My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accindent Destiny Part 27 " Berkencanlah Denganku "


__ADS_3


‘ Berkencanlah dengan ku sebanyak 3x, aku akan menghapus hutang gadis itu dan menjamin bahwa tidak akan ada satu pun yang mengganggu kehidupan nya ‘


Itu adalah pesan yang tertulis di balik kartu nama Jacob Eleazer, pria 31 tahun yang ditakuti oleh banyak kelompok gangster ibukota karena pekerjaan gelap yang terkenal yang membuatnya sukses.


Shelo yang sedang makan malam bersama Ayu dan Mia semakin merasa kesal setelah membacanya. Nafsu makan pun hilang, dia hanya bisa menahan emosinya dan menghela nafas panjang menenangkan diri.


Ayu dan Mia yang merupakan sahabat karib Shelo, tentu sudah mendengar kisah menyedihkan Diva yang tidak lain adalah karyawan meraka juga.


“ Terus gimana keputusan lo? ” Tanya Mia di sela-sela makan malam mereka di restoran pizza.


“ Ga mungkin lah gue nurutin permintaan konyol ini. ” Jawab Shelo tegas.


“ Iya juga sih. Bisa-bisanya loe keseret dalam masalah ini ? Sama jaringan badboy kayak gitu lagi. Sereeem… ” Sahut Ayu.


“ Kalian punya duit ga buat bantu Diva ?” Tanya Shelo tanpa basa basi.


“ Lo kan tau sendiri, duit kita muter buat kembangin bisnis. Nominal nya ratusan Shel.. Bahkan bunga nya berjalan sampai detik ini.. ” Jawab Mia to the point dan keberatan.


“ Iya juga sih, gue juga udah ga ada duit lagi. Kemarin gue pake buat bantu Diva, itupun masih kurang banyak. ” Jawab Shelo makin pusing sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


Setibanya di rumah, Shelo beristirahat di kamar dan terus memegang kartu nama Jacob sambil memikirkan solusinya. Ia pun memberanikan diri untuk mengetik nomor Jacob di hpnya dan memulai bernegosiasi melalui chat.


“ Ini Shelo. ” Ketik Shelo melalui aplikasi whatsap nya.


Hitungan menit Jacob pun langsung menelepon Shelo setelah membaca pesannya.


Jacob : Akhirnya kamu cari aku juga.. (Jacob tersenyum senang)


Shelo : Ga usah basa basi deh. Maksud kamu apa ngajak aku kencan ?


Jacob : Oh.. itu penawaran bagus kan ? Cuma kencan aja 3 kali sama aku. Hutang gadis itu lunas.


Shelo : Kamu pikir aku akan percaya gitu aja sama kamu ? Orang seperti kamu kan mengerikan.


Jacob : Terus ? Kenapa kamu hubungi aku kalau ga mau ?

__ADS_1


Shelo : Aku Cuma mau nego aja dengan persyaratan lain, bukan kencan.


Jacob : Gak ada. Yang aku mau Cuma kencan sama kamu. Deal ?


Shelo : …………..


Jacob : Halo ?


Shelo : Aku akan pikirkan cara lain untuk bantu Diva bayar hutangnya. Ga ada gunanya ngomong baik-baik sama kamu. (Jawab Shelo memutus panggilan Jacob)


Keesokan harinya di Mishela boutique, terlihat Shelo sedang duduk termenung di meja kasir sambil melihat Diva melayani customer yang berbelanja.


Ia ingin mengacuhkan tawaran Jacob, namun disisi lain hanya itu yang bisa dia lakukan untuk membantu Diva.


Selesai melayani customer, Shelo mendekati Diva dan mengajaknya berbincang.


“ Div.. kamu serius mau jual rumah kamu ?” Tanya Shelo mendadak.


“ Iya kak, ga ada pilihan lain.. aku juga harus mengembalikan uang kakak. Aku ga mau merepotkan siapa-siapa lagi. ” Jawab Diva dengan tenang dan ikhlas.


Keterpurukan Diva mengingatkan Shelo pada kisahnya 2 tahun lalu, yang membuat ibu dan Sesil ikut hidup susah bahkan jauh dari kota.


“ Oke. Kamu jaga toko sendiri sebentar ya. ” Pamit Shelo mengambil tas dan jaket nya seraya meninggalkan toko.


Shelo bergegas menghubungi Jacob dan mengajaknya bertemu di sebuah café untuk membicarakan kesempatan yang diberikan Jacob demi menghapus hutang Diva.


Namun Shelo yang datang lebih dulu sudah menyiapkan selembar kertas dan materai dan menuliskan sebuah perjanjian.


Jacob yang di tunggu akhirnya datang dan duduk di hadapan Shelo sambil menikmati rokoknya seperti biasa.


“ Baca ini. ” Kata Shelo menyodorkan kertas yang sudah berisi tulisan tangan nya dan materai yang sudah tertempel dibawah tulisan Shelo.


“ Tiga kali kencan, tanpa kontak fisik, lokasi dan kegiatan sesuai keinginan pihak perempuan. Hahahaha “ Jacob pun tertawa setelah membaca persyaratan yang diajukan oleh Shelo.


“ Kekanak-kanakan. Hahahaha ” Ejek Jacob tanpa henti membuat Shelo kesal.


“ Aku trauma dengan sebuah kesepakatan. Suka tidak suka itu syaratku.” Jawab Shelo dengan wajah serius mengingat trauma masa lalunya yang juga berawal dari sebuah kesepakatan.

__ADS_1


“ Tenang saja. Aku memang hidup di dunia yang gelap, tapi prinsip ku tidak pernah berubah selama 31 tahun ini. Aku tidak akan menyakiti wanita tua dan wanita cantik.” Kata Jacob sambil menanda tangani syarat Shelo di atas materai untuk meyakinkan wanita yang membuatnya begitu penasaran ini.


Setelah selesai, mereka berdua keluar dari café menuju mobil masing-masing. Saat Shelo hendak masuk ke mobil, Jacob menghentikannya dan memberikan sebuah kotak hadiah kepada Shelo.


“ Pakai ini saat kencan dengan ku. Hubungi aku jika sudah tau ingin pergi kemana. Jangan terlalu lama, aku tidak suka menunggu. ” Kata Jacob sambil memberikan bingkisan itu dan berlalu pergi.


Saat berada di dalam mobil, Shelo pun penasaran dan membuka kotak hadiah itu. Terdapat 3 pakaian yang Jacob pilih saat mengujungi toko Shelo, betapa terkejutnya dia dan kehabisan kata-kata.


“ Ciihhh… dasar orang gila. ” Gerutu Shelo dan melempar hadiah Jacob ke bangku belakang.


Malam hari di club Jacob. Suasana ramai dan meriah terlihat seperti biasanya. Banyak anak muda sampai dewasa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang disana.


Terlihat Jacob yang berada di lantai VIP sedang menikmati minuman sambil melihat kemeriahan para penikmat hiburan malam yang menari di bawah.


Suasana hati Jacob begitu senang dan sesekali memeriksa hpnya berharap jika Shelo menghubunginya sewaktu-waktu.


“ Whats up bro ??” Sapa seorang teman lamanya dari belakang.


“ Hei bro.. long time no see. ” Jawab Jacob membalas sapaan teman lamanya dengan pelukan welcome, Orang itu adalah Evan.


“ Gimana gimana ? Gue denger lo baru pulang dari Singapore.. bisnis kasino lo lancar disana ?” Tanya Evan sambil mengambil minumannya.


“ Lo liat sendiri dong. Gue makin kaya bro.. ” Jawab Jacob sambil memamerkan club nya yang semakin banyak.


“ Seru lo bro.. Punya bisnis sesuai passion. Ga kayak gue. ” Evan pun mengeluh.


“ Come on bro, tinggalin aja bisnis sampah lo.. Sini, bisnis sama gue. ” Ajak Jacob.


“ Serius bro.. Andai aja lo abang gue. Kehidupan kita se frekuensi. Hahahaha.. Gue kehilangan banget bro, selama lo di Singapore.. ” Lanjut Evan sambil merangkul Jacob yang ternyata adalah teman nya selama ini.


Pertemanan mereka sempat terpisah jarak karena Evan yang berkuliah di Amerika dan Jacob yang mengurus bisnis kasino di Singapore, bahkan hingga saat ini ia tidak menyadari kejadian-kejadian yang dialami Evan 2 tahun lalu berhubugan erat dengan wanita yang menarik perhatiannya.


“ Btw.. hari ini club lo ada barang cantik ga bro ? Gue lagi bosen butuh temen tidur.. ” Tanya Evan yang mengumpamakan wanita sebagai barang.


“ Lo cari aja bro, gue lagi ga fokus merhatiin malem ini. ” Jawab Jacob tampak cue dan sesekali melihat hp nya.


“ Tumben bro.. Hahahaha.. Abis makan apa lo ?” Evan pun merasa aneh dengan sikap tak biasa Jacob.

__ADS_1


“ Ada laah pokoknya.. Gue nemu yang special. ” Jawab Jacob sambil tersenyum bahagia.


__ADS_2