Mr. Tajir Jatuh Cinta

Mr. Tajir Jatuh Cinta
rencana pembalasan


__ADS_3

"Apa kamu yakin hasil investigasi itu benar?" tanya Nindy saat berpapasan dengan Biru di rumah Bamantara. Mengingat tragedi itu, Angga memaksanya pulang. Demi Minara dan Fitri, Biru pasrah menuruti papanya.


Ia sesekali diantar Roni untuk memberikan sumbangan juga meminta doa bagi Langit. Masyarakat di kampung tempat tinggal Langit juga mengadakan doa bersama selama beberapa hari. Pasangan suami-istri itu selalu bersikap baik. Tentu ketika Langit pergi dia juga dikenang warga lain.


Sapta? Tentu ikut tersakiti juga. Belum sempat menunggu Langit janda, malah sudah ditinggal selamanya.


Kembali ke laptop, eh Biru yang berpapasan dengan Nindy. Pria itu berbalik. Matanya masih saja tajam walau basah akibat keseringan menangis.


Nindy memutar rekaman ucapan Haris dan Nila saat Biru datang ke rumah Marga. Rekaman itu dia dapat dari salah satu pembantu di sana.


Biru tertegun. "Keluarga Marga selalu bermimpi bisa setara dengan Bamantara. Tak bisa dengan bisnis, tentu bisa dengan pernikahan," tegas Nindy.


"Seperti kamu dan Surya?" sindir Biru.


Nindy menggeleng. "Aku memang keluarga Marga, tapi bukan anak Haris. Kebencianku pada Haris dan keluarganya tak akan pernah bisa hilang kecuali mereka lenyap!"


Biru menyandarkan punggung ke tembok. "Ini umpan?"

__ADS_1


"Tentu bukan. Terserah kamu mau mikir apa. Yang jelas musuh kita sekarang orang yang sama. Nila itu mengalami gangguan psikologis, dia nggak punya rasa kasihan. Dia itu terkena ASPD, hanya Haris tak menerima hal itu. Di Manchester dia sering melakukan tindakan melawan nilai sosial. Tentu, Haris yang melindunginya."


"Itu benar, gadis itu bahkan tak terlihat merasa bersalah saat menampar Nindy di rumah ini. Dia malah menantangku." Surya ikut dalam obrolan.


Ia perlihatkan rekaman saat Nila menampar Nindy. "Aku mungkin akan tunjukan ini pada media dan menghancurkannya. Hanya saja itu tak akan menyelesaikan apa-apa. Nila mungkin jatuh, tapi Haris masih bisa bertahan. Tentu musuh harus hancur hingga akar agar tidak tumbuh lagi."


Nindy melipat tangan di depan dada. "Itu terserah kamu. Hanya sekarang posisimu sudah menguntungkan. Tinggal kamu berani maju, semua akan terbongkar."


Biru berpikir sejenak. Kedua orang di depannya juga tak bisa ia percaya sepenuhnya. "Dalam rangka apa kalian membelaku?"


"Aku? Tentu ingin membalaskan dendam tersiksa hidup dalam keluarga Haris selama ini," jawab Nindy.


"Katakan padaku, bagaimana rencananya?"


"Aku yakin kalau kamu mencari tahu pelaku pembunuhan istrimu, pasti tak akan kamu temukan buktinya. Malah Haris akan memotong ekor sebelum ditangkap. Namun, ada jejak yang bisa kamu cari tahu," saran Nindy.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Aset yang tak terdaftar. Tujuannya bukan hanya untuk menghindari pajak, tapi juga pertukatan atas rencana tertentu. Aku yakin untuk rencana pembunuhan itu, Haris sudah menggelontorkan beberapa asetnya. Hanya, tak tahu yang mana. Bisa saja aset itu dimiliki atas nama orang. Seperti saham yang kamu miliki sekarang."


Biru bisa mencerna dengan baik masalah ini. Intinya ia harus menemukan aset keluarga Marga yang terselubung. "Kalaupun dicari juga akan sulit," pikir Biru.


"Kamu lupa aku bilang apa? Nila punya masalah psikologis. Pancing dia untuk bicara sendiri. Manfaatkan keadaanya."


Di sana Biru seakan mendapatkan sebuah ide. "Caranya aku harus sering bertemu dengannya."


"Benar! Dan lebih dari itu, kamu harus naik jabatan menjadi chairman untuk bisa menguasai dewan perusahaan. Caranya, kamu harus mencari orang dengan pendukung terbanyak," Surya ikut berkomentar.


"Keluarga Marga punya banyak kolega," tambah Nindy.


"Apa perlu aku wujudkan mimpi iblis itu? Untuk menikah?" tanya Biru.


Nindy dan Surya mengangguk. "Sejauh yang kukenal, kamu cukup menyebalkan untuk memancing emosi orang."


"Aku akan berikan tepukan tangan jika sampai kamu sukses membuat Nila mengakui sendiri perbuatannya. Lebih dari itu, kumpulkan bukti tentang masalah psikologisnya," nasehat Nindy.

__ADS_1


"Ini akan berbahaya. Hanya aku yakin kamu pasti bisa. Selama itu, jangan sampai Tantri tahu. Aku curiga dia juga punya hubungan dengan mereka. Papa tak akan percaya, tapi kamu pasti sadar itu," tambah Surya.


🌱🌱🌱


__ADS_2