My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 25 " Bertemu Bad Boy Lagi "


__ADS_3

Kepadatan dan kekacauan di club malam itu membuat Arvi kehilangan pandangannya terhadap Shelo dalam sekejap. Ia terus berusaha mencari keberadaan wanita yang beberapa detik lalu ia lihat, namun terhalang banyaknya orang yang semakin menikmati dinginnya malam bersama botol alkohol.


Keberadaan Shelo saat ini ternyata sudah di ruangan lintah darat yang menculik adik Diva, terlihat ruangan itu dijaga oleh banyak pria dan Nana duduk sambil menangis ketakutan di sebelah pria bertato bak ketua mafia yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tidak masuk akal.


“ Tolong pak… lepaskan adik saya. Dia tidak bersalah. ” Kata Diva memohon dan terus menangis.


“ Emang kamu bawa uangnya ?? ” Tanya lelaki jahat itu.


“ Diva tidak punya uang sebanyak itu. Tolong beri dia waktu dan kembalikan adiknya.” Sahut Shelo mencoba membantu Diva.


“ Siapa kamu? Ikut campur urusan kami. ” Bentak pria lintah darat itu.


“ Saya orang yang menggaji Diva. Saya tidak bisa tinggal diam melihat anda melakukan hal seperti ini kepada adiknya. Jika anda tidak melepaskan gadis itu, saya akan lapor polisi. ” Kata Shelo mengancam tanpa takut.


Melihat kecantikan Shelo, mata nakal pria itu langsung berbinar dan dipenuhi pikiran kotor. Ia mendekat ke arah Shelo yang makin terpojok ketakutan sambil terus melangkah mundur dan mundur.


“ Kamu kira saya takut?? Kamu kira polisi bisa menangkap ku ?? Hahaha.. ” Jawab pria jahat itu tidak takut dengan ancaman Shelo, sama seperti yang dikatakan Diva.


“ Jangan macam-macam… ” Kata Shelo yang mulai takut karena pria jahat itu terus mendekat kepadanya, sedangkan Diva yang ingin menolong Shelo langsung di hadang oleh seorang pengawal. Langkah kaki Shelo semakin mundur dan mundur ketakutan hingga ia terjatuh ke pelukan lelaki asing yang tiba-tiba datang dan menopang tubuh Shelo.



“ Apa yang kamu lakukan ??” Bentak lelaki itu membuat pria hidung belang itu tidak berkutik dan menjauhi Shelo.


Sedangkan Shelo terkejut setengah mati dan belum beranjak dari pelukan lelaki bernama Jacob itu. Perawakannya tinggi dengan tubuh proporsional, rambut cepak, maco, sebuah anting kecil di telinga kirinya dan tato ular melingkar di tangan kirinya.

__ADS_1


Setelah menatap Shelo sejenak, ia segera membantu Shelo yang akhirnya bisa berdiri tegak lagi.


“ Bos, dia salah satu debitur kita. Dia mengancam akan lapor polisi. ” Kata pria hidung belang itu kepada Jacob atau yang sering dipanggil Jack.


“ Oh.. jadi kamu bos nya, bagus lah.. Cepat lepaskan gadis itu. Kami akan berusaha membayar hutang dan bunga tidak masuk akal yang kamu berikan itu dan jangan ganggu keluarga Diva lagi. ” Kata Shelo mengembalikan keberaniannya di hadapan Jacob yang masih diam tenang memandang Shelo.


Melihat itu Jacob hanya tersenyum kecil sambil menghisap rokoknya dan duduk santai menggantikan tempat pria hidung belang yang menculik Nana.


“ Pergilah. ” Kata Jacob melepaskan Nana. Semua tersentak kaget melihat Jacob melepaskan Nana semudah itu termasuk Shelo.


“ Aku akan mengirimkan sejumlah uang untuk membantu Diva, mohon tidak melakukan hal kejam seperti ini lagi sampai kami bisa melunasinya. ” Jawab Shelo melindungi Diva dan Nana yang saling berpelukan erat di belakang Shelo.


“ Siapa nama mu ?” Tanya Jacob penasaran tanpa melepaskan pandangannya pada Shelo.


“ Kamu ga perlu tau. ” Jawab Shelo ketus dengan tatapan sinis, dan membawa diva serta Nana keluar dari ruangan menyeramkan itu.


“ Sejak kapan aku mengijinkan mu menculik seorang gadis hah ??” Teriak Jacob begitu marah melihat perbuatan anak buahnya.


Ternyata pemilik tempat hiburan tersebut adalah Jacob, ia tidak hanya berbisnis club malam dan pinjaman berbunga namun ia juga menjalankan bisnis lain seperti kasino bahkan perdagangan senjata illegal yang kadang harus membuatnya pergi sampai luar negeri..


“ Maaf bos, kami hanya ingin dia jera dan segera membayar hutangnya. ” Kata pria itu takluk pada Jacob.


“ Apa kamu sudah lupa ?? Jangan melakukan sesuatu yang tidak aku sukai. Mulai hari ini, wanita itu jadi urusan ku. ” Sahut Jacob memutuskan.


“ Baik bos, kedua gadis itu sudah 2 tahun ini mempunyai hutang yang macet. Aku akan memberikan semua data tentang gadis itu. ” Sahut si pria itu lagi.

__ADS_1


“ Bukan… bukan dia, tapi wanita sok berani yang melindungi mereka. Dia membuatku penasaran. ” Kata Jacob santai mulai tertarik pada Shelo.


Shelo, Diva dan Nana berhasil keluar dari tempat mengerikan itu meski mereka belum sepenuhnya lega karena para renternir itu bisa datang lagi kapan saja dan melakukan hal buruk.


Meski begitu Diva begitu berterima kasih dan bersyukur karena kebaikan hati Shelo, pelukan hangat pun diberikan kepada Shelo yang telah dengan ikhlas bahkan mau mengeluarkan sejumlah uang untuk membantu Diva.


“ Makasih ya kak, makasiiih banyak. Aku janji akan berusaha mengembalikan uang kak Shelo. ” Kata Diva bersyukur.


“ Jangan terlalu dipikirkan. Aku harap ini semua bisa menjadi pelajaran untuk kamu. Seputus asa apapun, jangan pernah berhubungan dengan orang-orang seperti itu. Sekarang kita harus cari cara untuk melunasi hutang kamu Diva. ” Jawab Shelo ikut memikirkan masalah Diva.


“ Aku rasa, aku harus menjual rumah ku kak. Setelah kejadian ini aku bener-bener takut kalau mereka akan menyakiti keluarga ku.” Jawab Diva jalan pintas.


“ Jangan kak, kita mau tinggal dimana ? Cuma rumah itu yang kita punya. ” Sahut Nana di tengah pembicaraan Shelo dan Diva.


“ Jangan terburu-buru mengambil keputusan Div, sekarang sudah malam. Lebih baik kita pulang dulu dan memikirkan solusi lain. ” Kata Shelo bijak.


Dengan mobil sederhana Shelo yaitu Agya hitam, ia mengantarkan Diva dan Nana pulang ke rumah dan berpisah.


Selama perjalanan pulang, Shelo memikirkan hal lain yang juga mengganggu nya saat ini yaitu pertemuan tidak terduganya dngan Arvi yang nampak begitu kacau dan berperilaku buruk.


“ Aku tidak peduli… tidak pedulii… ” Gerutu Shelo sambil menyetir, menolak untuk membayangkan Arvi yang masih terlintas di pikirannya.


Hal yang sama juga dialami Arvi saat perjalanan pulang ke apartmen, begitu menyesalnya ia harus bertemu dengan Shelo dengan keadaan kacau seperti itu apalagi pertemuan itu sangat singkat bahkan dirinya tidak sempat menghampiri dan kehilangan jejak Shelo.


Dalam hati kecil Arvi, ia hanya bisa berharap bahwa takdir dapat mempertemukan mereka kembali entah kapan dan dimana.

__ADS_1


Berbeda halnya dengan Jacob, pria yang sedang menikmati minuman alkoholnya di penthouse yang mewah tidak kalah dari Arvi sambil membaca sesuatu di ipadnya, yaitu sebuah informasi yang mudah sekali didapat bagi bos dari kelompok penjahat seperti dirinya.


“ Shelomita Deana Putri, 23 tahun, Mishela boutique. “ Gumam Jacob dengan senyuman jahatnya, seakan ingin melakukan sesuatu kepada Shelo.


__ADS_2