
Ready to go π
Unggahan Instafeed Shelo yang sudah bersiap untuk liburan bersama kedua sahabat nya ke pulau Bali selama 3 hari 2 malam.
Setelah melewati hari hari yang melelahkan dengan pekerjaan dan berbagai macam insiden baik bersama Jacob maupun Arvi, akhirnya tiba hari dimana Shelo melepas kejenuhan dan stres nya bersama para sahabatnya.
Shelo untuk sementara memblokir sosmed dan kontak Jacob, agar tidak terganggu karena ia menyadari bahwa Jacob mulai terobsesi kepada dirinya.
Mereka tiba di bandara Ngurah Rai Bali tepat pukul 10 pagi dan segera melanjutkan perjalanan ke villa di sekitar Ubud.
Villa sederhana untuk mereka bertiga, namun sangat nyaman dan menyegarkan suasana.
Home for 3 days, Bali π
Shelo Ayu dan Mia, benar benar menikmati waktu liburan mereka dan aktif membagikan foto di medsos masing masing.
" Kemajuan Shel.. setelah sekian purnama, gue dapet notif update an sosmed lo. " Canda Ayu membuat Mia dan Shelo tertawa sambil bersantai di ruang tengah villa.
" Apaan sih, dasar lebay. " Jawab Shelo tersipu malu.
" Berenang yuk. Trus ntar malem kita dinner ke seminyak. Setuju ga? " Kata Mia mengusulkan.
" Deal. lets go. Gue uda siapin bikini nih, biar ga sia sia." Jawab Ayu sambil membuka koper nya.
Keseruan pun berlanjut, canda tawa membuat mereka melupakan penatnya pekerjaan. Didukung dengan cuaca yang cerah dan udara yang sejuk dan alami, semakin membuat mereka antusias bermain air di kolam renang villa.
Sedangkan di kantor Arvi, terlihat semua karyawan sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan agar dapat menikmati weekend tanpa beban termasuk Resa.
Setelah menyelesaikan semua keperluan bos nya, Resa mengambil waktu sejenak untuk bermain hp dan begitu terkejut nya ia ketika melihat unggahan di instafeed Shelo yang selama ini tidak pernah ada update an apalagi setelah permasalahan nya 2 tahun lalu.
Walaupun hubungan Shelo dan Arvi sangat tidak baik, namum Resa tetap berteman dengan Shelo di media sosial walaupun tidak pernah ada pembaharuan dari Shelo.
" Wah bu bos lagi liburan. Tumben update di medsos. Aura nya udah berubah. Sayangnya, uda ga sama si pak bos." Gerutu Resa sendirian di meja kerjanya sambil memberi like dan stalking medsos Shelo.
" Lagi liatin apa sih? Daritadi aku panggil ga respon. " Tegur Arvi mendadak yang ternyata sudah menghampiri meja Resa.
Resa yang tidak menyadari nya langsung terkejut dan menyembunyikan hp nya dengan gelagapan, takut jika Arvi melihat dirinya sedang mengamati insta milik mantan istri bosnya dan salah paham.
" Maaf pak.. Saya ga denger. " Jawab Resa tergagap kaget.
" Hari ini semua schedule ku uda beres kan?? Ada tambahan lagi ga yang perlu diberesin? " Tanya Arvi memastikan pekerjaan nya.
" Untuk hari ini sudah selesai semua pak. Tinggal besok, anda harus bertemu presdir Hwang untuk membicarakan kerja sama dengan brand furniture nya di Korea. Hanya saja, saya belum menemukan tempat yang pas untuk meeting. Saya dengar, beliau mengajak anak istri nya, sekaligus berlibur di Indonesia. " Jawab Resa menjelaskan panjang lebar, karena seperti biasa.. Arvi hanya terima beres.
" Kok mendadak, kamu prepare semuanya jangan sampai ada yang terlewat. Untuk mendapatkan ikan yang besar, kita harus beri umpan yang menarik. "
Mendengar perkataan Arvi, terlintas di benak Resa seketika itu untuk mengatur pertemuan mereka di tempat Shelo berlibur. Selama ini Resa merupakan pendukung hubungan mereka dan kesetiaannya tidak perlu diragukan, terlebih lagi melihat perubahan Arvi yang sedikit membaik sejak berinteraksi kembali dengan Shelo.
" Bagaimana kalau ke Bali pak?? Saya rasa, sangat cocok dan menyenangkan kalau mereka bisa berlibur sekalian meeting disana. " Kata Resa mengusulkan berharap Arvi setuju.
" Ngapain ke Bali? Kita bisa sediakan semua yang dia mau disini. Aku malas bepergian. " Tolak Arvi tanpa pikir panjang namun Resa tidak menyerah untuk meyakinkan.
" Pak, Presdir Hwang membawa keluarga nya. Tentu Bali adalah tujuan yang sangat tepat untuk memanjakan mereka. Kata bapak, kita harus memberi umpan yang yang menarik. " Sindir Resa mengembalikan perkataan Arvi sebelumnya.
" Hmmm... ya udah lah, kamu atur aja baiknya gimana. Inti nya setelah meeting, aku langsung balik. Kamu pastikan serve mereka dengan baik disana. " Jawab Arvi setuju, dan seketika Resa sangat senang berhasil memancing bosnya untuk pergi ke Bali. Rencana pun mulai disusun Resa dengan begitu rapi, sambil mencari tepatnya keberadaan Shelo.
" Baguuss.. Saat nya gue beraksi lagi. Hmmm seandainya mereka tau perjuangan gue. " Gerutu Resa menyemangati diri sendiri.
Fasilitas serba privilege disiapkan oleh Resa untuk menyambut kedatangan tamu penting yang akan bekerja sama dengan perusahaan Arvi. Selain itu, Resa juga berencana membuat Arvi bisa bertemu dengan Shelo untuk memperbaiki hubunga mereka.
Termasuk semua yang dibutuhkan Arvi untuk berangkat ke Bali tidak luput dari persiapan Resa. Bahkan ia mencari villa tempat pertemuan Arvi di wilayah yang sama dengan villa Shelo menginap.
Bak dewi fortuna sedang mendukung rencana Resa yang terus memantau medsos Shelo, ia menemukan keberadaan Shelo dengan beralih profesi sebagai stalker.
Good morning, healing place π
πParadise
Unggahan Shelo terbaru tanpa menyadari bahwa Resa yang aktif mengikuti nya sedang merencanakan sesuatu.
Tepat pukul 10 pagi Arvi dan Resa sampai di bandara Ngurah Rai Bali. Resa tanpa antusias dan berharap semua yang direncakannya berhasil.
Setibanya disana, Arvi sudah disambut oleh staff previlege hotel berbintang yang sudah di siapkan oleh Resa dengan mendadak.
__ADS_1
" Selamat pagi Pak, selamat datang di Bali. " Sambut staf hotel yang melayani customes vvip.
" Pagi. " Jawab Arvi dengan cool dan masuk ke alpard yang sudah disediakan sebagai akomodasinya selama di Bali.
Dalam perjalanan tampak Arvi yang sibuk mempelajari semua dokumen yang akan di presentasi kan nya demi keberhasilan kerja sama Osmond untuk ekspansi produk ke Korea Selatan.
" Kamu reservasi hotel di daerah mana? Kok makan makan waktu lama. Kenapa ga pilih yang deket deket aja sih. " Tanya Arvi sedikit protes.
" Saya reservasi di daerah Ubud pak. Disini terkenal dengan keindahan alam dan tidak begitu padat pak. " Jawab Resa mencari alasan untuk meyakinkan Arvi.
" Presdir Hwang sudah datang? " Tanya Arvi lagi.
" Masih di perjalanan pak. Jadwal pesawatnya landing jam 3 sore. Kemudian setelah meeting anda bisa makan malam bersama sekitar pukul 6, saya akan reservasi restoran nya. " Jawab Resa menjelaskan schedule dadakan Arvi.
" Maksud mu reservasi mendadak? kenapa ga makan malam di hotel aja? " Protes Arvi lagi merasa aneh dengan kinerja Resa yang tiba tiba serba mendadak.
" Ehm.. jangan pak, kita harus membuat mereka menikmati keindahan malam pulau Bali. " Lagi lagi Resa mencoba beralasan meyakinkan Arvi.
Tanpa rasa curiga, Arvi hanya mengikuti arahan Resa.. sedangkan Resa tidak lepas perhatian dari hp nya untuk memantau keberadaan Shelo dan menunggu info dari orang suruhannya.
The power of Resa, ia memerintahkan salah satu anak buah nya untuk memantau kegiatan Shelo di sekitar villa.
Karena Resa menyadari bahwa dirinya tidak bisa menghandle semua sekaligus, ia harus mengutamakan pekerjaan terlebih dahulu.
Ready for dinner with my girls π₯
Happy me π€
Tepat pukul 16.30, Shelo tampak sudah cantik dengan unggahan terbarunya bersiap untuk menikmati makan malam bersama para sahabatnya.
Dan si informan yang seharian memantau Shelo pun memberi petunjuk kepada Resa.
" Mereka sedang menuju arah jimbaran. " Pesan singkat sang informan kepada Resa.
Setelah menerima informasi itu, segera Resa meng set up makan malam indah di pinggir pantai Jimbaran yang terkenal dan digemari banyak wisatawan.
Sedangkan Arci yang sama sekali tidak menyadari rencana Resa, masih sibuk meeting di kamar hotel nya bersama presdir Hwang yang berasal dari Korea Selatan.
" I hope, our project will be success. I'm so greatful to join with you. " Kata Arvi mengakhiri meeting.
" Me too. I believe that your parent is so proud to having you as their son. Handsome, smart and hardworker. But, why are you still single? " Puji Presdir Hwang yang kagum dengan integritas dan kharisma Arvi yang berwibawa selama pertemuan mereka.
" Dont worry, i thing you can do it. No reason to ignore a man like you. Dont forget to introduce her to me someday. " Jawab presdir Hwang menyemangati Arvi dan membuat suasana semakin akrab.
" Sure. Wait for it. Lets take a dinner. My assistent preparing a dinner for us. Enjoy Bali, sir. Heaven of Indonesia. " Sahut Arvi sambil menghubungi Resa untuk segera mempersiapkan jamuan makan malam yang sudah diaturnya.
Perjalanan pun dimulai, sekitar menghabiskan waktu 1 jam 10 menit untuk sampai ke Jimbaran. Dan cukup waktu bagi restoran yang di booking secara mendadak oleh Resa.
Arvi yang sudah berganti pakaian santai karena menyesuaikan diri dengan tempat dinner pilihan Resa tampak kurang bersemangat.
Sesampainya disana, terlihat cukup banyak wisatawan yang menikmati makan malam. Arvi pun semakin merasa tidak nyaman, karena jauh dari apa yang dibayangkannya.
" Res, kamu salah minum obat ya? sejak kapan trmpat seperti ini masuk list untuk dinner dengan client. " Kata Arvi marah.
" Tidak ada salahnya mencoba tempat yang baru pak. Saya kira Presdir Hwang akan suka dengan suasana baru ini. " Jawab Resa mencoba mempertahankan argumen.
" Cari tempat lain. Jangan malu malu in nama perusahaan. " Gerutu Arvi kesal.
Namun ketika ia berencana membatalkan dinner di tempat itu, terlihat istri dan anak predir Hwang menikmati deburan ombak di pinggir pantai.
" Im so sorry. My assistent make a mistake. I will lead you to a better place. " Kata Arvi merasa sungkan.
" No. its beautiful place. My wife and my daughter so happy with this place. Look at them, they can enjoying food and playing in the beach. " Tanggapan tak terduga keluar dari mulut Presdir Hwang yang ternyata tidak keberatan dengam tempat itu.
Mendengar jawaban itu, membuat hati Resa lega walaupun ia mendapat tatapan sinis dari Arvi yang masih kesal terhadapnya.
Mau tidak mau, Arvi pun mengikuti keinginan Presdir Hwang dan melanjutkan makan malam mereka disana hingga kedua mata Arvi tertuju pada senyum dan gelak tawa seorang wanita yang ia kenal berada beberapa meter dari mejanya.
Wanita itu adalah Shelo.
Dan rencana Resa mempertemukan mereka, berhasil.
" Gue ke toilet dulu ya. " Pamit Shelo yang baru saja selesai menikmati makan malamnya.
Setelah menuntaskan urusannya di toilet, Shelo tampak terlena menikmati deburan ombak pantai dan berjalan sendirian sebelum kembali ke meja bersama para sahabatnya.
__ADS_1
Angin malam yang menerpa tubuhnya dan mengibaskan rambut panjangnya, membuat dirinya begitu tenang dan bahagia malam itu.
" Hmmmm.... menyenangkan. " Kata Shelo sambil menghela nafas menikmati udara malam di tepi pantai.
Dan tiba tiba seseorang menarik lembut tangan nya yang dingin.
" Shelo. " Begitu terkejutnya Shelo melihat bahwa lelaki yang menariknya adalah Arvi, lelaki yang sama sekalo tidak terpikirkan olehnya akan bertemu di tempat itu.
" Arvi?? Kamu... " Sahut Shelo tergagap tidak percaya melihat kehadiran Arvi.
" Senang bertemu dengan mu disini. " Rasa bahagia tidak bisa terbendung dalam hati Arvi.
Bagaikan menemukan mutiara di gundukan pasir, begitu bahagianya ia menemukan wanita ini.
Resa yang menemani presdir Hwang melihat dari kejauhan dengan ekspresi bangga dan puas karena rencana serta perjuangannya tidak sia sia.
" Kenapa kamu bisa ada disini? " Tanya Shelo salah tingkah saking kagetnya.
" Aku sedang makan malam dengan clien, dan tanpa sengaja melihat kamu. " Jawab Arvi yang masih betah menggenggam tangan Shelo.
" Oh.. kalau begitu, kamu lanjutkan saja. " Jawab Shelo sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Arvi.
" Omg.. She is the girl?? let her join with us, you promise me that you will introduce her. " Kata Presdir Hwang yang tiba tiba menghampiri Arvi dan Shelo karena penasaran.
" Oh yes. She is the girl that i wait for. " Kata Arvi sambil merangkul pinggang Shelo mendekat ke samping nya.
" Arvi, apa apaan kamu. " Tanya Sheli sedikit memberontak.
" Tolong aku. Dia membawa istri dan anaknya. Mereka butuh teman bicara. " Jawab Arvi beralasan agar ia bisa menahan Shelo agar tetap di dekat nya.
" He is Mr Hwang, and She is Shelomita. " Kata Arvi tidak mempedulikan penolakan Shelo.
" Nice to meet you. Come and join with us. I want you meet my wife. She need friend to talk. " Jawab Presdir Hwang memaksa Shelo.
" Oh.. Nice.. nice to meet you too.. But.. " Kata Shelo ragu, namun Arvi bersikeras tidak melepaskan tangannya dari pinggang Shelo.
Mereka bertiga oun kembali ke meja, dan melanjutkan makan malam. Shelo mau tidak mau terjebak dalam situasi ini dan berkenalan dengan Mrs. Jenny.. Istri presdir Hwang dan Jessi putri nya.
" Your girlfriend so pretty. Finally, i have a partner to talk. You know, both of them just talking about bussiness. " Kata Mrs. Jenny merasa senang dengan kedatangan Shelo.
Namun Shelo merasa tertekan dan tidak tau harus berbuat apa di tengah situasi gila yang tidak terbayangkan olehnya sama sekali.
Ayu dan Mia yang mencari keberadaan Shelo, begitu terkejut melihat sahabatnya sedang menikmati wine bersama Arvi dan orang orang tak di kenal.
Tetapi mereka enggan untuk menghampiri Shelo, mereka hanya bisa mengirim pesan ke hp Shelo untuk mengetahui apa yang terjadi.
' What?? Kenapa lo bisa sama Arvi sih ' Chat Ayu
' Gue juga ga nyangka bakal ketemu dia disini. Gue berasa jadi tahanan. ' Jawab Shelo
' Perlu kita samperin apa gimana? '
' Jangan, Arvi lagi sama klien nya. Kalian pulang aja duluan. Nanti gue cerita in semuanya. ' Balas Shelo mengakhiri perbincangan.
Shelo lebih banyak diam di tengah pertemuan tak terduga itu. Dia tidak tau harus berbuat bagaimana, karena sebenci apapum dirinya terhadap Arvi.. tidak pantas bagi nya jika harus berdebat dengan Arvi di depan umum.
Di tengah perbincangan itu, tiba tiba perut Shelo merasakan kram. Namun ia menahannya.
Arvi yang duduk di sebelahnya, memperhatikan ekspresi Shelo yang terlihat tidak nyaman dan sesekali menyentuh perutnya.
" Kamu sakit? " Kata Arvi perhatian.
" Engga.. ga kenapa kenapa. " Jawab Shelo mengelak.
Namun dalam hatinya ' Kenapa harus kram di saat saat seperti ini sih. Jangan jangan.. ' Shelo pun berfirasat tidak enak ketika melihat tanggal yang tertera di hp nya.
Tak lama, apa yang dipikirkannya pun terjadi tanpa persiapan. Datang bulan dengan tanggalnyang maju sehari.
Ekspresi gelisah dan bingung pun tidak dapat ditutupinya.
' Oh my God.. kenapa timing nya begini... ' Batin Shelo lagi sambil menahan kram perut yang biasa dialaminya di hari pertama haid.
" Makan malam nya udah selesai kok. Aku akan antar kamu ke villa. " Kata Arvi yang sudah bersiap berdiri meninggalkan tempat.
Namun dengan terpaksa Shelo menahan Arvi dan mencengkeram tangan Arvi tiba tiba.
" Bisa ga kalau antar aku sendirian aja. " Kata Shelo membuat Arvi heran.
" Kenapa?? Kamu kenapa Shel? " Tanya Arvi khawatir.
__ADS_1
" Sorry.. aku ga biasanya tanpa persiapan. " Kata Shelo yang sebenarnya enggan memberitahu Arvi.
" Aku datang bulan. " Bisik Shelo mengejutkan Arvi.