S. W.T, jangan percaya dengan hal-hal klenik seperti ramalan dan perdukunan. Itu musyrik. Akhirnya malah merusak keluarga sendiri," nasehat Adnan.
"Maksud papah apa?" tanya Randy.
__ADS_1
"Keluarga Bamantara sangat percaya dengan hal-hal klenik. Mereka sering mempercayakan nasib pada peruntungan. Suatu hari bertahun-tahun lalu, keluarga itu konon melakukan suatu kesalahan. Aku tak tahu persis apa itu, yang jelas mereka dikutuk. Konon pimpinan keluarga Bamantara yang terpilih hanya akan memiliki dua anak lelaki," cerita Adnan.
Randy mengangkat sebelah alisnya. Saat pergi ke rumah Biru atau ke gedung Bamantara Grouph, ia memang sering melihat patung-patung yang bentuknya menyeramkan. Patung itu kadang sering dibedaki dan diberi lipstick oleh Biru hingga membuat ayahnya marah.
"Lalu bagian yang menyeramkannya apa?" tanya Randy semakin penasaran.
"Konon zaman Belanda dulu, keluarga Bamantara sudah terkenal kaya. Kekayaan mereka itu katanya hasil perjanjian dengan jin. Sampai pewaris mereka lupa memberikan sesajen atau apa. Aku kurang mengerti. Dari situ mereka dikutuk dalam keturunan pewaris utama mereka hanya akan memiliki anak laki-laki. Anak kedua mereka akan menjatuhkan ayahnya sendiri sebagai pimpinan dan menjadi penyebab kakaknya sendiri meninggal," cerita Adnan.
Randy menggeleng-geleng. "Bagaimana bisa orang kaya dengan banyak perusahaan itu, mempercayai hal semacam itu. Mereka dari keluarga berpendidikan," protes Randy.
Adnan menyandarkan punggung ke sofa. "Inginku juga tak percaya hal itu. Namun, sudah delapan generasi hal itu terus terjadi. Tuan Besar dijatuhkan dari kursi pimpinan oleh Tuan Angga dan putra pertama Tuan Besar meninggal terkena serangan jantung di usia muda setelah bertengkar dengan adiknya sendiri. Sejak itu, Tuan Besar yang tak percaya dengan kutukan itu menjadi ikut-ikutan terjebak dalam hal klenik," jelas Adnan.
Adnan mengangguk. "Ia takut dijatuhkan putranya sendiri dan lebih dari itu, ia takut Surya akan meninggal seperti kakaknya. Karena itu, Biru lebih baik disingkirkan entah karena meninggal atau diusir dari keluarga," jelas Adnan.
Randy menggeleng. "Apa Biru tahu tentang ini?" tanya Randy.
Adnan menggeleng. "Sepertinya tidak. Ironi kutukan yang akhirnya merusak keluarga Tuan Angga yang dulu sangat harmonis. Begitu Tuan Angga tahu tentang kutukan itu, ia berusaha untuk membuang Biru ketika kecil."
__ADS_1
"Namun, Tuan Besar menghalangi. Ketika Biru kecil, akibat sikap suaminya pada Biru, Nyonya Mira kabur membawa Biru. Itu menorehkan luka di hati Surya karena menganggap ibunya lebih menyayangi Biru. Apalagi ada fitnah jika Nyonya Mira kabur dengan laki-laki lain. Hidup Tuan Angga hancur dan yang tertinggal darinya hanya kebencian pada putra keduanya yang konon lahir membawa kutukan." Menceritakan itu membuat Adnan merasa merinding sendiri.
"Biru harus tahu. Kalau tidak, suatu hari mungkin ia akan disingkirkan," pikir Randy.
"Apa benar Nyonya Mira berselingkuh?" tanya Randy penasaran.
Adnan menggeleng. "Ada permainan dalam setiap kisah. Hanya tak ada yang tahu, siapa yang bermain dibalik semua itu. Yang jelas, Tuan Angga sudah hilang kepercayaan pada istrinya. Hanya aku curiga, Tantri ada dibalik semua itu. Siapa dibalik Tantri yang hingga sekarang masih menjadi misteri bahkan diantara pimpinan perusahaan," jelas Adnan.
Randy tak mengerti hal-hal rumit semacam itu. "Tentu orang yang paling diuntungkan atas kematian Nyonya Mira," celetuk Randy.
"Kamu harus membantu Biru. Paling tidak, bantu dia lebih mandiri agar tak kembali pada keluarga itu lagi. Satu-satunya jalan hanya dia harus keluar dari keluarganya dan tak menjadi pewaris utama," nasehat Adnan.
"Huacim!" Biru menggosok hidungnya yang terasa gatal. "Aku bersin terus padahal gak lagi flu," keluh Biru.
"Mungkin kamu alergi, A?" terka Langit.
"Bukan. Aku yakin banget ini ada yang ngomongin aku," tegas Biru sambil berkacak pinggang.
__ADS_1
🌱🌱🌱