
Saat siang hari sebelum kejadian Resa babak belur di hajar oleh anak buah Jacob..
Ia memasuki ruangan kerja Arvi untuk menyerahkan beberapa schedule meeting namun tidak ia sangka keadaan Arvi begitu berantakan dan tercium bau alkohol yang begitu tajam.
Melihat betapa gilanya Arvi yang semakin menjadi-jadi tentu tidak diragukan lagi bahwa penyebabnya adalah pertemuan Arvi dengan Shelo beberapa waktu yang lalu.
Resa yang begitu setia dan mengetahui kisah cinta Arvi yang menyedihkan hanya bisa menghela nafas panjang dan menghampiri Arvi yang menikmati minumannya.
“ Kenapa keadaan anda semakin jadi seperti ini pak?” Tanya Resa khawatir.
“ Keadaan ku sama saja. Tidak perlu cemas. Aku tetap bisa bekerja menghasilkan banyak uang untuk Osmond. ” Jawab Arvi santai sedikit terpengaruh oleh minumannya.
“ Sebentar lagi anda ada meeting pak. Sebaiknya hentikan minum-minum ini. ” Kata Resa sambil menjauhkan minuman dari Arvi.
Namun begitu menyedihkannya Arvi yang terdiam dan tanpa sadar meneteskan air mata setelah berjuang menjalani hidup yang tegar selama dua tahun ini tanpa kehadiran Shelo.
“ Sialan.. Brengs*k… Setelah selama ini aku berjuang menjauh kenapa aku harus melihatnya lagi, Kenapa aku masih berdebar, kenapa aku masih memikirkannya, kenapa aku masih merindukannya, kenapa aku masih ingin melihatnya. ” Sahut Arvi yang mulai menggerutu pada diri sendiri.
“ Temui saja dia. Katakan apa yang ingin anda katakan. Sampai kapan anda ingin menyimpannya sendiri dan melampiaskannya pada kekacauan seperti ini. ” Resa menjawab dengan berani di hadapan Arvi karna keadaan yang begitu melelahkan ini.
“ Apa kamu lupa, Hendra Osmond punya beribu-ribu cara untuk menyingkirkan dia. Bahkan aku harus kehilangan bayi ku karena menemui wanita itu untuk sebentar saja.” Ingatan itu masih jelas terukir di benak Arvi tentang bagaimana kejamnya ayah yang dia miliki namun segan untuk dia sebut sebagai ayah.
Perasaan Arvi selama dua tahun ini bagaikan Tarik ulur layang-layang, dimana ia melepaskan dan membebaskan Shelo namun dalam hati kecilnya ia masih ingin bersama wanita itu.
Percakapan singkat dan menyedihkan itu membuat Resa kepikiran ingin membantu Arvi dan mempertemukan mereka walau terasa mustahil karena ia tahu bahwa Shelo yang sangat membenci Arvi pasti akan menolaknya.
Resa dengan berani mencoba mengikuti Shelo menggunakan mobil pribadinya, hal itu dilakukannya dengan tujuan mencari timing yang pas untuk bicara dengan Shelo.
Namun kesialan sedang berpihak pada Resa dimana ia harus di tangkap dan dihajar oleh orang-orang suruhan Jacob dan saat ini ia berada di sarang Jacob.
“ Dia bukan wanitamu. Dia bukan urusanmu. ” Jawab Resa dengan berani.
Mendengar itu Jacob semakin menyiksanya dan memukul Resa lagi di dalam ruangannya yang dijaga oleh beberapa pengawal.
“ Kepar*t… Lo berani nantang gue Hah.. Lo udah bosen hidup. “ Ancam Jacob marah.
Resa yang tak berdaya pun akhirnya tetap di sekap di ruangan Jacob dengan tangan dan kaki yang terikat.
Jacob tidak bermaksud untuk melepaskannya sampai ia mengetahui tujuan dan maksud Resa mengikuti Shelo.
Keesokan paginya di toko Shelo, ia nampam begitu murung mengingat perlakuan Jacob yang mencium paksa dirinya.
Rasa kesal dan benci tidak terhindar di hati Shelo, namun ia juga mengingat bahwa mereka masih memiliki perjanjian yang belum selesai.
__ADS_1
Lelaki brutal yang mengganggu pikiran Shelo pun akhirnya datang menghampiri toko Shelo. Melihat wajahnya saja membuat Shelo sangat kesal, dan ia berusaha menghindari Jacob yang datang menghampirinya.
“ Shel… ” Panggil Jacob namun tidak di respon sama sekali oleh Shelo yang merapikan beberapa display pakaiannya.
“ Shel.. aku minta maaf. ” Kata maaf akhirnya keluar dari mulut pria selengekan yang tidak kenal takut ini namun lagi-lagi tidak di respon oleh Shelo yang terus menghindarinya.
Hingga aksi brutal Jacob muncul lagi dengan menggendong Shelo masuk ke kamar pas.
Tidak ada yang bisa menolong Shelo karena hari ini Ayu yang berjaga bersamanya sedang berada di pabrik supplier untuk mendiskusikan pesanan season baru.
Jacob yang terjebak berdua bersama Shelo di kamar pas, menguncinya dan tidak membiarkan Shelo keluar.
“ Kamu bener-bener udah gila ya. Lepasin gak ??” Bentak Shelo emosi.
“ Kamu yang bikin aku gila. Wanita pertama yang mendengar kata maaf dari ku. ” Teriak Jacob emosional juga sehingga membuat Shelo terdiam dengan perkataannya.
Shelo pun mundur selangkah menjaga jarak dari Jacob di kamar pas yang sempit itu.
“ Aku merasa bersalah dengan kejadian kemarin. Maafin aku. Aku masih harus belajar mengendalikan diri di hadapan kamu, tolong kasih aku waktu. ” Kata Jacob menjelaskan dengan penuh harapan bahwa Shelo akan memaafkannya.
“ Oke. Sekarang lepasin aku dulu, keluar dari sini.” Jawab Shelo masih jutek.
“ Wait. Oke apa dulu ?” Tanya Jacob memastikan dan menutupi jalan Shelo.
Meski begitu setidaknya membuat Jacob merasa lebih baik dan akhirnya ia membuka kamar pas dan mereka pun keluar dari sana.
“ Aku udah menemukan penguntit brengs*k itu. ” Sahut Jacob memberi kabar membuat Shelo penasaran.
“ Siapa dia ?” Tanya Shelo penasaran.
“ Dia ga jawab pertanyaan ku. So, sekarang kamu mau aku apakan dia? Bunuh dia atau bikin dia cacat? ” Tanya Jacob dengan santainya membuat Shelo shock mendengarkannya.
“ Jangan gila. Jangan lakukan hal-hal menakutkan seperti itu. Lapor polisi aja. ” Saran Shelo masih punya belas kasihan.
“ Aahh.. ga asik kalo melibatkan polisi. Aku ga suka. ” Kata Jacob sambil mengunyah permen karet.
Ia sedang membiasakan diri untuk tidak merokok saat bersama dengan Shelo.
Kemudian Jacob mengambil hp nya dan menunjukkan foto penguntit yang ternyata adalah orang yang Shelo kenal yaitu Resa.
“ Nih wajah pelaku nya. Kamu perlu tau sebelum aku bunuh dia. ” Kata Jacob melanjutkan perbincangan.
“ Dia…. ” Mata Shelo terbelalak kaget melihat bahwa orang itu adalah Resa.
__ADS_1
“ Jangan sakiti dia. Aku kenal sama dia. ” Jawab Shelo spontan mengkhawatirkan Resa yang sudah terlanjur babak belur.
Akhirnya Shelo memutuskan untuk pergi bersama Jacob menemui Resa yang masih di sekap di club milik Jacob.
Setibanya disana, Shelo langsung berlari menerobos para pengawal yang sama sekali tidak berani menyentuh Shelo karna mengetahui bahwa wanita itu adalah wanita yang special bagi bos mereka.
“ Resa.. ” Teriak Shelo memanggil Resa sambil membantunya melepas ikatan di tangan dan kakinya.
Peristiwa itu membuat Jacob semakin bertanya-tanya, karena melihat Shelo begitu khawatir dan menolong lelaki yang sudah menguntitnya.
“ Dia mantan kamu ya ??” Tanya Jacob penasaran.
“ Itu ga penting. Cepat bantu aku membawa dia ke rumah sakit. ” Shelo pun dengan segera memapah Resa yang sudah lemas tak berdaya karena di keroyok semalaman oleh anak buah Jacob.
“ Harusnya gue bunuh aja tuh orang semalem. ” Gerutu Jacob merasa cemburu.
Resa menjalani perawatan di rumah sakit dan menerima 5 jahitan di pelipis alisnya juga beberapa pengobatan pada memar di wajahnya. Shelo begitu lega mendengar bahwa tidak ada patah tulang atau pun hal serius lainnya.
Shelo memasuki ruangan Resa untuk memastikan keadaannya bersama Jacob yang mengikutinya karna penasaran.
Melihat keberadaan Jacob, Resa pun terpancing emosi dan ingin sekali memukulnya namun rasa sakit menahannya.
“ Jangan banyak bergerak Res. Ini semua salahku, aku yang terlalu takut dan menyeret orang ini sampai ikut campur. ” Kata Shelo merasa bersalah karena awal dari semua kejadian ini adalah memang karena dirinya yang ketakutan dan pergi menemui Jacob.
“ Kalau sudah tidak ada urusan, pergi saja. Aku anggap ini salah paham. ” Kata Resa mengusir Jacob.
“ Waahh.. dasar ga tau terima kasih, masih untung gue biarin lo hidup. ” Gerutu Jacob membalas perkataan Resa.
“ Stop. Jangan berantem. Aku yang salah membuat situasi jadi kacau begini. Tapi kenapa kamu ngikutin aku Res? ” Tanya Shelo meminta penjelasan.
“ Saya bingung bu.. Saya ingin menemui anda, tapi saya takut anda akan menolak saya.” Jawab Resa sopan karena bagaimanapun juga Shelo pernah menjadi Nyonya bosnya.
“ Jangan panggil bu. Aku sudah bukan atasan mu lagi. ” Sahut Shelo rendah hati.
Percakapan itu semakin membuat Jacob curiga dan penasaran dengan situasi ini, ia merasa ingin lebih mengetahui semua kehidupan Shelo yang begitu membuatnya tertarik.
Di tengah pembicaraan itu terlihat Arvi yang segera datang menemui Resa setelah mendengar kabar bahwa Resa ijin kerja karena kecelakaan.
Di tempat yang sama dan di waktu yang tepat akhirnya tujuan Resa untuk mempertemukan Arvi dan Shelo berhasil namun disayangkan karena keberadaan Jacob membuat suasana jadi tidak kondusif.
Shelo yang terkejut dan terpaku hanya bisa memandang Arvi yang sama-sama terkejut melihat Shelo berada begitu dekat di hadapannya. Sedangkan Jacob yang berada di sisi kiri Shelo semakin dipenuhi dengan tanda Tanya.
Kini situasi berubah menjadi neraka yang menyesakkan bagi Shelo karna harus bertemu dengan Arvi, lelaki yang sangat ingin dia lupakan.
__ADS_1