My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 41 " Arvi is back "


__ADS_3

Keadaan Arvi semakin membaik dari hari ke hari, semangatnya untuk sembuh semakin kjat dengan kehadiran Shelo yang setiap hari meluangkan waktu untuk merawat Arvi di rumah sakit bahkan sesekali menginap di ruangan Arvi.


Setelah pertemuan dan perbincangannya dengan ibu Arvi, kini satu rintangan dapat mereka lalui. Mereka berdua begitu bahagia dan melengkapi hari hari dengan canda tawa yang sempat hilang tertutup kebencian.


Pada malam hari, terlihat Arvi yang baru selesai membersihkan diri di kamar mandi sedangkan Shelo merapikan tempat tidur Arvi.


Rasa sakit Arvi sudah semakin menghilang dan 2 hari lagi dia diperbolehkan pulang oleh dokter.


" Malam ini kamu tidur disini kan?? " Tanya Arvi manja sambil tiba tiba memeluk Shelo dari belakang.


" Ehhmmm... kan kamu uda sembuh, besok lusa boleh pulang. Kayaknya udah ga butuh diawasi lagi kan. " Jawab Shelo menggoda Arvi.


" Tetep perlu lah. Mau sehat mau sakit, inti nya perlu kamu. Kalo bisa, kita tinggal bersama. Kamu ikut aku pulang." Sahut Arvi tidak mau melepaskan Shelo.


" Jangan ngawur Arvi. Kita kan... " Jawab Shelo canggung.


" Kita kenapa?? karena kita bukan suami istri lagi?? Ya udah.. besok kita nikah. " Sahut Arvi santai, membuat Shelo tertawa.


" Kamu makin ngelantur ngomongnya. " Jawab Shelo menertawakan jawaban Arvi.


Namun dengan segera, Arvi memutar tubuh Shelo ke hadapannya agar bisa memandang wajah Shelo dan menatapnya serius.


" Aku ga becanda Shel. Aku mau hidup bersama kamu lagi. " Kata Arvi serius membuat Shelo berhenti tertawa dan memperhatikannya.


" Kita bisa hidup bersama setelah semua selesai. Aku ga mau ada kesalahan lagi Arvi. Kita baru saja memutuskan untuk memulai kembali, kita lakukan semuanya secara bertahap ya. " Jawab Shelo bijaksana tanpa menyakiti perasaan Arvi.


Di tengah perbincangan serius mereka, terdengar ketukan pintu dan orang yang berkunjung adalah Resa. Dia masuk ke kamar Arvi sambil membawa ipad nya dengan ekspresi kesal membuat Arvi dan Shelo bertanya tanya.


" Maaf pak, saya mengganggu malam malam. Tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan. " Kata Resa serius.


" Iya, saya tau kok dari ekspresi kamu. Ada apa?? " Jawab Arvi santai.


" Kalau begitu, aku tunggu di luar ya. " Pamit Shelo ingin memberi mereka privasi, namun Arvi menahan nya.

__ADS_1


" Tetaplah disini. Aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari mu. " Kata Arvi.


" Hasil penyelidikan polisi atas kecelakaan mobil bapak adalah karena perbuatan seseorang. " Kata Resa mulai menjelaskan.


" Maksud mu? ada orang yang ingin membuatku celaka? " Tanya Arvi terkejut.


" Benar pak. Setelah memeriksa keadaan mobil anda, ada yang sengaja merusak rem mobil anda. Rekaman kamera cctv menunjukkan pergerakan seseorang, tetapi tidak bisa di identifikasi karena ia dengan sempurna menyamarkan diri dan saat ini masih dalam pencarian. " Lanjut Resa menjelaskan situasinya.


Arvi dan Shelo dengan seksama memperhatikan rekaman cctv di area parkir apartmen tempat tinggal Arvi.


" Tunggu. Berarti dia sudah memperhatikan kita sebelum melakukan ini. " Kata Arvi berpikir keras mencoba menebak pelaku.


" Benar sekali pak. Karena saya dapat memastikan, bahwa hanya saya dan bapak yang mengetahui tempat tinggal anda yang baru. Bisakah anda mengatakan kepada saya, akhir akhir ini anda berselisih dengan siapa yang tidak saya ketahui? " Tanya Resa menginterogerasi bos kesayangan nya.


" Aku tidak merasa berselisih dengan siapapun. Siapa yang berani macam macam bermain dengan nyawa ku. " Jawab Arvi mulai geram.


" Tenang.. Kita tidak boleh gegabah. Kita selidiki siapa pelaku nya dan pastikan dia mendapat hukuman yang setimpal. " Kata Shelo mencoba mendinginkan suasana.


" Saya menyelidiki secara pribadi dengan beberapa anak buah saya dan menanyakan beberapa hal kepada security apartmen. Tidak ada tamu yang mencurigakan malam itu, namun dari beberapa daftar pengunjung hati itu, ada 1 yaitu kelompok teknisi yang memperbaiki fasilistas apartmen dan seseorang datang terpisah dari kelompoknya dengan ciri ciri sama seperti yang terekam di cctv ini. Namun ketika saya memeriksa ke perusahaan teknisi tersebut, tidak ada pegawai seperti yang dimaksud itu. " Kata Resa panjang lebar setelah berhari hari menyelidiki kasus ini ketika Arvi berjuang hidup di rumah sakit.


" Dia tidak bisa memperhatikan dengan jelas karena topi dan masker yang menutupi orang tersebut. Namun dia sempat menyebutkan bahwa orang tersebut memiliki tato ular di pergelangan tangannya. " Kata Resa menjelaskan lagi.


" Siapa sebenarnya si brengs*k ini?? "


Ketika Arvi dan Resa sibuk berdiskusi, Shelo memperhatikan perbincangan mereka dengan seksama dan mulai memikirkan sesuatu yang mencurigakan mengikuti feeling nya.


" Saya mengunjungi beberapa tempat tato untuk melacaknya, tetapi terlalu banyak dan sangat sulit mencarinya. Bagaikan mencari jarum dalam jerami. " Jawab Resa sambil menghela nafas panjang karena frustasi mencari si pelaku.


' Apa mungkin semua ini ulah Jacob?? Terakhir kali kami bertengkar dan dia menghilang tidak ada kabar. Aku harus memastikan nya sendiri. ' Kata hati Shelo yang mulai menerka nerka dengan semua kebetulan ini.


" Shel, kenapa kamu diem?? capek ya?? " Tanya Arvi yang memperhatikan Shelo terdiam.


" Ehmm.. engga, cuma penasaran aja sama pelakunya. " Jawab Shelo menutupi dugaannya.

__ADS_1


" Tenang aja, aku pasti bisa menemukan orang ini dan kasi ganjaran atas perbuatannya. Kalau dia pikir bisa lolos dari aku, itu salah besar. " Jawab Arvi tegas dan berkharisma.


Semangat hidup dan kewibawaannya kembali lagi setelah Shelo hadir kembali dalam hari harinya.


" Benar bu. Saya akan selalu ada di samping pak Arvi untuk menangkap orang ini. Saya juga sudah menyiapkan pengawal untuk bapak, saya tidak akan membiarkan kejadian ini terulang lagi. " Sahut Resa.


" Ga usah lebay. Saya sudah sembuh, sudah kembali seperti semula. " Jawab Arvi menertawakan tindakan Resa yang protektif.


" Aku setuju sama Resa. Lebih baik cari aman, sampe pelaku ini tertangkap. " Kata Shelo mendukung Resa.


Waktu berganti, dan Shelo memutuskan serta memberanikan diri untuk menemui Jacob yang berada di club nya untuk memastikan dugaan nya.


' Tenang Shel. Kamu sudah sering bersama Jacob, jangan takut. ' Kata hati Shelo menyemangati diri sendiri.


Ketika ia menginjakkan kaki di club Jacob, semua pengawal Jacob sudah mengenal wanita ini dan tidak ada satupun yang berani menghalanginya.


" Bos ada di ruangannya. " Kata salah 1 pengawal Jacob.


" Terimakasih. " Jawab Shelo.


Kedua matanya terus memperhatikan setiap gerak gerik anak buah Jacob yang terlihat disana, dengan tujuan membandingkan dengan pelaku yang terekam cctv namun tidak ada hingga dia memasuki ruangan Jacob.


Terlihat lelaki itu duduk santai di kursi kerja nya menyambut Shelo dengan sekaleng soda.


" Wow.... seperti menang lotre, melihat mu mendatangi ku tanpa alasan. " Kata Jacob menyambut kedatangan Shelo.


" Aku.. aku hanya penasaran, setelah kita bertengkar.. tidak ada kabar dari mu. Aku hanya khawatir kamu membuat kerusuhan. " Kata Shelo berusaha keras mencati cari alasan dan bingung harus menyelidiki darimana.


" Ketika aku mengejarmu, kamu menjauh. Ketika aku melakukan hal lain, kamu mencari ku. " Sindir Jacob santai.


" Melakukan hal lain?? Sesuatu yang buruk??? " Shelo pun tidak bisa menahan rasa penasaran nya dan to the point mulai memancing Jacob.


" Tentu saja, semua pekerjaan ku adalah sesuatu yang buruk. Kamu cukup mengenalku kan. "

__ADS_1


Aura Jacob seperti kembali ke tempat semula sebelum ia banyak menghabiskan waktu bersama Shelo yaitu kejam, brutal dan tanpa ampun hingga membuat Shelo sedikit mulai ketakutan berada di sekitar Jacob.


" Kalau begitu, aku akan menanyakan 1 hal. Apa kecelakaan Arvi juga berhubungan dengan mu?? " Tanya Shelo tegas dan menyembunyikan rasa takutnya.


__ADS_2