My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 32 " Second date with Jacob "


__ADS_3

Tempat kencan kedua sudah di tentukan oleh Shelo dengan mendadak, yaitu pergi ke bioskop. Ide mendadak itu muncul di benak Shelo yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan Jacob ke rumahnya.


Shelo pun mengubur segala keinginan untuk bersantai ria menikmati hari liburnya di rumah.


Dengan muka masam dan kurang senang, Shelo menerima popcorn yang Jacob beli untuknya. Sebaliknya senyum bahagia tidak terhindarkan dari wajah maco Jacob yamg begitu senang bisa kembali dating bersama Shelo.


Ketika mereka berdua memasuki teater premier, begitu terkejutnya Shelo melihat semua bangku tidak berpenghuni.


" Kenapa ga ada orang?"


" Tuh ada " Tunjuk Jacob santai mengarah pada petugas bioskop yang berjaga di tangga bertugas mengarahkan setiap pengunjung untuk duduk di seat masing-masing.


" Maksud ku pengunjung lain. Masa cuma kita berdua di ruangan ini. " Kata Shelo merasa aneh, sambil terus menoleh ke kanan juga ke kiri memastikan.


" Ya iyalah, aku ga butuh orang lain. Terserah kamu mau duduk dimana, semua uda aku book." Jawab Jacob tanpa basa basi sambil berjalan memilih seat untuk mereka berdua.


" Dasar semena mena. Nonton itu kan hak semua orang. " Gerutu Shelo heran kepada kelakuan Jacob yang sombong.


Akhirnya film pun di mulai, mereka memilih genre romance komedi sesuai keinginan Shelo.


Sepanjang pemutaran film, Shelo berusaha menikmati alur cerita sambil mengunyah popcorn di dekapannya. Sesekali tawa kecil menghiasi wajah Shelo dan menarik perhatian Jacob yang lebih banyak melihat Shelo daripada layar besar di hadapannya.


Setiap senyum Shelo membuat Jacob juga tersenyum hingga wanita itu menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan.


" Kenapa sih?? Bikin ga nyaman aja. " Kata Shelo menyindir Jacob berharap pria itu berhenti menatapnya.


" Suka suka aku dong. Yang penting kan ga kontak fisik. " Jawab Jacob santai.


" Susah ngomong sama preman. " Kata Shelo putus asa sambil menghela nafas panjang.


Film pun berakhir dengan durasi 110 menit, kurang lebih sebanyak itu pula Jacob memandang wajah Shelo tanpa bosan.


Mereka pun beranjak keluar dari ruangan teater dan terlihat hp Jacob berbunyi karena adanya panggilan masuk.

__ADS_1


" wait. " Perintah Jacob kepada Shelo dan menjauh sambil menerima panggilan yang terlihat penting itu.


Shelo tentu tidak memusingkan dan tidak penasaran sama sekali, karena baginya hubungan yang saat ini ada diantara mereka hanya terikat kesepakatan yang tersisa 1 kali kencan dan selesai.


Namun tidak lama setelah Jacob selesai berbincang, raut wajahnya berubah menjadi menyeramkan dan dengan cepat menarik tangan Shelo keluar dari tempat itu. Shelo tentu merasa aneh dengan perubahan sikap Jacob yang tiba-tiba, genggaman Jacob yang erat membuat nya tidak bisa melawan dan mengikuti nya.


" Apaan sih? kita mau kemana?? Jacob.. wooii. " Sahut Shelo dengan kesal.


" Ada sedikit masalah." Kata Jacob sambil memaksa Shelo masuk ke mobil.


" Ya kalau ada masalah, jangan ajak ajak aku dong. Urus aja sendiri. " Tolak Shelo melepas sabuk pengaman nya, namun di hentikan oleh Jacob.


" Bisa ga sih, sekali aja jangan banyak nglawan. Percaya aja sama aku, kamu itu orang yang jadi prioritas ku sekarang. " Perkataan Jacob seraya membungkam Shelo hingga tidak bisa ber kata-kata.


Entah Jacob menyadari perkataannya atau tidak, namun saat itu Shelo dapat mengetahui perasaan Jacob yang sesungguhnya kepadanya.


Menempuh perjalanan yang cukup jauh, bahkan sampai memgambil arah le luar kota sekitar 3 jam Jacob mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga membuat Shelo menggenggam erat sabuk pengamannya larena takut.


Sesampai nya disana sudah terlihat sederet mobil dan pria-pria garang sejenis Jacob yang menanti bangunan pabrik tidak terpakai dan kosong dengan lahan yang luas. Bahkan anak buah Jacob pun sudah berada disana dengan pandangan mengerikan menunggu kedatangan Jacob.


" Jacob. Jangan bilang kalian... " Tanya Shelo takut.


" Tenang saja. Ga akan terjadi apa apa selama kamu menuruti perkataan ku. Tunggu disini."


Namun Shelo memcengkeram lengan baju Jacob menghentikkan.


" Kenapa kamu bawa aku kesini sih?? Aku mau pulang aja. Berikan kunci mobil mu." Kata Shelo mendapat solusi untuk dirinya sendiri.


" Kamu akan dalam bahaya kalau ku tinggal sendirian. Kita sudah sering jalan bareng. Mata mata mereka pasti tau kalau sekarang kamu adalah kelemahan ku. Diam disini. " Kata Jacob untuk kedua kalinya membuat Shelo terdiam dengan ungkapan ungkapan tak terduga dari Jacob.


" Sial. Kenapa aku mesti denger kalimat itu di situasi seperti ini. " Gerutu Shelo dan memutuskan untuk menuruti perkataan Jacob untuk berdiam di dalam mobil.


Tepat seperti apa yang dipikirkan Shelo, bahwa kelompok Jacob sedang bermasalah dengan kelompok lain. Walau dirinya tidak bisa mendengarkan percakapan Jacob dan salah satu pemimpin di kelompok lain namun suasana mencekam diantara mereka tidak bisa dipungkiri.

__ADS_1


Shelo yang hanya bisa melihat dari kejauhan ikut merasakan ketegangan itu dan berdoa agar bisa di selesaikan dengan baik baik tanpa ada yang terluka.


Ketika Shelo fokus memperhatikan ketegangan para kelompok pria yang terpecah menjadi dua kubu di hadapan nya, tiba tiba seorang lelaki kekar menyekapnya dari belakang dengan obat bius pada sapu tangan yang di bungkam kan pada bibir Shelo.


Jacob dan anak buah nya tidak memperhatikan keadaan Shelo karena fokus yang terpecah menyelesaikan masalah sengketa antara pemilik club ini.


" Brengs*k, kalo lo ga lepasin anggota gue.. jangan harap gue akan pergi dari tempat ini. " Ancam Jacob tanpa takut.


Inti dari permasalahan mereka ternyata adalah perebutan wilayah untuk ekspansi club. Melihat club yang dimiliki Jacob semakin berkembang, membuat kelompok lain ingin mengusiknya apalagi wilayah club Jacob berdiri merupakan wilayah yang dikuasai oleh gangster lawan. Namun singa tetaplah singa, dia tidak pernah takut sekalipun dengan sesama binatang yang lain. Begitu juga Jacob, terlebih kelompok lawan telah melukai dan menyadera salah satu anggots Jacob sehingga membuat keributan ini semakin memanas.


" Jadi, lo tetep ga mau berbagi atau menyingkirkan club lo dari wilayah gue? " Tantang pemimpin gangster lawan.


" Jangan mimpi. Dengan lo ngeroyok anggota gue, bakal bikin gue takut? cuuiihh... " Sahut Jacob tanpa takut dan tetap pada pendirian nya.


Ia tetap mempertahankan apa yang sudah ia bangun dan tidak mau berbagi keuntungan sepeser pun kepada kelompok itu walaupun ia tahu bahwa memang wilayah yang digunakannya merupakan milik kelompok lain.


" Oke. Kalo emang itu mau lo. Sebagai ganti wilayah gue yang udah lo ambil. Gue nikmati wanita ini. " Sindir pemimpin lawan sambil menunjukkan Shelo yamg sudah pingsan berada di pelukan pria kekar yang ditugaskan untuk menculiknya.


Mata Jacob begitu terbelalak kaget melihat hal tersebut, keberadaan Shelo yang ia sembunyikan di mobil jauh dari kerumunan itu ternyata diketahui oleh pihak lawan. Kemarahan begitu terpancar dari sorot mata Jacob dan para anggotanya ikut terkejut melihat wanita yang beberapa minggu ini mengisi keseharian bos mereka ikut terseret dalam masalah.


" Bos.. apa yang harus kita lakukan? Mereka tidak pernah setengah setengah menyakiti orang. " Bisik salah satu anggota kepercayaan Jacob.


" Gue juga ga pernah setengah setengah. " Jawab Jacob dengan marahnya.


" Jackpot... jadi, deal?? " Kata pimpinan lawan dengan senyum kemenangan di wajahnya karena berhasil menemukan kelemahan Jacob.


" Dasar pengecut biad*b. Melibatkan wanita. " Umpatan marah Jacob, namun dalam hatinya sangat khawatir dan tidak bisa melepaskan pandangannya pada Shelo yang terancam.


Selama menggeluti dunia pekerjaan dan bisnis yang kelam ini, Jacob sama sekali tidak pernah membiarkan kekalahan terjadi dalam kelompoknya. Namun saat ini, ia menjadi menyadari bahwa Shelo telah memiliki ruangan penting di dalam hidupnya sehingga membuatnya sulit membuat keputusan.


Harga diri di hadapan anggota dan lawannya,


Atau wanita yang hari hari ini mengisi hidupnya..

__ADS_1


" AAAARRRGGGHHH.... " Teriak Jacob frustasi sambil melampiaskan kemarahan nya dengan memghancurkan kaca kaca mobil yang terjangkau oleh nya.


Pihak lawan pun tertawa puas berhasil membuat Jacob kesulitan seperti itu untuk pertama kalinya.


__ADS_2