
Di suatu sore yang cerah, terlihat Shelo yang sudah berdandan cantik dengan dress bunga berwarna putih dan heels cantik putih melengkapi penampilannya yang feminim.
Ia sedang menunggu kedatangan seseorang di depan toko nya.
Seseorang tersebut adalah Jacob yang mengubah penampilannya menjadi lebih rapi.
" Hai. " Sapa Shelo dengan senyum manis.
" Always pretty. " Goda Jacob melihat penampilan manis Shelo.
" Jadi, hari ini mau kemana? " Tanya Shelo.
" Ehmm.. Cari udara segar, supaya aku bisa merokok. " Canda Jacob dan membukakan pintu mobil untuk Shelo.
Yaahh.. kencan ketiga dan terakhir sesuai perjanjian mereka berdua.
Keinginan yang sempat disampaikan Jacob kepada Arvi di rumah sakit adalah keinginannya untuk pergi bersama Shelo berdua untuk terakhir kalinya.
Mereka menghabiskan waktu dengan riang gembira, berbeda dengan waktu waktu sebelumnya ketika Shelo dengan berat hati harus pergi bersama dengan Jacob namun kali ini terkesan berbeda.
Mereka makan malam romantis dengan canda tawa dan obrolan yang terus membuat senyuman mereka tidak pudar.
Menikmati nonton film berdua dan mengakhiri perjalanan mereka dengan santai menikmati udara malam di tepi danau yang lumayan jauh dari perkotaan.
Mereka duduk di batang pohon yang cukup besar yang ada di tepi danau dan menikmati obrolan malam mereka sebelum berpisah.
" So... ini kencan ketiga kita.. dan terakhir. " Kata Jacob memulai perbincangan.
" Ya. Kamu benar. Kesepakatan kita berakhir malam ini." Jawab Shelo
" Pertama kali bertemu dengan mu, kamu tau apa yang ada di pikiran ku.. Siapa wanita tidak kenal takut ini.. " Sahut Jacob mengenang pertemuan pertama mereka.
" Dan yang pasti menyebalkan. " Tambah Shelo menilai dirinya sendiri selama berada di dekat Jacob.
" Yaahh.. itu pasti. Wanita menyebalkan yang selalu banyak protes, tapi membuatku ingin selalu melindungi nya. " Kata Jacob jujur dan berusaha tegar agar tidak menangis di hadapan Shelo.
" Jacob... " Saat Shelo memanggil nama Jacob, lelaki itu tak kuasa menahan haru nya dan berusaha menghindari tatapan mata Shelo.
" Jangan ubah aku jadi sadboy. " Gerutu Jacob memalingkan wajahnya dengan candaan.
" Jacob. " panggil Shelo lagi dan menyentuh wajah Jacob agar mau memandangnya.
__ADS_1
Mata mereka mulai berkaca kaca karena rasa haru dan bersyukur karena bisa mengenal satu sama lain.
" Jacob.. terima kasih untuk semuanya dan maafkan aku. " Pernyataan tulus dari Shelo yang menangis terharu saat memandang Jacob yang juga berusaha tegar.
" Jangan katakan itu. " Jawab Jacob dan melepaskan wajah nya dari tangan Shelo karena ia semakin terbawa suasana yang sedih dan itu bertentangan dengan dirinya.
" Jika suatu saat nanti kamu menyukai seseorang, jangan mengancam nya hanya karena ingin pergi bersamanya.. jangan merokok di hadapannya karena tidak ada topik pembicaraan dan jangan membawa nya ketika kamu berkelahi, karena itu sangat menakutkan." Pesan Shelo menggoda Jacob.
" Dasar cerewet. " Jawab Jacob yang menghindari tatapan tulus Shelo.
" Walaupun hari hari ku bersama mu tidak selalu indah. Tapi terima kasih dan aku bersyukur bertemu dengan mu. Bisakah kamu memeluk ku?? Hmm?? " Tanya Shelo mengakhiri apa yang ingin ia katakan kepada Jacob.
Tanpa pikir panjang, Jacob meraih pinggang Shelo dengan erat dan memeluknya.
Ia menundukkan wajahnya di bahu Shelo, untuk menutupi dirinya yang saat ini sedang menangis dalam diam dan hanya diketahui oleh Shelo.
Shelo membiarkan Jacob memeluk tubuh nya sampai puas dan menepuk punggung Jacob memberi ketenangan. Ia juga larut dalam rasa haru dan kesedihan namun hatinya tidak bisa berbohong bahwa Arvi adalah satu satu nya lelaki yang ia cintai.
Malam indah itu pun berakhir mengharukan bagi mereka berdua, namun juga menjadi kenangan yang indah bagi Jacob karena untuk pertama kalinya ia menangis di sandaran bahu seseorang yang menghangatkan hatinya. Shelomita.
6 bulan kemudian.....
Mentari pagi memasuki celah demi celah jendela apartmen Arvi yang tampak sunyi. Terlihat nuansa berbeda pada setiap sudut ruangannya menebarkan aura baru dan segar. Foto pernikahan dan foto keluarga Arvi serta Shelo dalam satu frame terpampang besar di dinding apartmen mereka.
Perjalanan panjang yang mereka lalui, membuat cinta mereka semakin kuat.. mampu melewati segala perbedaan dan segala penderitaan tergantikan dengan segala kebahagiaan yang tak ternilai.
Perlahan Shelo bangun dari tidurnya dan wajah pertama yang dilihatnya adalah wajah tersenyum Arvi.
Tanpa sepatah kata, Shelo tersenyum bahagia ketika melihat lelaki itu berada di samping nya dan tidak pernah melepaskan genggaman tangan nya bahkan di waktu tersulit sekalipun.
Arvi mencium kening Shelo, dan memeluknya..
" Selamat pagi Nyonya Arvinas.. "
Dan mereka pun hidup bahagia..
THE END
__ADS_1
Ini adalah karya pertama ku,
jika masih banyak kekurangan baik dari segi bahasa, karakter, setting atau alur cerita mohon maaf yaa..
Semoga writer bisa semakin lebih baik ke depannya, dan memberikan karya karya baru yang tidak kalah menarik nya..
Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati ♡
See you in next Novel ~~~~
Sesuai request, banyak yang kena second lead syndrom si badboy Jacob..
Author sudah upload novel ketiga, sekuel dari MY ACCIDENT DESTINY dan khusus menceritakan kelanjutan kisah Jacob..
Yuukkk.. mampir gaes, ikuti kisah Jacob..
Novel kedua juga boleh.. PLEASE, REMEMBER ME!!
Novel ke empat.. LOVE IS ON AIR WITH MR CEO
Mampir yaa dan ikuti keseruan ceritanya..
Ga kalah bikin greget dan baper.. hehehe
__ADS_1
Support dengan like, koment, vote jika kalian suka.. Terimakasih banyaaakkk ~~~~