My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 43 " Tertangkap "


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, terlihat Arvi duduk santai di balkon apartmen nya dengan piyama dan secangkir kopi di tangan nya, menikmati udara pagi setelah beberapa minggu terkurung di rumah sakit untuk pemulihannya. Suasana hati Arvi sangat damai terutama karena kemarin ia berhasil menemui kembali keluarga Shelo untuk berterus terang tentang hubungan mereka berdua yang berjalan kembali.


" Morning, sayang.. udah bangun? " Sapaan pagi Arvi kepada Shelo melalui panggilan hp nya.


" Ehmm.. Morning.. Udah, barusan bangun. " Jawab Shelo


" Jadi, gimana? mama kamu semalam ngomong apa? " Tanya Arvi penasaran, karena semalam dia tidak mendapatkan respon yang cukup baik dari ibu Shelo.


" Panjaaaang banget, semalem ngobrol sama mama.. U know lah, mama butuh waktu. Sorry kalau kemarin mama kurang ngrespon kamu. "


" Jadi, mama kamu belum merestui kita?? "


" Hmmmm ya gitu deh. " Jawab Shelo dengan suara lesu.


" Its ok. jangan menyerah. Aku akan selalu yakinin mama dan Sesil, menjaga kalian lebih baik dari sebelumnya. " Kata Arvi menghibur Shelo. Namun mendengar itu, Shelo malah tertawa kecil.


" Emang aku bilang kalo mama ga kasih restu?? hehehe.. Mama kasih kita kesempatan kok untuk memperbaiki semua. Apa yang buat aku bahagia, mama juga bahagia. " Kata Shelo usil.


" Seriuusss??? Mama kamu bilang gitu?? " Betapa exited nya Arvi dan melompat girang mendengat kabar dari Shelo bahwa keseriusan Arvi meluluhkan hati ibu Shelo yang baik hati.


" Iya. Mulai sekarang kita harus bahagia. " Jawab Shelo tidak kalah senangnya.


Beberapa saat kemudian, mereka mengakhiri pembicaraan itu dan melakukan aktifitas masing masing. Kegiatan Arvi cukup padat, banyak perjanjian kerja yang tertunda karena kecelakaan yang dialaminya serta penyelidikan pelaku yang sengaja membuatnya celaka masih terus bergulir.


Pihak polisi cukup kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku, karena rencana yang cukup rapi dan mengandalkan rekaman cctv tanpa ada jejak yang lain.


Begitu juga dengan Shelo, karena ia harus merawat Arvi yang sakit maka dirinya rela mengorbankan waktu kerja nya sehingga Mia harus mengurus toko sendirian hingga jatuh sakit.


Karena merasa bersalah, Shelo memaksa Mia untuk beristirahat saja di rumah dan ia akan menyelesaikan urusan toko sendirian.


Hari pun semakin gelap, Shelo masih sibuk menyelesaikan beberapa pesanan customer dan membuat pembukuan di meja kasirnya.


Hingga waktu terus berlalu dan ia lupa waktu yang saat ini sudah menunjukkan pukul 9 malam, persiapan toko untuk tutup.


Ia dan Arvi hari ini sibuk masing masing dan sesekali hanya berkabar via chating dan telepon. Banyak nya pekerjaan membuat mereka saling mengerti dan memahami.


Beberapa pemilik outlet tetangga sudah berlalu pulang, bahkan tak lupa menyapa Shelo yang masih berantakan dengan pekerjaannya.

__ADS_1


" Bye. Hati hati di jalan. " Kata Shelo pada salah seorang pemilik outlet di sebelahnya.


Ketika lingkungam semakin sepi, Shelo memutuskan untuk mulai menutup semua tirai toko dan papan close. Namun terdengar seseorang membuka pintu.


" Maaf, kami sudah tu... " Belum selesai Shelo mengatakannya, begitu terkejutnya ia melihat bahwa Evan datang sendirian mengunjungi nya.


" Oohhh.. Jadi ini kerjaan lo sekarang. " Kata Evan yang tidak segan masuk ke toko Shelo.


" Mau ngapain kesini? Kita ga ada urusan. "


Kata Shelo ketus dan berusaha mengacuhkan Evan.


" Jangan sok jual mahal. Bukannya sekarang lo suka main sama sembarang cowok ya? Bahkan cowok selevel Jacob. " Sindir Evan lagi mendekati Shelo.


" Jangan ngawur. Pergi dari sini, sebelum gue teriak. " Ancam Shelo sambil berusaha menggunakan hp nya.


Namun Evan malah semakin tertarik dan mendekat, ia melempar hp Shelo ke lantai tanpa pikir panjang.


" Teriak aja. Gue pastikan, lo ga bisa lolos dari gue. Lo harus dapet pelajaran buat kelakuan sok lo di depan sahabat gue. " Ancam Evan.


Shelo pun mulai ketakutan dan berlari menghindar, namun Evan menghadangnya.


" Kita nostalgia, oke. " Kata Evan sambil melemparkan tubuh Shelo ke sofa dan merobek kancing pakaian Shelo hingga setengah terbuka.


" Lepasiiin.. tolooong.. " Shelo terus berusaha melawan, namun Evan begitu kuat membungkam mulut nya dan menindih tubuh Shelo hingga sulit bergerak.


" Gue kan udah bilang, gue pasti hancurin hidup lo. Cewek ga tau diri. Dengan lo hancur, kakak gue juga pasti hancur. " Kata Evan yang terus memegang paksa Shelo.


Mendengar perkataan itu, Shelo pun jadi teringat kecelakaan yang baru saja di alami Arvi. Dia menggigit tangan Evan agar bisa terlepas dari mulutnya.


" Oh, jadi lo pelaku nya. Lo yang buat Arvi celaka. " Di tengah situasi genting, Shelo masih bisa bisa nya memancing Evan.


" Lo itu bukan sekedar binatang, tapi lo itu iblis. Belum cukup pelecehan yang lo lakuin ke gue. "


" Terserah lo mau bilang apa, gue cuma mau lo hancur. Semua rencana gue untuk jadi pewaris tunggal Osmond gagal. Dan sekarang gue tau apa yang harus gue lakukan untuk hancurin Arvi. Kalau dia bisa beruntung dengan selamat dari kecelakaan mobil yang sengaja gue buat, kita liat apa dia masih bisa bertahan kehilangan lo dengan kondisi mengenaskan seperti ini." Niat jahat Evan pun diungkapkan dengan mudah, karena disana mereka hanya berdua dan malam ini akan menjadi kiamat terbesar dalam hidup Shelo dengan melecehkannya sekali lagi.


Ketika Shelo yang sudah compang camping berjuang keras untuk melepaskan diri dari Evan namun tidak berhasil.. terdengar suara seseorang memecahkan kaca toko Shelo.

__ADS_1


PRAAANGGG...


" Bangs*t lo.. " Jacob datang menolong Shelo dan tanpa segan memukul Evan yang sedang dalam posisi akan melecehkan Shelo.


Mereka pun bertengkar dan Evan lebih banyak terkena pukul oleh Jacob yang sangat emosi. Sedangkan Shelo dengan segera bersembunyi sambil menutupi bagian pakaiannya yang sobek dan menangis ketakutan.


Setelah Jacob berhasil memukuli Evan hingga pingsan tak berdaya, dengan banyak darah di wajahnya. Ia melepas jaket kulit nya dan menghampiri Shelo yang bersembunyi di sudut toko sambil menangis.


" Jacob.. " Kata Shelo sambil menangis tersedu sedu di pelukan Jacob.


" Sorry, aku terlambat.. " Kata Jacob menenangkan Shelo dan menelepon anak buahnya untuk menyeret Evan ke kantor polisi. Untuk pertama kalinya Jacob mau melibatkan polisi dalam urusannya dan tidak membunuh musuhnya, mengingat bagaimanapun juga Evan adalah sahabatnya.


Shelo pun teringat sesuatu, ia bergegas mencari keberadaan hp miliknya yang sempat di buang oleh Evan di dalam toko yamg sangat berantakan karena kejadian itu.


Evan, Jacob dan Shelo pun bergegas melalui investigasi di kantor polisi untuk dimintai keterangan. Sedangkan Evan yang tersadar dengan kondisi babak belur, begitu emosi dan tidak percaya dengan perbuatan Jacob yang menghajarnya dan memasukkannya dalam sel tahanan.


Arvi yang mendapat kabar pun bergegas meninggalkan semua urusan dan pekerjaannya untuk menghampiri Shelo di kantor polisi.


Setibanga disana, amarah Arvi tak terbendung. Ia menghampiri sel Evan berada dan berusaha menggapai Evan untuk menghajarnnya.


" Brengs*k, buka pintu nya. BUKAA.. " Resa dan beberapa petugas polisi mencoba menahan Arvi agar tidak memperkeruh suasana.


" Tenangkan diri anda pak. " Kata Resa menahan Arvi yang sangat emosi.


Dia bergegas memeluk Shelo yang begitu berantakan dan masih terisak tangis di sana.


" Mohon tenang pak, agar investigasi bisa berjalan dengan lancar. Setelah kami memeriksa keadaan pelaku, pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras." Kata polisi yang menangani kasus itu.


" Saya tidak peduli. Saya mau dia di hukum seberat berat nya. Saya muak dan saya tidak punya hubungan apapun dengan bajing*n itu. Ini sudah kedua kalinya dia melecehkan.... " Arvi pun menahan kata kata nya di hadapan banyak orang karena tidak tega melihat Shelo.


" Kejadian hari ini, adalah yang kedua kalinya saya dilecehkan oleh lelaki itu. " Kata Shelo melanjutkan perkataan yang tidak bisa disampaikan oleh Arvi dan Jacob demi harga diri Shelo.


" Tidak hanya itu. Dia juga adalah otak dari kecelakaan mobil yang dialami Arvinas Javier Osmond. " Shelo melanjutkan kesaksiannya sambil menyerahkan hp miliknya. Semua yang berada disana tercengang kaget mendengar perkataan Shelo.


" Apa maksud kamu?? " Kata Arvi tidak menyangka.


Flashback pada kejadian sebelum Shelo diserang, Shelo sempat mengambil hp nya.. namun apa yang disangka Evan bahwa dia akan mencari pertolongan ternyata salah. Shelo lebih memilih menyalakan recorder hp miliknya untuk merekam semua perkataan dan pelecehan yanh dilakukan Evan, namun yang didapati juga sama mengejutkannya seperti yang di dengar oleh Shelo. Bahwa demi merebut posisi pewaris Osmond, Evan yang memang tidak cocok dengan cara kerja Arvi rela melakukan segala cara untuk menyingkirkan Arvi.

__ADS_1


" Saya pastikan.. Bajing*n itu harus menerima hukuman yang setimpal, walaupun saya harus melawan orangtua saya sendiri. Tidak akan ada lagi kata damai. " Kata Arvi tegas setelah mengetahui semua kenyataan itu.


__ADS_2