My Beloved Ex-wife

My Beloved Ex-wife
Bab 42


__ADS_3

Keesokan harinya, Zetta terjaga dengan kepala yang masih terasa berat. Dia agak terkejut saat mendapati seorang lelaki tengah terlelap dengan posisi membelakanginya. Ingatan tentang apa yang terjadi semalam pun samar-samar hadir di kepala perempuan itu. Gara-gara mabuk, dia nyaris dilecehkan oleh seorang lelaki dan diselamatkan oleh lelaki lain yang mirip dengan Keenan. Lalu dia juga ingat lelaki tersebut pada akhirnya membawanya ke ruangan ini.


"Astaga, apa yang telah kulakukan? Apakah semalam aku tidur dengan seorang lelaki asing?" gumam Zetta pada dirinya sendiri.


Lelaki yang berbaring membelakanginya saat ini tampaknya masih terlelap. Zetta tak ingin tahu seperti apa wajahnya dan langsung beranjak dari tempatnya berbaring. Matanya langsung tertuju pada secarik kertas yang tergeletak di atas nakas. Segera Zetta meraih kertas tersebut dan mendapati nomor kontak seseorang tertulis di sana.


Untuk sesaat Zetta tertegun. Dia pikir nomor tersebut adalah nomor kontak yang sengaja diletakkan oleh lelaki yang sedang terlelap di hadapannya saat ini. Zetta akhirnya menyimpan kertas tersebut dan bergegas pergi dari tempat itu tanpa menunggu apapun lagi. Dia langsung menaiki sebuah taksi menuju ke rumahnya untuk membersihkan diri, sebelum nantinya pergi ke kantornya.


Selama perjalanan, Zetta terus berpikir, apa benar dia sudah tidur dengan lelaki yang terlelap di sampingnya tadi? Jika iya, lalu kenapa pakaian yang dia kenakan masih melekat di tubuhnya. Tidak terbuka sedikit pun, apalagi berserakan di mana-mana. Tapi mungkinkah ada lelaki dan perempuan menghabiskan malam di sebuah ruangan yang sama tanpa melakukan apa-apa? Benar-benar membingungkan.


Jika benar Zetta telah tidur dengan lelaki itu, berarti sekarang dirinya sudah tak perawan lagi. Tapi bukahkah katanya perempuan yang baru saja kehilangan keperawanannya pasti akan merasakan sakit di **** *************? Lalu kenapa dirinya tak merasakan apa-apa? Apakah dia dan lelaki itu hanya tidur bersebelahan saja, tanpa melakukan apapun?


Zetta menghela nafasnya dengan agak kasar. Semua hal membingungkan ini terjadi tak lain karena dirinya mabuk. Sepertinya di masa depan dia harus lebih bijak lagi dengan tidak mendekati minuman beralkohol, apalagi mengkonsumsinya. Meskipun di negara mereka minuman beralkohol bukan hal yang dilarang bagi orang yang telah cukup umur, tapi Zetta mesti belajar untuk tak menyentuh minuman tersebut lagi demi untuk kebaikannya.


Tiba-tiba saja Zetta teringat pada Theo dan Regina yang semalam dia tinggalkan begitu saja tanpa pamit. Mereka berdua pasti merasa cemas sekarang. Segera Zetta memeriksa ponsel miliknya yang sejak semalam tak dia aktifkan. Beberapa notifikasi pesan dan panggilan tak terjawab pun langsung masuk ke ponselnya. Semuanya dari Theo.


Segera Zetta menghubungi balik sahabatnya itu.


"Zetta, kamu baik-baik saja?" tanya Theo sesaat setelah dia menerima panggilan telepon dari Zetta. Jelas sekali terdengar jika lelaki itu sedang merasa sangat khawatir.


"Iya, aku baik-baik saja," sahut Zetta.


"Syukurlah. Aku dan Regina semalam benar-benar merasa khawatir karena kamu pergi tanpa berkata apa-apa pada kami berdua. Nomor kontakmu juga tidak bisa dihubungi," ujar Theo lagi.

__ADS_1


"Maaf karena telah membuat kalian cemas. Semalam aku minum terlalu banyak dan ketiduran di suatu tempat. Sekarang aku dalam perjalanan pulang. Setelah mandi, aku akan langsung ke kantor." Zetta kembali menyahut dengan nada menyesal.


"Kamu sungguh baik-baik saja? Tidak ada yang terjadi, kan?" Theo meyakinkan.


"Tidak ada. Aku baik-baik saja," jawab Zetta setenang mungkin. Dia sengaja tak menceritakan pada Theo tentang apa yang dialaminya semalam karena tak ingin sabahatnya itu menjadi cemas.


Setelah berbasa-basi sebentar, Zetta pun mengakhiri panggilan teleponnya. Bersamaan dengan itu, taksi yang ditumpanginya juga telah sampai di depan rumahnya. Zetta segera masuk ke dalam rumah, lalu mandi dan mengganti pakaian. Setelah itu, dia kembali bergegas berangkat ke kantornya. Kali ini dengan mengunakan mobilnya sendiri.


Namun, alangkah terkejutnya Zetta saat memarkir mobilnya di pelataran kantor. Pasalnya, tempat itu telah didatangi beberapa wartawan dan mereka semua terlihat sedang menunggu seseorang.


Zetta turun dari mobilnya dengan agak ragu. Seketika para wartawan yang tengah berkumpul itu melihat ke arahnya dan langsung berbondong-bondong mengerubuti dirinya.


"Apa-apaan ini?" tanya Zetta kebingungan.


"Video? Video apa?" tanya Zetta tak mengerti.


"Video Nona bersama seorang lelaki," sahut salah seorang wartawan.


"Apa?" Zetta menautkan kedua alisnya.


Salah seorang wartawan langsung memperlihatkan sebuah video pendek yang pagi ini sedang trending di internet pada Zetta. Video tersebut ternyata berisi rekaman CCTV yang memperlihatkan Zetta tidur bersama seorang lelaki yang tak diperlihatkan wajahnya. Memang yang terlihat hanya tidur berdampingan saja tanpa adegan tak senonoh, tapi pose mereka berdua terlihat cukup intim.


"Perempuan yang berada dalam video ini kan, Nona Zetta?" tanya wartawan yang menunjukkan video tersebut. da

__ADS_1


Zetta terdiam tanpa bisa mengatakan apapun. Perempuan yang ada dalam video tersebut memang benar dirinya. Rupanya apa yang terjadi padanya semalam dimanfaatkan oleh orang yang ingin menjatuhkannya. Zetta pun sungguh menyesali kenapa semalam harus minum sampai mabuk.


"Nona Zetta, tolong berikan tanggapan Anda. Siapakah lelaki yang bersama Anda di video tersebut?" tanya wartawan yang lainnya.


"Lelaki yang ada di video itu, saya." Tiba-tiba terdengar suara lelaki menjawab dengan lantang.


Zetta langsung mengangkat wajahnya. Para wartawan juga langsung beralih ke sumber suara. Terlihat Theo yang baru turun dari dalam mobil berjalan ke arah Zetta. Para wartawan pun memberikan jalan pada lelaki itu.


"Kemarin saya merayakan ulang tahun bersama Zetta dan kami minum terlalu banyak, jadi kami memutuskan untuk tidak pulang dan tidur di tempat itu," ujar Theo pada para wartawan.


"Anda lelaki yang bersama Nona Zetta?" Terdengar seorang wartawan bertanya.


"Iya, benar."


"Bukankah Anda dan Nona Zetta hanya berteman, lalu kenapa di video itu kalian berdua terlihat intim?" tanya wartawan yang lain.


"Selama ini kami memang hanya berteman. Tapi kemarin kami sepakat untuk menjalin hubungan, jadi saya dan Zetta sekarang berpacaran. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat kami akan melangkah ke jenjang yang lebih serius," jawab Theo sambil merangkul bahu Zetta dan menatap ke arah perempuan itu sembari tersenyum lembut.


Meski terkejut, tentu saja Zetta langsung paham dan bersikap kooperatif. Dia juga balas tersenyum pada Theo dengan sangat manis, seolah mereka berdua benar-benar pasangan yang baru saja resmi berpacaran. Zetta tahu jika sekarang Theo sedang menyelamatkannya.


"Sudah cukup klarifikasnya, kan? Sekarang kami mau masuk ke dalam dulu karena harus menyelesaikan beberapa urusan," ujar Theo lagi pada para wartawan itu.


Setelah itu, Theo pun membimbing Zetta masuk ke dalam kantornya tanpa dihadang oleh para wartawan lagi. Dalam hati, Zetta tahu siapa yang telah berusaha menjebaknya. Ini pasti perbuatan Helia. Zetta sangat yakin jika yang terjadi kali ini juga hasil dari kelicikan perempuan itu, meski untuk saat ini dirinya tak memiliki bukti.

__ADS_1


Note : Buat yang capek sama alurnya, sabar yak, ini ujian. Jangankan kalian, Emak yang nulis aja capek banget. Tiap kali outline untuk bab selanjutnya Dateng dari NT, Emak bengong dulu di depan laptop sambil mikir, ini cerita mau dibawa ke mana, sih🥲


__ADS_2