My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 28 " First Date With Badboy "


__ADS_3

Dua hari setelah pertemuan Jacob dan Shelo, akhirnya hari untuk kencan pertama mereka pun telah diputuskan oleh Shelo dengan terpaksa namun sangat membantu Diva melunasi hutang.


‘ Hari ini datang ke toko ku jam 7 malam ‘ Pesan singkat Shelo untuk Jacob sambil menghela nafas panjang. Diva melihat dan merasa bersalah karena Shelo jadi kerepotan menghadapi Jacob.


“ Maafkan aku kak. Seharusnya kakak tidak perlu membantu ku sampai sejauh ini. ” Kata Diva merasa bersalah.


“ Jangan bilang begitu. Selama aku bisa membantu mu, pasti akan aku lakukan. Tenang saja, aku sudah menyiapkan ini kalau dia berbuat macam-macam. ” Jawab Shelo berusaha bersikap santai sambil menunjukkan alat kejut kecil sebagai senjata perlindungan dirinya.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam dan seperti permintaan Shelo, Jacob datang menjemputnya. Jacob dengan senangnya menghampiri Shelo yang sedang membereskan meja kasirnya, begitu semakin tertariknya Jacob saat Shelo memakai salah satu pakaian pilihannya yaitu jumpsuit warna cream dengan bentuk Sabrina pada bagian dada hingga tulang selangka Shelo nampak begitu indah.


“ Waw… Beautiful. ” Kata Jacob selengekan.


“ Hmm… tunggu sebentar lagi. ” Jawab Shelo lesu dan malas melihat kedatangan Jacob yang hari ini tampil menggunakan kaos hitam ditutupi jaket kulit, membuatnya semakin maco namun tidak bagi mata Shelo, lelaki itu tetap preman baginya.


“ Apa yang akan kita lakukan hari ini ?” Tanya Jacob penasaran dengan harapan kencan pertama mereka akan romantis dan menyenangkan.


“ Sebentar lagi juga kamu akan tau. ” Kata Shelo dengan senyum sinis nya seakan merencanakan sesuatu.


Situasi nampak begitu mengejutkan bagi Jacob ketika ia selesai memarkirkan mobilnya di halaman salah satu Grocery Shop ibukota. Melihat ekspresi Jacob yang begitu kesal, membuat Shelo tersenyum puas.



“ Shiiitt… Untuk apa pergi ke tempat seperti ini ?” Kata Jacob kesal.


“ Apa lagi kalau bukan belanja.. kebetulan hari ini waktunya belanja bulanan. ” Jawab Shelo dengan santainya.


“ Kamu ingin main-main dengan ku ya ?” Tanya Jacob mulai emosi dan mendekat ke arah Shelo.


“ Bukan nya kamu udah setuju, semua sesuai permintaan ku. Jadi jangan banyak protes. ” Kata Shelo sambil berlalu pergi meninggalkan Jacob yang melampiaskan frustasinya dengan menendang ban mobilnya.


“ Sialan. Tunggu aja giliran mu. ” Gerutu Jacob dengan kesalnya ingin membalas perbuatan Shelo.


Kereta belanja Shelo pun mulai terisi beberapa barang kebutuhan sehari-hari, sedangkan Jacob dengan geram mengikuti setiap langkah Shelo. Tanpa memikirkan perasaan Jacob yang kesal, dia tetap tenang berbelanja hingga kereta nya bertabrakan dengan kereta belanja orang lain tanpa sengaja.

__ADS_1


BRAAKKK… Beberapa barang belanjaan orang itu pun jatuh di lantai.


“ Sorry… ” Kata Shelo rendah hati, namun ia mendapatkan makian dari wanita setengah baya yang menabrak nya.


“ Gimana sih, berhenti di tengah jalan. Ga pernah ke supermarket ya. ” Bentak wanita itu dengan kasar kepada Shelo yang membantu mengambil barang yang terjatuh di lantai.


“ Bikin repot aja. Kalau ada yang rusak, kamu harus ganti.. ambilin yang baru. ” Lanjut wanita itu marah-marah sedangkan Shelo berusaha tidak membalas agar tidak berbuntut panjang.


Namun entah mengapa Jacob yang sedari tadi hanya diam memperhatikan terpancing emosi oleh makian wanita itu.


“ Anda ngerti kata sorry ya ?” Sahut Jacob dengan tatapan tajam.


“ Ga usah ikut campur kamu. ” Sahut wanita itu tanpa takut.


“ Dasaarr… ” Jacob pun makin kesal dan berniat menjungkir balik kan kereta belanjaan wanita itu namun Shelo dengan sigap menahan tangan Jacob dengan erat.


“ Stop Jacob… ” Kata Shelo menghentikan perbuatan Jacob yang diliputi emosi.


Melihat ekspresi Jacob yang mengerikan, wanita menyebalkan itu memilih untuk menyudahi dan pergi dengan kereta belanjaannya.


“ Susah ya kalau ajak preman ke tempat seperti ini. ” Jawab Shelo dengan santainya sambil pergi meninggalkan Jacob.


“ Dasar cewek aneh, giliran ga ada yang lucu dia tersenyum. ” Gerutu Jacob sambil kembali mengikuti Shelo.


Kurang lebih selama dua jam mereka berada di Grocery Shop untuk berbelanja, kemudian mereka pun pergi melanjutkan acara mereka yang menurut Jacob sudah berantakan dan tidak sesuai ekspektasinya.


Dengan mengkuti arahan Shelo, tibalah mereka di salah satu tempat makan sederhana yang pasti bukan style Jacob sama sekali.



Jalan yang sempit membuat mereka harus berjalan kaki untuk sampai ke tempat yang di inginkan Shelo, yaitu restoran dim sum yang sudah lama berdiri hampir 25 tahun.


Bangunan-bangunan tua dan rapuh tampak pada dinding restoran itu.

__ADS_1


Perasaan jijik dan tidak nyaman tentu melingkupi diri Jacob saat ini.


“ Apa tidak ada tujuan lain. Aku akan membawa mu ke restoran yang lebih layak. ” Kata Jacob sambil menarik tangan Shelo dengan spontan.


“ No kontak fisik. ” Jawab Shelo mengingatkan perjanjian mereka dan membuat Jacob segera melepaskan gandengannya.


“ Aku ingin mencoba makanan disini, katanya terkenal enak. Jadi jangan mengeluh. ” Jawab Shelo dengan sengaja membuat Jacob tidak nyaman.


Shelo begitu merasa puas bisa mempermainkan si pria nakal yang sombong ini, dalam benak Shelo.. Jika Jacob bisa berbuat seenaknya maka Shelo juga bisa.


Akhirnya mereka duduk berhadapan sambil menunggu makanan yang mereka pesan, dan perbincangan pun dimulai.


“ Hei.. kamu itu memang bodoh atau aneh sih ? Sebelumnya ga pernah kencan ya ? Dari sekian banyak wanita yang kukencani, normalnya mereka akan meminta ku pergi ke tempat yang mahal, mewah atau minimal belanja aksesoris branded. Bagi ku uang bukan masalah, jadi kamu jangan sungkan. ” Tanya Jacob setengah menghina Shelo.


“ Aku tau, kamu punya banyak uang dari bisnis bisnis gelap mu itu. Tapi di kehidupan ku yang dulu, aku melalui segala sesuatu dengan semua kemewahan dan berakhir tidak bahagia. Jadi simpan saja uang mu itu untuk wanita lain. ” Jawab Shelo tegas.


“ Waahh… aku selalu kalah kalau bicara dengan mu. Benar-benar menyebalkan. “ Kata Jacob merasa kesal karena Shelo selalu berhasil membuatnya kehabisan kata-kata.


Di sela perbincangan mereka, makanan pun datang dan aromanya begitu lezat di penciuman mereka. Jacob yang awalnya merasa tidak nyaman mulai menyesuaikan diri sambil memandang Shelo yang begitu menikmati makanannya.


“ Kenapa diem aja? Ga mau ?” Tanya Shelo yang melihat Jacob belum menyentuh makanan sama sekali dan hanya terdiam.


“ Kamu saja yang makan. Aku ga nafsu. ” Jacob meletakkan sumpitnya dan mengeluarkan sekotak rokok kesukaannya.


Lagi-lagi Shelo mengambil kotak rokok Jacob dengan cepat dan mencegahnya.


“ Jangan ganggu pernafasan orang lain, apalagi saat dengan ku. Aku sangat tidak suka.” Sahut Shelo dan menyimpan kotak rokok itu agar tidak bisa dijamah oleh Jacob.


“ Ga usah ngatur-ngatur.. Sini balikin… ” Belum selesai Jacob berbicara, sepotong dim sum di jejalkan ke dalam mulut nya oleh Shelo yang kesal melihat kelakuan childish Jacob.


“ Jangan banyak bicara. ” Kata Shelo ketus.


Begitu kagetnya Jacob dengan mulut yang penuh makanan membuatnya tidak bisa bicara dengan leluasa, Namun perlakuan Shelo yang spontan itu membuat hatinya berdebar untuk pertama kalinya, bahkan lebih kencang dan tidak bisa ia kendalikan.

__ADS_1


Kencan pertama mereka malam itu berjalan dengan sangat sederhana karena permintaan Shelo yang memang sengaja membuat Jacob jengkel kepadanya, akan tetapi hal itu malah membuat pria selengekan dan nakal ini berdebar saat melihat kesederhanaan Shelo yang tanpa basa basi.


__ADS_2