My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 33 " Diantara Mereka "


__ADS_3

Perlahan Shelo membuka mata dan tersadar dari bius yang diterimanya secara tiba-tiba akibat pertikaian kelompok Jacob dengan kelompok lain. Rasa pusing dan lemas dirasakan Shelo karena efek obat yamg dia hirup. Ketika tersadar ia terkejut menyadari keberadaan nya di dalam mobil Jacob, dengan setting tempat yang sudah berbeda dari sebelumnya.


Jacob dan Shelo sudah berada di area parkir dekat toko Shelo, namun Jacob tidak membangunkan wanita itu. Ia hanya duduk diam di sebelah Shelo dan menunggunya sadar.


" Kamu gapapa?? " Tanya Jacob setelah melihat Shelo bangun. Namun perasaan kesal sudah memenuhi hati dan pikiran Shelo hingga malas untuk melihat Jacob.


Shelo membuang muka dan berpaling keluar dari mobil Jacob dengan lemas.


Tidak menyerah dengan perhatiannya, Jacob juga keluar dari mobil menghentikan Shelo.


" Shel.. Sorry. " Kata Jacob merasa bersalah.


" Mulai sekarang jauh-jauh dari aku. Aku ga sudi terlibat dengan masalah mu. " Tolak Shelo tegas.


" Aku ga bisa jauh dari kamu. Kamu sudah jadi kelemahan aku. " Jawab Jacob tidak menyerah dan menahan erat tangan kiri Shelo.


" Lepas Jacob. Hidup ku sudah penuh masalah, jangan menambah hal-hal tidak penting seperti ini lagi. " Tolak Shelo sekali lagi sambil berusaha melepas genggaman Jacob, namun malah semakin erat.


" Aku ga bisa Shel. Kita baru memulai semua ini. " Perkataan dan ekspresi Jacob langsung berubah mengerikan. Jacob menunjukkan sisi ambisius dari dirinya ketika menginginkan sesuatu yang sangat disukainya.


" Lepaskan tangan kotor mu, brengs*k. " Tanpa di sangka dan sangat mengejutkan Shelo, tiba tiba Arvi yang melihat kejadian ini tidak bisa menahan diri untuk hanya menjadi penonton.


" Arvi??? " Kata Shelo sangat terkejut.


" Oh.. lo lagi.. Gue ga ada urusan sama lo. " Jawab Jacob mulai kesal, terlebih lagi dia sudah mengetahui masa lalu Shelo bersama lelaki itu begitu juga Arvi sudah menyelidiki latar belakang Jacob.


Karena rasa cemburu yang dirasakan Arvi, dia semakin tidak bisa menjauh dari Shelo bahkan semakin sering memantau kegiatan Shelo walaupun dari jauh.


" Kalo gue bilang lepas ya lepas. Jangan memaksa wanita ini. " Jawab Arvi tidak kalah tegas sambil meraih tangan kanan Shelo.


Kondisi pun jadi sangat menegangkan, lagi dan lagi.. Shelo melewati hari ini dengam berbagai masalah yang semakin membuat nya pusing. Genggaman tangan kedua pria itu sangat kuat hingga membuat tangan nya memerah dan kesakitan.


" Kalian berdua menyakiti tangan ku. " Kata Shelo tanpa pilih kasih.


Mendengar itu, Arvi segera melepaskan genggaman nya agar tidak menyakiti Shelo. Berbeda dengan Jacob yamg masih terlihat berambisi.


" Jacob.. Lepas. " Shelo pun emosi dan menarik paksa tangan nya dari Jacob.


" Kalau mau berkelahi silahkan. Aku pergi. " Sahut Shelo dan hendak meninggalkan mereka, namun ketika Shelo beranjak.. Arvi dengan segera menghentikan langkah nya.


" Kita harus bicara Shel. " Kata Arvi lembut.

__ADS_1


" Tidak ada yang perlu dibicarakan. Jangan libatkan dirimu dalam urusan ku lagi. Bersikap lah seperti selama 2 tahun ini, menikmati kehidupan masing-masing. " Jawab Shelo menghindar dan menjauh pergi.


Percakapan kedua lelaki itu pun berlanjut setelah Shelo pergi. Rasa saling membenci, saling ingin menyingkirkan terpampang nyata pada ekspresi wajah mereka.


" Arvinas Javier Osmond. Lelaki tidak bertanggung jawab, yang menceraikan istri nya 2 tahun silam. Kenapa tiba-tiba jadi pencitraan di tengah hubungan orang lain. " Sindir Jacob santai sambil menyalakan rokoknya dan bersandar di samping mobilnya yang terparkir.


" Bajing*n sepertimu, jangan harap bisa memiliki hubungam dengan wanita seperti dia. " Jawab Arvi kesal.


" Kenapa?? karena dia masih jadi mainan mu?? " Sahut Jacob lagi.


" Binat*ng sepertimu tidak akan tahu apa yang namanya cinta. Sehelai saja lo berani menyentuh dia, jangan harap hidup lo tenang. " Ancam Arvi sambil mendekat ke arah Jacob.


Gertakan Arvi tentu semakin memprovokasi Jacob, dia membuang rokok nya dan mulai serius menanggapi Arvi.


" Jangan mengganggu harimau yang sedang mengejar betina nya, kalau lo masih ingin hidup. " Jacob pun membalas ancaman Arvi.


Perselisihan semakin sengit dan mereka tampak menahan emosi masing-masing.


" Jangan mimpi. Gue ga akan biarkan hidupnya menderita karena lelaki biad*b spertimu. " Kata Arvi terus mengecam Jacob.


" Benarkah?? lalu bagaimana dengan bapak Arvinas yang terhormat? lelaki sukses.. kaya.. terhormat.. tapi tidak bisa melindungi istri nya. " Perkataan Jacob seketika membuat Arvi terdiam.


" Seharusnya, lo ga memungut barang yang udah lo buang. Dua tahun, lo kemana aja bro?? kalau udah slesai ya udah.. pergi aja, jangan balik lagi. Gue pastikan wanita itu bahagia bersama gue. " Bagaikan menang telak dengan mengungkit masa lalu Arvi, Jacob pun tersenyum penuh percaya diri dan pergi meninggalkan Arvi yang terdiam menahan emosinya.


Shelo beristirahat di sofa toko tanpa melakukan apapun, namun tetap saja terganggu oleh kejadian yang terjadi di area parkir tadi.


Hal yang saat ini lebih mengganggu nya adalah kedatangan Arvi yang sangat mengejutkannya, bahkan menyentuh nya.


Lelaki yang membuat Shelo berpikir itu tampak mendatangi dan memasuki toko Shelo.


" Selamat datang.. " Sapaan Mia yang hari ini bertugas menjaga toko bersama Shelo pun tergagap karena terkejut melihat kedatangan Arvi setelah sekian lama.


" Lo?? Ngapain kesini? " Tanya Mia ketus membenci Arvi setelah mengetahui semua kejadian pahit yang dialami sahabatnya.


" Shelo.. dimana dia? " Tanya Arvi dingin, yang dipedulikan nya adalah bertemu Shelo.


" Gak ada. Cari aja di tempat lain. " Usir Mia jutek.


" Kalau begitu, biar aku cari sendiri. " Jawab Arvi tidak ingin memperpanjang perdebatan itu.


Namun belum sampai ia mencari, terlihat Shelo keluar dari ruangan tempatnya istirahat setelah mendengar keributan di luar.

__ADS_1


" Mau apa?? " Tanya Shelo tanpa basa basi dengan wajah pucat dan lemasnya.


" Shel.. gue keluar dulu. " Pamit Mia memahami situasi dan meninggalkan mereka berdua.


" Aku.. aku cuma tau kondisi kamu. " Jawab Arvi gugup.


" Masih hidup. Bisa kamu lihat sendiri. Kalau ga ada kepentingan lagi, silahkan keluar. " Kata Shelo mengusir Arvi.


Mendengar perkataan Shelo, membuat Arvi tidak bisa menahan diri. Dengan cepat ia mengambil langkah mendekat dan memeluk Shelo dari belakang.


" i miss you. " Kata Arvi lembut.


Betapa terkejutnya Shelo dengan pelukan Arvi, dadanya merasa sesak dan sakit bagai tertikam. Namun tubuhnya menolak untuk mendorong Arvi menjauh, hingga pergejolakan batin Shelo terjadi.


Kedua mata nya mulai berkaca-kaca setelah sekian lama, bisa merasakan pelukan hangat Arvi.


Untuk sesaat Shelo terlena, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari Arvi dan gagal.


Semakin Shelo meronta semakin erat pelukan Arvi untuk dirinya.


" Arvi,sadarkan dirimu. Hubungan kita sudah berakhir. Bagi ku, kamu cuma orang asing. " Kata Shelo berusaha menolak perlakuan Arvi.


" Aku sudah berusaha.. sangat berusaha dan terus berusaha untuk melupakan mu. Tapi tidak bisa, sangat sulit sampai rasanya ingin mati. Aku tahu, luka yang sudah aku buat di hatimu.. tidak akan sembuh begitu saja, maafkan aku. " Begitu menyedihkan pengakuan Arvi hingga membuat air mata Shelo berlinang.


" Arvi. Kita sudah punya kehidupan masing-masing. Jangan mengungkit dan melihat masa lalu lagi. " Jawab Shelo terus berusaha menolak Arvi.


Ia melepaskan diri dari pelukan Arvi dan berusaha kuat memandang wajah Arvi, lelaki yang pernah mengisi hari-hari nya dengan penuh cinta.


" Pergi lah Arvi. Aku harap kita tidak bertemu lagi. " Usir Shelo untuk kedua kalinya.


Arvi dengan berat hati mengalah dan berpaling pergi, namun langkah kakinya sangat berat tidak ingin pergi.


Untuk sejenak, Arvi berhenti terdiam dan memikirkan sesuatu.


Dengan penuh keberanian, Arvi berpaling kembali dan berjalan ke arah Shelo.


Tangan kanan nya meraih pinggang Shelo hingga tidak ada jarak di antara mereka dan tangan kirinya dengan lembut menyentuh pipi Shelo.


Dan ciuman pertama Arvi setelah sekian lama, mendarat sempurna di bibir Shelo merona miliknya yang diam terpaku karena kejadian tak terduga yang di alami nya saat itu.


Namun anehnya, ketika pikiran Shelo ingin menghentikan ciuman Arvi tidak bisa di ikuti oleh tubuhnya. Bibir nya seperti mati rasa dan membiarkan bibir Arvi menyentuhnya dengan lembut.

__ADS_1


' Kenapa aku masih berdebar seperti waktu dulu ' Kata hati Shelo.


__ADS_2