
Suasana masih begitu memanas dan tidak nyaman, karena adanya berita yang memalukan itu membuat Shelo dan keluarganya pindah ke perkampungan terpencil di bawah kaki gunung dekat dengan pesisir pantai yang sulit untuk dijangkau.
Meskipun sudah jauh dari keramaian kota dan pemberitaan yang membahas masa lalu pahit Shelo terus tertanam di dalam hati nya yang sakit dan tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini ia begitu merindukan sosok Arvi yang selalu melindunginya. Shelo meyakinkan diri untuk fokus membenci Arvi beserta keluarganya tanpa ampun.
Usaha bunga ibunya tutup untuk sementara waktu karena banyak masyarakat di sekitar mereka yang mengucilkan dan terus menghina putrinya dengan perkataan yang tidak pantas, begitu juga dengan Sesil yang terpaksa berhenti sekolah akibat di bully oleh teman-temannya. Kehidupan mereka menjadi semakin sulit, meskipun begitu mereka saling mengisi satu sama lain.
Untuk sementara waktu mereka hidup dengan sangat berhemat, karena keadaan yang kurang memungkinkan saat ini untuk kembali ke kota. Mereka hidup mengandalkan tabungan Shelo dan ibunya yang terkumpul selama ini sambil memikirkan rencana kehidupan mereka selanjutnya.
Di suatu sore, terlihat Shelo sedang duduk menyendiri di tepian pantai yang jaraknya tidak cukup jauh dari rumah kecil yang mereka sewa. Ibunya berjalan mendekati dan duduk menemani Shelo yang sedang melamun menikmati keindahan pantai dan gulungan ombak.
“ Apa yang sedang kamu pikirkan ?? ” Tanya ibu lembut kepada putri sulungnya.
“ Hmmm.. aku merasa bersalah pada mama dan Sesil karena menyembunyikan hal memalukan ini. Ketika aku sakit, sedih dan putus asa.. seharusnya keluarga adalah tujuan utama ku. ” Jawab Shelo merasa menyesal.
“ Sebagai ibu, rasa sakit mama begitu besar mendengar kenyataan yang kamu alami. Terlebih dari itu semua, terjadi karena mama yang tidak berguna. Mama yang tidak bisa melindungi kamu, bahkan malah membuatmu mengambil keputusan yang salah demi kesembuhan mama. ” Kata ibu lebih menyesal.
“ Jangan bicara seperti itu maa… Semua keputusan itu karena memang inisiatif ku sendiri. Bukan karena terbebani oleh mama. Tapi sekarang lihat… Aku kembali ke pelukan mama, menjadi gadis sederhana lagi dan kita bisa mulai dari awal lagi. ” Shelo berusaha menyemangati dirinya sendiri dan ibunya.
Namun, bagaimanapun Shelo menutupi kesedihannya tidak bisa membohongi naluri seorang ibu yang melahirkannya.
“ Hatimu masih ada pada Arvi. Mama tau itu. ” Jawab mama to the point membuat hati Shelo seakan tertembak tepat sasaran. Mata yang mulai ber kaca kaca semakin memperjelas isi hatinya saat ini.
“ Aku rasaa… perceraian adalah jalan terbaik untuk kami. Dari awal menjadi bagian dari keluarga nya adalah hal yang salah ma. Jadi, aku ingin mengakhirinya. ”
Saat mereka sedang larut dalam percakapan tersebut, terlihat seseorang asing mengawasi mereka dari jauh dan memberikan laporan tentang bagaimana kehidupan keluarga Shelo disana kepada atasannya.
__ADS_1
Keadaan yang kacau juga dialami Arvi yang sudah ber minggu-minggu tidak bertemu dan tidak tau keberadaan Shelo sejak hari dimana ia meninggallkan Arvi. Sambil terus mencari keberadaan Shelo yang tanpa kabar.. Arvi berhasil menangkap Dito, penyebar utama berita yang membuat segalanya jadi kacau.
Arvi merasa tidak yakin dengan Dito yang mengakui bahwa segala keributan ini adalah murni perbuatannya seorang diri.
Sesuai perjanjiannya dengan Kara, Dito benar-benar tidak memberikan informasi apapun dan sebagai gantinya uang terus mengalir ke akun cadangan milik Dito yang di atasnamakan orang lain kepercayaan Dito yang selama ini bekerja bersamanya.
Menghukum Dito tidak bisa mengembalikan keadaan seperti dahulu kala. Perusahaan Arvi yang mengalami beberapa kerugian karena citra Osmond yang ternoda juga menjadi fokus Arvi saat ini.
Begitu banyak yang harus dia lakukan untuk melindungi keluarganya dan juga melindungi wanita yang dia cintai. Sampai saat ini, masalah itu masih bisa diatasi oleh Ayah Arvi namun kesempatan untuk menerima kehadiran Shelo sudah sangat tertutup di keluarga Arvi.
Setiap malam Arvi menjadi pecandu alkohol, keangkuhannya kembali bahkan menjadi lebih jahat dari sebelumnya. Hal itu tentu membuat Resa khawatir dan juga sedih, namun tidak ada yang bisa membantu Arvi bangkit selain Shelo yang menghilang bagai di telan bumi. Bahkan Arvi menjadi suka pergi ke tempat hiburan malam dan ber pesta pora disana meniru kebiasaan Evan.
“ Hari ini gue yang traktir.. semuaa… ” Teriak Arvi yang berada dalam pengaruh alkohol di suatu club malam terbesar di tengah ibukota Jakarta.
“ Pak Arvi.. sudah cukup pak. Kita sebaiknya pulang. ” Kata Resa yang setia menemani Arvi kemanapun dan apapun yang dilakukan Arvi.
“ Sampai kapan anda seperti ini. Kita harus pergi dari sini. ” Paksa Resa menarik Arvi yang melakukan perlawanan. Saat dalam perjalanan pulang, entah berapa banyak yang Arvi minum membuat seisi mobil berbau alkohol.
Tiba-tiba rasa mual pun dirasakan Arvi, ketika mereka sedang berada di jalan tol. Mau tidak mau Resa mengambil jalur untuk berhenti sejenak di rest area karena keadaan darurat Arvi.
Dengan segera Arvi turun dan memuntahkan semua minuman yang melebihi batas kemampuannya yang tidak terbiasa.
Begitu putus asanya Resa melihat Arvi yang tenggelam dalam kesedihan hingga berbuat seperti ini, dengan penuh kesabaran Resa menepuk punggung Arvi agar memuntahkan semua minuman yang membuatnya mabuk.
Namun beberapa saat kemudian Arvi terdiam dan tersungkur tak berdaya di jalan.
“ Mari kita pulang pak. Sudah semakin larut, anda bisa sakit. ” Kata Resa berusaha memapah Arvi namun mendapat penolakan lagi.
“ Hari ini.. aku benar-benar menjadi pengecut sejati. Hahaha… Aku melepaskan wanita itu alih-alih aku melindunginya. ” Perkataan Arvi dengan keadaan yang sangat buruk di bawah pengaruh alkohol.
__ADS_1
“ Apa yang terjadi hari ini pak ? Mungkin saya bisa membantu. ” Kata Resa prihatin.
“ No.. no.. no.. kamu tidak akan bisa mengalahkan Hendra Osmond. ” Kata Arvi sambil menyebut nama ayahnya dan tertawa frustasi.. Kesedihan begitu terasa ditengah keadaan itu, air mata Arvi menetes di hadapan Resa untuk pertama kalinya.
5 jam sebelum Arvi hilang kendali dengan alkohol..
Ia memenuhi panggilan ayahnya untuk menemuinya di rumah.. ketika sampai disana ia mendapati ayah nya sudah ditemani pengacara keluarga Osmond yang mengurus segala kepentingan hukum keluarga Osmond baik pribadi maupun pekerjaan.
“ Ada apa ini pa ?” Tanya Arvi curiga.
Ayah Arvi pun memberi kode kepada pengacara mereka untuk mengeluarkan dokumen perceraian yang harus di tanda tangani Arvi sebagai pihak penggugat.
“ Tanda tangani ini. Sisanya biar papa yang urus. ” Kata ayahnya singkat tanpa ampun.
“ Aku ga mau bercerai pa. Aku mau mencari solusi untuk membereskan masalah ini. AKu sudah berhasil menangkap pelaku penyebaran berita itu pa. Hanya butuh waktu untuk memulihkan citra Osmond. ” Sekuat tenaga Arvi menolak perceraian itu.
“ Jangan banyak bicara. Nama baik Osmond sudah terlanjur tercemar karena wanita itu. Papa ingin menyingkirkannya dari kehidupanmu. ”
“ Paa… please, setidaknya ijinkan aku menemukan dia terlebih dulu. Dia hanya korban, Evan melecehkan dia pa. ” Tanpa memikirkan harga dirinya.. Arvi memohon kepada ayahnya, namun tamparan keras mendarat ke wajah Arvi seketika.
“ Tutup mulutmu. Jangan pernah membahas masalah pelecehan itu lagi. Bagaimanapun juga Evan adalah penerus dan bagian dari keluarga ini. Menghancurkan nama baik Evan sama saja dengan menghancurkan nama baik keluarga. Arvi… jangan jadi lemah karena wanita yang tidak berharga. Pikirkan masa depanmu. ” Perdebatan pun terus berlanjut.
Arvi yang jadi emosional hendak meninggalkan ruangan namun langkah kakinya terhenti karena sebuah ancaman dari ayahnya yang tidak pernah main-main.
“ Kalau kamu tetap tidak mau bercerai darinya, papa bisa dalam sekejap menyingkirkannya dari dunia ini beserta keluarganya. Papa sudah mengetahui dimana dia berada, dan dengan 1 panggilan.. orang bayaran papa, bisa langsung melenyapkannya sekarang juga. Kamu tau kan, papa tidak pernah setengah-setengah dalam menghancurkan orang yang mengancam keberadaan keluarga kita. ” Ancaman yang berkaitan dengan nyawa pun keluar dari mulut ayahnya terlebih lagi tanpa disangka, ayahnya sudah satu langkah lebih cepat menemukan keberadaan Shelo yang dirahasiakan dari Arvi.
Begitu marah dan kecewanya Arvi pada dirinya sendiri yang tidak bisa melakukan apapun karena kelemahan yang dimanfaatkan ayahnya.
Arvinas Javier Osmond pun menandatangani surat gugatan cerai atas Shelomita Deana Putri diatas materai dengan sangat berat hati.
__ADS_1