
Keseharian Shelo pun kembali seperti biasanya, tidak ada hari libur untuk Mishela boutique karena customer berdatangan lebih padat saat weekend.
Kesepakatan Shelo, Mia dan Ayu adalah mengambil hari libur secara bergantian agar operasional tetap berjalan. Terkadang mereka mengambil cuti 2 sampai 4 kali dalam sebulan jika memang dalam keadaan mendesak, namun selama bisnis berjalan mereka sungguh bekerja keras dengan mengorbankan waktu libur untuk tetap bekerja.
Hari ini jadwal Shelo bertukar jaga dengan Mia yang artinya Shelo menjaga di cabang kedua sedangkan Mia di Mis One.
Sudah hampir satu jam mobil Arvi mengawasi dari sebrang jalan toko namun sama sekali tidak melihat keberadaan Shelo. Beberapa hari ini Arvi selalu menyempatkan diri untuk datang walau hanya sekedar melihat wanita itu dari kejauhan, akan tetapi hari ini ia merasa kecewa karena tidak melihat Shelo sama sekali.
“ Apa dia sakit ?” Gerutu Arvi yang duduk di dalam mobil.
“ Saya akan mencoba mencari tau informasinya pak. ” jawab Resa yang duduk di bangku driver seperti biasa.
“ Sudahlah. Cukup, jangan cari tahu lagi. Mungkin ini saatnya untuk berhenti berbuat bodoh seperti ini. ” Jawab Arvi meyakinkan dirinya untuk berhenti melihat Shelo walau dalam hatinya rasa penasaran itu semakin besar.
“ Baik pak. Saya antar kembali ke kantor. ” Jawab Resa dan melaju pergi meninggalkan tempat itu.
Berbeda dengan Arvi yang terus menghindar, Jacob menjadi semakin tertarik dan penasaran hingga ia menyuruh beberapa anak buahnya melaporkan setiap kegiatan Shelo beserta beberapa foto yang menunjukkan keberadaan wanita itu serta apa yang sedang diakukannya.
Sambil duduk santai di kamarnya, Jacob tidak bosan untuk terus memandang foto Shelo yang dikirim melalui email oleh anak buahnya. Senyum terpukau Jacob pun tak terhindar ketika melihat Shelo tampak kasual hari ini dengan kaos slimfit abu-abu dan celana jeans serta rambut yang terikat semua keatas.
“ Wanita ini benar-benar membuatku gila. ” Kata Jacob terpesona.
Ketika waktu menunjukkan pukul 8 malam, Shelo dan Ayu menutup toko dan menguncinya. Mereka bergegas ke mobil masing-masing untuk pulang dan saling berpamitan. Volume customer hari ini cukup ramai hingga membuat mereka berdua harus pulang agak terlambat.
Ketika perjalanan pulang, Shelo menghindari kemacetan dengan mengambil jalur yang sedikit lebih jauh dan lebih sepi.
Perasaan tak enak Shelo muncul ketika terlihat sebuah mobil asing sedang mengikutinya. Shelo pun menambah kecepatan dengan pijakan gasnya hingga membuat jarak yang semakin jauh dengan mobil asing itu.
“ Siapa sih ?? annoying banget. ” Kata Shelo gugup sambil terus memperhatikan lewat spion di dalam mobilnya.
Panggilan masuk di hp Shelo membuatnya makin terkejut di tengah-tengah keberadaannya yang sedang di ikuti oleh mobil asing dan panggilan itu ternyata berasal dari Jacob. Shelo menyalakan Bluetooth mobilnya untuk menerima panggilan Jacob.
“ Halo. ” Jawab Shelo.
“ Halo. Bagaimana dengan kencan kedua kita?” Tanya Jacob yang tidak sabar tanpa basa basi.
“ Aku sedang tidak ingin membahasnya. ” Jawab Shelo tidak fokus.
“ Jangan terlalu lama. Cepat tentukan. ” Kata Jacob mendesak.
“ Aku tidak bisa berpikir sekarang, tunggu saja kabar dariku. Aku masih ada trouble.” Jawab Shelo yang makin gugup karena mobil asing itu tetap mengejar di belakangnya bahkan semakin dekat.
Mendengar nada bicara Shelo yang tampak panik, membuat Jacob penasaran.
“ Apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya Jacob memastikan.
__ADS_1
“ Entahlah. Ada seseorang yang daritadi mengikuti ku. ” Jawab Shelo jujur tidak punya pilihan lain.
“ Jangan pulang, dia akan mengetahui rumah mu. Pergilah ke club ku, kalau dia tetap mengikutimu.. orang orang ku akan membereskannya.” Kata Jacob memberi solusi kepada Shelo.
Awalnya Shelo sempat ragu namun apa yang dikatakan Jacob masuk akal juga, akan lebih baik jika ia berhenti di tempat yang ramai dan tidak mengikuti nya ke rumah.
Setelah memikirkan itu, Shelo segera mengganti arah tujuannya dan berbelok menuju club Jacob yang pernah dikunjunginya bersama Diva.
Seperti dugaan yang dikatakan Jacob mobil CRV hitam itu tetap mengikutinya tanpa lelah. Tidak berniat mendahului tetapi juga tidak terlalu mendekati, walau begitu perasaan Shelo tetap tidak tenang apalagi ia pernah mengalami teror dari keluarga Arvi dua tahun lalu meskipun ia sudah bersembunyi sampai di kaki gunung.
30 menit perjalanan, Shelo tiba di depan club milik Jacob dan memeriksa sekitar. Mobil CRV hitam yang tidak dia kenal itu masih terpantau oleh pandangan Shelo walau jaraknya agak jauh dan semakin membuat Shelo bertanya-tanya juga ketakutan.
Tuk tuk tuk… Suara ketukan di jendela mobil mengagetkan Shelo, dan ternyata itu adalah Jacob yang sudah standby menunggu Shelo disana.
“ Jacob. Kamu bikin kaget aja. ” Sahut Shelo kaget dan juga lega karena setidaknya ia menemukan seorang kenalan.
Shelo pun turun dari mobil dan menghampiri Jacob.
“ Dia masih mengikuti mu? ” Tanya Jacob khawatir.
“ Disana. ” Kata Shelo sambil menunjuk ke arah mobil CRV itu parkir tidak begitu jauh dari club Jacob.
Setelah melihat petunjuk Shelo, Jacob pun memberikan kode kepada para pengawal nya untuk beraksi. Empat orang lelaki kekar dengan membawa senjata seperti tongkat dan pisau segera mematuhi perintah Jacob dan menghampiri mobil CRV itu.
“ Pastikan kalian mendapatkan dia. Bawa kepadaku hidup-hidup. ” Perintah Jacob sadis.
“ Apa yang kamu lakukan? Jangan biarkan mereka berbuat kekerasan. ” Kata Shelo mencoba memberi pengertian kepada Jacob agar tidak main hakim sendiri.
“ Kekerasan itu dunia ku. Tidak usah khawatir, biar mereka yang menangani baj*ngan itu. ” Jawab Jacob santai sambil menarik Shelo yang terlihat kebingungan antara ingin menghentikan perbuatan Jacob, namun juga takut dengan mobil asing yang mengikutinya.
Mobil CRV asing yang menyadari datangnya bahaya pun segera membalikkan arah dan pergi menjauh, namun ia sudah terlanjur ketahuan oleh anak buah Jacob hingga kejar-kejaran pun terjadi.
Di lain sisi, Jacob mengajak Shelo masuk ke ruangannya di dalam club dan tidak melepaskan Shelo hingga orang asing itu tertangkap.
Shelo tentu saja merasa tidak nyaman berada di ruangan Jacob dan berduaan saja, apalagi suasana semakin malam dan club Jacob semakin ramai pengunjung yang menikmati hiburan malam dengan pesta minuman beralkohol.
“ Sepertinya sudah aman. Aku mau pulang saja. ” Kata Shelo beranjak dari tempat duduknya.
“ Tunggu sebentar lagi disini, sampai mereka mendapatkan baj*ngan itu. ” Sahut Jacob menghentikan Shelo dan memberikan segelas minuman beralkohol yang tentu saja ditolak oleh Shelo.
“ Aku tidak minum minuman seperti ini. ” Jawab Shelo menolak.
“ Coba saja. Kamu pasti menyukainya. ” Paksa Jacob mulai nakal.
“ Jangan macam-macam dengan ku. ” Shelo menampik gelas yang ada di tangan Jacob.
__ADS_1
“ Lain kali aku akan menyediakan minuman non alkohol untukmu. ” Kata Jacob santai dengan senyum nakalnya.
“ Tidak ada lain kali. Ini kali terakhir aku datang ke tempat seperti ini.” Perkataan Shelo yang terus menerus menentang Jacob semakin membuat pria ini penasaran terhadap Shelo.
Jacob pun mendekati Shelo dengan pandangan seakan ingin memiliki Shelo.
“ Apa yang mau kamu lakukan ?? Jangan macam-macam, atau aku akan teriak.” Shelo pun jadi gugup dan takut melihat Jacob yang terus mendekatkan diri ke arahnya sampai ia terojok di dinding dan kedua tangan Jacob menghadang jalannya untuk kabur.
“ Teriakan mu tidak akan ada artinya disini. ” Jawab Jacob membuat Shelo semakin takut dan akhirnya menangis.
“ Jangan lakukan itu padaku. ” Teriak Shelo sambil menangis dan menundukkan kepalanya dengan sangat takut.
Jacob yang hanya ingin bermain-main dan menggoda Shelo seraya menjadi berdebar ketika melihat wanita itu menangis.
“ Kenapa nangis sih ? Come on.. aku Cuma bercanda. ” Sahut Jacob memberi ruang pada Shelo.
“ Dasar brengs*k. Sama sekali ga lucu. ” Tamparan Shelo pun melayang karena sangat emosi sudah dipermainkan oleh Jacob.
Sifat brutal Jacob pun terpancing begitu Shelo menamparnya dengan keras. Mata penuh nafsu Jacob pun terarah saat melihat Shelo, dengan segera ia menarik tubuh Shelo dan memeluk pinggang Shelo dengan erat hingga usaha wanita itu untuk melepaskan diri begitu sulit.
“ Jacob.. Kamu gila.. lepaskan aku.. ” Teriak Shelo yang terus berusaha menolak Jacob yang ingin mencium bibirnya dengan paksa.
Bagaikan serigala kelaparan, Jacob yang sudah banyak sekali pengalaman berhasil mencium bibir Shelo walau sekejap dan tamparan kedua pun dia dapatkan dari Shelo.
PLAAKK..
“ Semua sama saja. Laki-laki brengs*k. Seharusnya aku tidak mendengarkan mu dan datang kesini. ” kata Shelo yang naik pitam diperlakukan seperti itu oleh Jacob yang membangkitkan ingatan pahitnya di masa lalu.
Entah mengapa tamparan kedua Shelo membuat Jacob jadi merasa bersalah untuk pertama kalinya. Ia yang selalu dengan mudah mempermainkan wanita, sama halnya seperti barang kini tidak bisa menahan rasa bersalahnya kepada Shelo.
“ Sorry Shel… ” Masih berat bagi Jacob untuk mengutarakan rasa bersalahnya karena tidak terbiasa dengan semua ini.
Shelo yang menatapnya penuh kebencian akhirnya memilih pergi dari ruangan Jacob.
Begitu marah hati Jacob saat ini karena rasa penyesalannya yang tidak bisa mengendalikan diri. Dia melemparkan gelas dan botol minuman yang ada dekatnya untuk melampiaskan emosinya.
“ Siaall… Bego… ” Kata Jacob sambil meyalahkan diri sendiri.
Di tengah ke frustasian Jacob, datanglah anak buahnya yang berhasil menangkap pengemudi mobil CRV yang mengikuti Shelo. Para pengawal menarik paksa lelaki yang sudah babak belur tak berdaya dan pakaian compang camping karena siksaan anak buah Jacob.
“ Kami berhasil mendapatkan nya bos.” Lapor salah satu pengawal Jacob.
Jacob yang masih terbakar emosi, mendekat melihat wajah si penguntit itu lebih dekat. Wajah yang memar memar dan darah yang belum kering di pelipis alisnya tidak membuat Jacob simpati sama sekali.
“ Apa tujuan mu mengikuti wanita ku ?” Tanya Jacob sambil mencengkeram dagu lelaki itu.
__ADS_1
Namun tanpa rasa takut, lelaki itu membalas tatapan Jacob dan memberi jawaban yang mengejutkan.
“ Dia bukan wanitamu dan dia bukan urusanmu. ” Jawab Resa dengan berani.