Mr. Tajir Jatuh Cinta

Mr. Tajir Jatuh Cinta
kasihin judul bingung


__ADS_3

CATATAN :


Aku nggak maksa kalian mau tetap baca atau nggak. Aku nggak bisa rubah alur, takut writer block dan malah bisa hiatus.


Sebelum ada komentar tentang sinetron ikan tenggiri lagi. Aku buat statement sedikit. Kenapa sih mereka orang kaya bisa dibunuh, orang kaya begini, begitu. Mungkin yang mengira ini sinetron harus baca beberapa artikel dulu agar tahu kejadian ini tidak hanya terjadi di dunia halu.


Ingat kasus hilangnya aktivis? Ingat tragedi mahasiswa yang meninggal dan belum tahu apa penyebabnya? Ingat kasus direktur kapal feri yang tenggelam di Korea yang ditemukan sudah meninggal?


Coba ketikan kata kunci "pengusaha yang meninggal secara misterius". Artikel di dalamnya nggak hanya satu. Jadi untuk nanti yang komentar, kenapa pengusaha mati nggak ketahuan? Mereka kan orang kaya. Sinetron banget. Fix, mainnya kurang jauh.


aku sering kasih note kalau konflik dari novelku itu diangkat dari artikel nyata yang dibuat versi fiksi dan diberi sentuhan lain.


Soal sikap Nila. Memang hanya orang kaya yang bisa beradab? Nggak juga. Ada kok orang kaya yang sikanya tak sesuai pendidikannya. Masalah psikologis orang bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu. Biasanya karena pola asuh yang salah. Bisa kalian ambil dari kalimat Mas Parmin.


🌱🌱🌱


Dengan bantuan jepitan, Biru berhasil menahan sisi simpul. Ia berusaha keras membuka dengan gerakan yang terbatas. Sulit sekali hingga butuh berjam-jam untuk melakukannya.


Akhirnya Biru bisa bernapas lega. Ikatannya perlahan terlepas sendiri. Lekas ia membuka ikatan Langit. Ini lebih mudah karena bisa ia lihat dan gerakannya tak terbatas seperti tadi hingga hanya hitungan menit ia bisa lepaskan Langit.

__ADS_1


Keduanya tak ingin membuang waktu. Sambil menuntun Langit, Biru berjalan pelan mencari jalan keluar. Ternyata dari pintu, masih ada lorong panjang dan gelap. Mereka hanya bermodal cahaya bulan yang menembus lewat ventilasi. Tak ada ponsel atau apapun di saku, semua ada di mobil.


Biru hanya berpegangan pada sesuatu, lumut di tembok yang bisa memberinya petunjuk ke mana jalan keluar. "Aku takut, A," adu Langit pada Biru.


"Aku malah takut lihat pocong," celetuk Biru membuat Langit memukul lengannya. Setelah menyusuri ruangan demi ruangan, akhirnya mereka berhasil keluar.


Halaman gedung itu ditumbuhi ilalang besar, pohon kersen juga rumput-rumput. Biru memanfaatkannya untuk menyembunyikan diri agar tak terlihat kabur.


Malam sudah datang dan suara auman anjing terdengar. Langit merinding antara takut tertangkap juga takut melihat penampakan ghaib.


Hingga berada dekat dengan gerbang, mereka melihat beberapa orang berdiri di sana. Mereka semua laki-laki dengan kaos hitam. Ada empat orang yang tergeletak di tanah. Perempuan dan pria pemilik mobil yang menabrak biru dari belakang dan dua pria yang membawa Biru dan Langit ke bangunan pabrik itu.


"Jalankan sesuai rencana seolah ini kecelakaan," saran yang lainnya.


Dua orang berjalan menuju pabrik melalui jalan setapak. Sementara lainnya berjaga di sana. Biru mundur. Ia memeluk Langit dengan erat. Mereka tak boleh sampai terlihat. Jumlah orang-orang itu juga tak sedikit. Ia bisa memperkirakan tenaganya tak akan cukup kuat.


Biru lekas menuntun Langit ke sisi kanan dan menyusuri ilalang. Tak lama terdengar keributan. Sepertinya mereka sadar jika mangsanya kabur.


Terdengar gerakan ilalang. "Kayaknya mereka mulai nyari kita," bisik Langit.

__ADS_1


Biru mencoba menyusuri benteng pembatas gedung. Sialnya bentengnya begitu kokoh dan tinggi. Di sana ia merasa putus asa. Berkeliling pun hasilnya tetap sama. Hanya gerbang itu satu-satunya jalan. Bertahan di sana juga percuma. Lambat laun pasti mereka akan tertangkap.


Benar saja, seseorang menemukan mereka. Kaget, pasangan ini lekas berlari dan malah berpapasan dengan empat penjahat. Biru tak ada pilihan lain kecuali melawan mereka.


Sayangnya tak semudah itu melawan. Tentu saja penjahat itu juga punya kemampuan bela diri yang mumpuni. Belum lagi Biru harus melawan sambil melindungi Langit. Akhirnya ia ditaklukan.


Keduanya diseret ke gerbang dan dipaksa naik ke dalam mobil Randy di bagian belakang. Tak tahu mereka akan dibawa ke mana. Hingga mobil itu berhenti di depan jembatan.


Beberapa penjahat mengikuti dengan mobil lainnya. Langit dan Biru yang tangannya terikat diturunkan dari sana. Salah satu penjahat membius Langit hingga wanita itu pingsan dan memindahkannya ke jok depan mobil Randy lalu menutup pintunya dengan kaca terbuka.


Biru mencoba melawan. "Ila! Langit!" panggil Biru. Kakinya mencoba menendang-nendang orang yang menahannya. Namun, ia tak berdaya ketika diberi semprotan obat bius. Biru mulai oleng. Ia masih menahan diri untuk tetap tersadar.


"Langit!" panggil Biru dengan suara yang lemah. "Nggak, jangan sakiti dia. Aku mohon!"


Sedang Langit masih ada dalam mobil dalam keadaan tertidur. Beberapa penjahat mendorong mobil itu lewat lahan kosong sisi pembatas. Perlahan mobil itu bergerak semakin ke sisi bibir sungai yang ada di bawahnya.


"Jangan! Langitku!"


Biru terjatuh. Dengan keadaan menelungkup, matanya masih terbuka dan melihat mobil Randy terjatuh ke tebing yang dibawahnya sungai besar. "Langit," panggil Biru. Sisi matanya mengalir air mata. Perlahan pandangannya semakin gelap dan ia tak sadarkan diri lagi.

__ADS_1


🌱🌱🌱


__ADS_2