My Accident Destiny

My Accident Destiny
My Accident Destiny Part 31 " Penasaran "


__ADS_3

" Siapa cowo itu ? " tanya Arvi to the point kepada Shelo.


Pertemuan tidak direncanakan itu, membuat mereka terjebak dalam situasi yang tidak nyaman.


Rasa sakit, sesak dan benci.. itulah yang tergambar dalam raut wajah Shelo yang saat ini sedang berdiri berhadapan dengan Arvi di taman Rumah sakit untuk mendapatkan privasi perbincangan mereka.


" Bukan urusan mu. " Jawab Shelo ketus.


" Tentu saja itu urusan ku, dia melukai sekretaris ku. " jawab Arvi mencari alasan untuk memenuhi rasa penasaran nya.


" Tenang saja, semua biaya Resa biar aku yang bayar. " Sahut Shelo tanpa basa-basi ingin mengakhiri perbincangan ini.


Terlihat beberapa pasien lalu lalang di taman untuk mencari udara segar, ketika hendak pergi dan berpaling dari Arvi tanpa sengaja Shelo hampir tertabrak kursi roda salah satu pasien yang lewat.


Dengan sigap Arvi menarik tangan kanan Shelo hingga ia kembali berbalik ke arah Arvi dan jatuh di pelukan sesaat lelaki itu.


Tidak bisa di pungkiri bahwa debaran pada jantung mereka seakan menemukan rangsangan nya kembali.


Mata yang yang saling memandang penuh arti membuat mereka terdiam sejenak.


" Kamu tidak berubah. Selalu ceroboh dan suka membahayakan diri. " Gerutu Arvi pelan sambil menatap Shelo.


Namun pelukan itu hilang dalam sekejap karna kedatangan Jacob yang di penuhi rasa cemburu serta menarik Shelo agar lepas dari pelukan Arvi.


" Ini tempat umum woi.. " kata Jacob ketus.


Situasi hangat itu pun berubah menjadi suasana yang tegang, karna Arvi dan Jacob yang saling melontarkan tatapan sinis.


" Jangan ikut campur. " Jawab Arvi kesal.


" Tentu saja aku harus ikut campur, pembantu mu terluka karena aku. " Sindir Jacob menghina.


" Kalau begitu, bagaimana kalau aku balas perbuatan mu dengan cara yang sama? " Arvi terlihat semakin kesal dan ingin memukul Jacob namun sebelum itu semua terjadi, Shelo menengahi mereka.


" Cukup. Cepat selesaikan semua ini, dan pergi dari sini. " Kata Shelo melerai mereka.


Tanpa pikir panjang, Shelo mengajak Jacob pergi meninggalkan Arvi.


Senyum kemenangan pun tersirat di wajah Jacob yang membuat Arvi semakin kesal melihatnya. Setelah selesai mengurus semua administrasi Resa, Shelo dan Jacob segera meninggalkan Rumah sakit tanpa berpamitan. Shelo tidak ingin kembali berhubungan dengan Arvi baik sengaja maupun tidak sengaja.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, terlihat Shelo yang diam dengan mood yang kurang baik. Jacob yamg sedari tadi mengemudi dan mengawasi wanita itu, sontak penasaran tentang hubungan mereka.


" Siapa cowo itu? mantan? " Tanya Jacob penasaran, namun Shelo tidak ingin dan malas merespon.


" Kalau mantan sih, aku ga perlu khawatir. Tapi kalau masih jalan sama dia, aku mesti mikirin cara buat menyingkirkan dia. " Tambah Jacob dengan candaan untuk memancing Shelo yang tidak merespon nya.


" Jangan ngawur. Jangan bahas dia lagi. " Jawab Shelo semakin badmood.


Jacob pun kembali fokus mengemudi, namun dalam benaknya terus dihantui rasa penasaran. Terlebih lagi, ia merasa familiar dengan Arvi. Selain karena memang Arvi sudah banyak masuk ke berbagai media yang tidak banyak ia pedulikan, namun masih ada sesuatu di benak Jacob yang merasa sangat familiar dengan lelaki itu.


Setelah pertemuan singkat itu, Shelo yang sudah kembali di toko tampak murung dan tidak fokus bekerja. Dalam hati, ia menyesali kenapa harus bertemu dengan Arvi lagi ketika ia sudah dengan susah payah bangkit dari keterpurukan nya.


Shelo menyandarkan kepalanya ke meja kasir dan nampak sangat lesu.


Sedangkan Arvi dari kejauhan memperhatikan wanita itu.


Perasaan yang masih sama..


Debaran yang masih sama..


Kehangatan yang masih sama..


Hari pun berganti, terlihat Shelo menikmati hari liburnya dengan bangun lebih siang dan bersantai di rumah memakai piyamanya.


Terlihat ibu yang sudah menyiapkan sarapan untuknya, sedangkan Sesil sudah berangkat ke sekolah.


Karena Sesil sudah berada di kelas 3 SMA, membuatnya lebih ekstra belajar untuk menghadapi ujian kelulusan.


" Pagi maaa... " Sapa Shelo riang.


" Pagi sayang.. ayo sarapan. " kata ibu Shelo lembut.


Ketika mereka berdua hendak makan, terdengar ketukan pintu yang menghentikan mereka.


Ibu Shelo pun bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang pagi-pagi seperti itu.


Tampilan serba hitam dan nyentrik terpampang nyata di hadapan ibu Shelo yang merasa asing dengan lelaki itu, dia adalah Jacob.


" Good morning tante. Shelo ada? " Sapa Jacob dengam santai nya.

__ADS_1


Shelo yang mendengar sapaan itu dari meja makan, langsung terkejut dan tersedak. Secepat khilat dia menghampiri ibunya dan memastikan bahwa suara yang dia dengar bukanlah halusinasi belaka.


" Dengan siapa ya? Shelo ada di dalam. " Jawab ibu Shelo tetap sopan.


" Jacob?? Kenapa pagi-pagi kesini? " Tanya Shelo tanpa basa basi.


Jacob pun hanya tersenyum nakal dan untuk pertama kali ia melihat Shelo dengan pakaian tidur tanpa riasan apapun.


" Waw.. kalau pagi-pagi makin cantik ya. " Goda Jacob tanpa sungkan di hadapan ibu Shelo yang masih tidak mengerti dengan situasi ini.


Akhirnya dengan segala keberanian, ibu Shelo mempersilahkan Jacob masuk dan duduk di ruang tamu.


Walaupun Shelo sudah mengisyaratkan bahwa dia sama sekali tidak menyambut kedatangan Jacob, namun ibu Shelo yang lemah lembut tetap berlaku sopan terhadap tamu.


" Dia aneh ma. Bos nya preman. Kenapa di suruh masuk? " Gerutu Shelo di samping ibunya yang sedang membuatkan minuman untuk Jacob.


" Sayang, kamu ga boleh begitu. Dia datang kesini baik-baik, masa kita usir. " Jawab ibu Shelo bak malaikat.


Minuman pun disuguhkan, dan dengan perlahan ibu Shelo mengajak Jacob berbincang baik-baik.


" Nak Jacob, ada perlu apa pagi-pagi begini mencari anak saya?" Tanya ibu Shelo sopan.


" Pengen aja sih tante. Kenal lebih dekat dengan keluarga tante. " Jawab Jacob dengan santainya membuat Shelo makin geram.


" Mending pulang aja deh kalau emang ga ada perlu. Jangan rusak hari liburku. " Usir Shelo tanpa basa basi.


" Gimana kalau di ada-ada in. Kencan kedua. " Sahut Jacob tiba-tiba sontak mengagetkan ibu Shelo.


" Kencan?? Maksud nya.. kalian, kalian pacaran?? " Tanya ibu Shelo memperjelas perkataan Jacob.


" Bukan ma.. sama sekali bukan seperti itu. " Jawab Shelo gelagapan, bingung bagaimana ia menjelaskan kejadian panjang mereka.


" Belum tante. Dia ga menerima saya. Jadi saya masih berjuang. " Kata Jacob meyakinkan ibunya Shelo untuk meredam kesalahpahaman ini.


Ekspresi tidak nyaman pun tergambar jelas di wajah ibu Shelo, ia tidak ingin putrinya mengalami hal mengerikan seperti 2 tahun silam.


" Nak Jacob, bukan nya tante mau ikut campur. Tapi sebagai ibu, tante ingin sekali melindungi Shelo agar tidak tersakiti lagi. Walaupun niat kamu baik, tapi saat ini tante tidak menyarankan Shelo untuk berkomitmen dengan siapapun. "


Penjelasan ibu Shelo semakin membuat dirinya penasaran dan menyambungkan kejadian di Rumah sakit dengan apa yang dikatakan ibu Shelo saat ini.

__ADS_1


" Saya tidak memaksa harus saat ini. Karena itu, saya bilang kalau saya masih berjuang. " Kata Jacob semakin yakin dengan tujuan nya untuk mendapatkan hati Shelo.


__ADS_2