Mr. Tajir Jatuh Cinta

Mr. Tajir Jatuh Cinta
Asal nama Minara


__ADS_3

SEBELUM MULAI AKU INGIN MELURUSKAN KONSPIRASI LANGIT YANG KATANYA MENINGGAL. LANGIT NGGAK MENINGGAL, KOK! MASIH HIDUP šŸ˜…šŸ¤£šŸ¤£


TEGA YA PERSIS KONSPIRASI AKU SAMA KA UMAY ORANG YANG SAMA.


🌱🌱


Biru pulang malam itu. Surya sudah kembali ke posisinya akibat terbukti tak terlibat skandal besar RC. Skandal besar itu pun menguap dengan permainan media yang tiba-tiba mengangkat masalah hantu teror.


Bulan demi bulan berlalu. Biru baru kembali dari pesta pertunangan Sarah dan Randy. Bertemu Angga? Tentu. Apa yang bisa diharapkan. Anak dan ayah itu serumah atau tidak tetap tak pernah saling sapa. Orang-orang di perusahaan tak pernah aneh dengan keadaan itu.


Pulang dengan keadaan kesal akibat Angga sedikitpun tak menanyakan kabar Biru, amarahnya luntur melihat Langit yang sudah tertidur lelap. Ia usap rambut istrinya. Rasa bersalah berkecamuk. Meski Langit tentu ingin melihat Randy dan Sarah bersama, ia tak bisa masuk dalam lingkaran keluarga Bamantara.


Merasakan sentuhan suaminya, Langit membuka mata. Ia lekas bangkit dan duduk di atas tempat tidur. Ingin bangkit saja ia sudah merasa berat. Senyum Langit terkembang.


"Aa sudah pulang?" tanya Langit.

__ADS_1


Biru mengangguk dengan pasti. "Iya, acaranya lancar. Tiga bulan lagi mereka menikah. Minara pasti sudah lahir. Jadi hari pernikahan mereka nanti, kamu bisa datang," jawab Biru.


Sejak tahu bayi yang dikandung Langit perempuan, Bagas orang yang paling lega. Ternyata apa yang ia yakini selama ini tidak benar. Kutukan itu hanya kebetulan. Sedang Angga sendiri tak tahu jika menantu keduanya tengah mengandung akibat ketidak peduliannya pada Biru.


Arti nama Minara sendiri dalam bahasa Sanseskerta adalah pencuri hati. Biru berharap meski Biru lahir dengan dibenci keluarganya, Minara selalu dikasihi akibat pintar mengambil hati orang. Selain itu bisa juga diartikan berasal dari kata Minaraki yang artinya singgah. Harapannya ia selalu singgah di hati orang yang bertemu dengannya (termasuk Diori).


"Iya, Ala pasti sudah lahir waktu itu. Kata dokter, Ila diprediksi melahirkan Ala tiga minggu lagi. Jadi deg-degan, A. Meski sejauh ini Ala selalu baik dan kata dokter juga sehat, tetap saja rasanya takut. Kayak pertama kali ikut ujian nasional," keluh Langit.


Biru mengusap perut istrinya. Ia juga agak ketakutan karena usia Langit yang masih terhitung muda. Usia ini memang rawan untuk melahirkan. Hanya saja kakeknya selalu cerewet. "Orang zaman dulu baru lulus SD menikah. Umur tiga belas tahun melahirkan. Sampai tua anaknya ada dua belas. Baik-baik saja!" alasan Bagas.


Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur. Boro-boro yang sudah hancur begitu, nasi sisa yang dijemur kalau dimasak lagi rasanya beda.


"Aa, aku mau makan kerupuk sama timun boleh?" pinta Langit. Ia sudah memasuki bulan sembilan. Hanya ngidamnya masih belum hilang juga.


Biru mengangguk. Ia pergi ke dapur. Di sana ada kerupuk blek yang dimasukan dalam toples (ayah muda ini sudah bisa buka toples, kok!). Mentimun ia ambil dalam kulkas dan tak lupa ia cuci.

__ADS_1


Sudah biasa bagi Langit selama hamil pukul sepuluh malam pasti bangun. Ia akan mengunyah mentimun, jika mulai ***** lalu menggigit kerupuk dan mengunyahnya lagi bersamaan.


"Nanti kalau Minara lahir bakalan kayak apa, ya? Ibunya makan kerupuk, timun, tumis kulit singkong bahkan lebih aneh bambu muda," celetuk Biru.


Langit terkekeh. "Mana aku tahu donk, A. Kalau ngidam bisa milih, aku juga milih ngidam abalon, caviar, matsutake," protes Langit.


"Waduh, mahal semua itu. Kamu ngidam itu, gajiku semua abis sehari. Sudah gak apa-apa. Kamu ngidam kerupuk blek saja," timpal Biru.


Langit tertawa lagi. Tak lama Biru mengambil kerupuk blek dan mentimun lagi lalu memakannya bersama Langit. "Ternyata enak ya, La. Menyesal dari dulu penasaran, tapi nggak nyoba."


"Apalagi kalau sama karedok kacang panjang, A. Mantap!" timpal Langit.


"Karedok kacang panjang, tempe goreng, asin peda di atas nasi hangat. Lapar." Biru mengusap perutnya sendiri.


🌱🌱🌱

__ADS_1


__ADS_2