My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 42 " Arvi Vs Jacob "


__ADS_3

" Kalau begitu, aku akan menanyakan 1 hal. Apa kecelakaan Arvi juga berhubungan dengan mu?? " Tanya Shelo tegas dan menyembunyikan rasa takutnya.


Ekspresi Jacob seketika itu berubah, senyum nya yang memancar melihat kehadiran Shelo berubah menjadi senyuman jahat. Ia meletakkan kaleng sodanya dan berjalan mendekati Shelo tanpa ragu.


" Jadi.. kamu jauh jauh kesini menemuiku hanya untuk menanyakan hal itu? Arvi.. Arvi dan Arvi... " Kata Jacob dengan tekanan suara yang mulai kesal dan kecewa.


Jacob berada tepat di hadapan Shelo yang mulai ketakutan dan menyesali tindakannya menemui Jacob.


" Jack.. Aku.. " Shelo tergagap dan kebingungan mencari alasan, namun Jacob memegang erat kedua lengan Shelo.


" Setidaknya pikirkan aku juga walau sesaat. Pikirkan waktu yang sempat kita habiskan bersama, kenapa lelaki ini tidak ada kabar.. apa yang sedang dilakukan oleh lelaki ini.. apakah dia baik baik saja.. " Kata Jacob jujur mengutarakan apa yang menjadi keinginan hati nya.


" Kurasa aku sudah memberi mu jawaban. Aku tidak bisa melupakan Arvi. " Jawab Shelo tetap pada keputusan mengikuti kata hatinya.


" CUKUP !!! kalau kamu kesini hanya untuk membahas pria sialan itu, lebih baik pergi dari sini. " Usir Jacob tanpa memberi jawaban kepada Shelo.


Di tengah pembicaraan dan ketegangan mereka berdua, tiba tiba Jacob kedatangan tamu tak terduga yang langsung masuk ke ruangan Jacob tanpa basa basi dan tidak mempedulikan perkataan para pengawal yang mencegah nya.


" Halo brooo... " Dan dia adalah Evan, orang yang sangat dibenci oleh Shelo.


Betapa terkejutnya mereka berdua ketika melihat pertemuan tak terduga tersebut. Terutama Shelo, keringat dingin dan pucat.. dadanya mulai sakit mengingat kelakuan tidak beradab lelaki itu.


" Lhoh??? Dia... " Sahut Evan sambil bertanya tanya kepada Jacob yang menjadi bingung dengan situasi ini.


" Kenapa ga hubungin gue dulu kalo mau kesini.. Gue masih ada tamu. " Kata Jacob mencoba menghalangi Evan dari pandangannya kepada Shelo.


Air mata dan rasa benci Shelo pun tak tertahankan, namun dia sudah memutuskan untuk tidak menjadi wanita lemah dan teraniaya lagi.


" Hai Evan.. Ga nyangka kita ketemu disini. " Sapa Shelo berani setelah menghapus air matanya.


" Its ok bro, kita saling kenal. " Jawab Evan selengekan dan mendorong Jacob agar tidak menghalangi jalannya.


" Ternyata lo selalu ada di circle gue ya. Kakak gue, sekarang sahabat gue. " Sindir Evan mulai tengil tidak berubah.


" Yaahh.. sayangnya begitu. Padahal gue udah seneng banget, lo hilang dari pandangan gue bertahun tahun." Jawab Shelo tidak mau kalah.


" Wah wah wah.. Salut. Lo banyak kemajuan sekarang." Kata Evan mencoba menghina dan berpikiran kotor tentang Shelo.

__ADS_1


" Aku antar kamu pulang dulu. " Sahut Jacob mencoba menjauhkan Shelo dari Evan namun genggaman tangan Jacob dilepas begitu saja oleh Shelo.


" Kenapa?? Sekalian aja jelasin, ternyata kalian bersahabat. Pantes aja kelakuan kalian ga jauh beda. " Jawab Shelo muak dengan Jacob.


" Bukan gitu Shel... " Saat Jacob mencoba memperbaiki keadaan dengan Shelo, Evan ikut campur.


" Apaan sih lo bro.. kenapa jadi lembek. Gue kenal lo lebih dulu daripada dia. Dan lo, ga nyangka ya setelah cerai dari kakak gue.. lo doyan main ke tempat begini.." Hina Evan lagi memperkeruh keadaan.


" Shut up !!! Diem !! " Bentak Jacob kepada Evan.


" Emang lo siapa berani menilai gue setelah pertemuan ini. Gue miris liat kelakuan lo, yang ga berubah malah semakin mirip binatang. " Lawan Shelo tanpa basa basi.


Perkataan hina Shelo memancing emosi Evan yang memang terlihat semakin arogan dan suka memancing masalah. Dia berencana menampar Shelo untuk mempermalukannya namun dengan sigap Jacob menahan Evan dengan tatapan marah.


" Jangan sentuh dia. " Kata Jacob memperingatkan Evan.


" Come on bro. Cewek ini kurang ajar, mesti di kasi pelajaran. " Jawab Evan tidak mau mengalah malah semakin kesal.


" Gue bilang cukup.. stop !!! Lo kira gue ga tau apa yang lo perbuat ke dia di masa lalu. Kalo aja lo bukan sahabat gue, pasti udah habis hidup lo di tangan gue. " Untuk pertama kalinya, Jacob mengatakan tentang apa yang dia ketahui yang selama ini ia simpan sendiri untuk melindungi perasaan Shelo.


Begitu terkejutnya Shelo mendengar perkataan Jacob yang ternyata selama ini sudah mengetahui masa kelam yang dialami oleh nya.


Keadaan kembali membaik namun semua yang baru saja terjadi kembali membuka luka lama Shelo yang menjafi korban pelecehan seksual Evan. Air mata pun tak bisa tertahankan dan Shelo menangis sejadi jadinya di hadapan Jacob yang tadinya marah kepadanya namun saat ini luluh melihat wanita yang di cintainya menangis menanggung luka di hati nya.


" Sorry Shel.. Sorryyy.... " Kata Jacob, pria brutal yang hatinya luluh dan larut dalam kesedihan karena wanita yang sedang menangis dihadapannya. Tanpa ragu Jacob memeluk Shelo yang hanya bisa menangis dan menangis merasakan sesak yang kembali muncul di dadanya.


Setelah tenang, Jacob mengantarkan Shelo pulang. Suasana di dalam mobil tampak hening dengan mata sembab di wajah Shelo yang hari ini banyak mengeluarkan air mata. Jacob pun yang biasanya selengekan, hanya bisa terdiam sesekali memandang ke arah wanita yang duduk disampingnya dan enggan mengganggu Shelo yang tidak ingin membicarakan apapun lagi.


" Aku sudah baikan. Jangan khawatir. " Kata Shelo yang mengetahui kecemasan Jacob hingga tidak fokus mengemudi.


" Sorry, bukannya aku menutupi masalah hubungan ku dengan Evan. Dan keadaan kalian di masa lalu.. Aku hanya tidak mau mengungkit sesuatu yang menyakiti hati mu. " Kata Jacob mencoba menjelaskan agar Shelo tidak semakin membenci nya.


" Ga perlu dibahas lagi. Aku muak mendengar nama itu." Jawab Shelo ketus.


" Dan masalah kecelakaan Arvi.. yang tadi sempat kamu katakan. Itu bukan perbuatan ku.. Sebenci apapun aku kepadanya, aku tetap akan menghadapi nya dengan gentle. Bukan main belakang seperti itu. " Kata Jacob lagi memberi jawaban atas rasa penasaran Shelo.


Sesampainya di rumah Shelo, terlihat mobil Arvi beserta Arvi sudah menunggu di sana. Shelo terkejut melihatnya, karena sesuai jadwal seharusnya Arvi baru diperbolehkan pulang besok pagi.

__ADS_1


Tatapan cemburu Arvi pun langsung terpancar melihat Jacob yang mengantarkan Shelo, apalagi tanpa sepengetahuannya.


Mereka berdua pun turun dari mobil, Shelo bergegas menghampiri Arvi yang terlihat mulai marah.


" Arvi, kenapa kamu bisa ada disini?? seharusnya belum waktu mu keluar dari rumah sakit. " Kata Shelo mengkhawatirkan Arvi.


" Aku sudah sembuh.. sebaliknya, apa yang kamu lakukan bersama lelaki itu?? seharian aku menunggu mu.. menghubungi mu, tapi tidak ada respon. " Jawab Arvi marah kepada Shelo karena cemburu juga khawatir.


" Ehm.. ada sesuatu yang harus ku bicarakan dengannya. " Jawab Shelo menutupi.


" Kamu habis menangis?? Apa dia melakukan sesuatu??" Arvi yang teliti melihat mata sembab Shelo dan langsung berprasangka.


" Jangan asal nuduh. Bukan gue yang bikin dia nangis. " Sahut Jacob langsung membela diri.


" Kalo udah ga ada urusan, cepat pergi dari sini. " Usir Arvi kesal melihat Jacob.


" Bagus deh. Lo udah sembuh. Gue ga bisa punya rival lemah, ga seru. " Sindir Jacob dengan senyum sinis nya.


" Apa jangan jangan.. emang perbuatan lo yang mau menyingkirkan gue karena mau merebut Shelo dari gue.. " Sindir Arvi membalikkan keadaan.


" Gue bukan tipe pecundang. Ngebunuh lo diam diam itu gampang buat gue, tapi itu ga seru sama sekali dan hanya akan membuat wanita ini makin membenci gue. " Jawab Jacob gentle.


" Stop.. stop.. aku pusing dengar kalian berkelahi terus setiap ketemu. " Sahut Shelo melerai di tengah tengah mereka.


Tanpa pikir panjang, Arvi menarik tangan Shelo dan masuk ke dalam rumah Shelo.


Tanpa disadarinya, kehadiran Arvi yang tiba tiba begitu mengejutkan ibu dan Sesil yang berada di dalam rumah.


" Kenapa kamu ikut masuk?? " Bisik Shelo melepas gandengan tangan Arvi, takut ibu nya akan marah karena situasi yang belum sempat ia jelaskan.


" Selamat malam tante.. Sesil.. " Sapa Arvi tanpa mempedulikan perkataan Shelo.


" Arvi?? Kenapa kalian bisa datang bersama? " Tanya ibu Shelo bingung.


" Saya ingin sekalian meminta restu ke tante. Saya dan Shelo ingin kembali bersama. " Jawab Arvi to the point, bahkan Shelo pun sangat terkejut dengan tindakan Arvi yang tidak di diskusikan terlebih dahulu.


" Apaaa??? Kalian.. kalian... " ibu Shelo bahkan sampai tidak percaya dengan kabar mendadak itu.

__ADS_1


" Maafkan saya tante, karena sudah mengecewakan dan gagal melindungi Shelo di masa lalu. Tapi kali ini saya pastikan, hal itu tidak akan terjadi lagi. Saya akan melakukan apapun untuk mempertahankan hubungan kami. Tolong beri saya kesempatan. " Kata Arvi memohon kepada ibu Shelo yang masih shock melihat keadaan ini.


__ADS_2