
Semuanya benar-benar telah berakhir untuk Jordan Fernandez. Semua bukti memberatkan untuknya, bahkan satu persatu saksi pun bermunculan, membenarkan semua tuduhan yang mengarah pada lelaki itu. Jordan dituntut hukuman yang berat. Hampir dipastikan dia tak akan bisa lagi menghirup udara bebas selama sisa hidupnya.
Seluruh aset Jordan disita oleh pihak yang berwajib. Alma dan Helia terusir tanpa bisa membawa apapun. Kondisi keduanya berubah drastis menjadi sangat mengenaskan. Terakhir, Helia mengamuk di jalanan, membuat pihak dinas sosial turun tangan mengamankannya, lalu membawanya ke rumah sakit jiwa, meninggalkan Alma seorang diri di tempat penampungan tunawisma. Keluarga Fernandez yang amat sangat berjaya, berakhir begitu saja.
Sementara itu, di tempat lain, Zetta tampak mrmdatangi kediaman Nenek Amy, setelah sebelumnya mendengar kondisi perempuan tua itu memburuk. Meski hubungannya dengan Keenan telah berakhir, Zetta tetap menganggap Nenek Amy sebagai keluarga sehingga tak bisa mengabaikan Nenek Amy begitu saja. Hanya saja, kali ini Zetta tidak datang seorang diri, melainkan ditemani oleh Alex.
"Zetta, kamu datang?" Nenek Amy yang sedang duduk bersandar di tempat tidur langsung menegakkan punggungnya melihat kehadiran Zetta.
"Iya, Nek. Ini aku." Zetta duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Nenek Amy, sedangkan Alex memilih berdiri di belakang perempuan itu sembari meletakkan barang bawaannya ke atas nakas.
"Siapa dia?" tanya Nenek Amy sembari melihat ke arah Alex.
"Perkenalkan, Nek. Nama saya Alex," ujar Alex sopan. Meski tahu jika sosok di hadapannya ini adalah neneknya Keenan, tapi karena Zetta sangat menghormatinya, Alex pun ikut bersikap hormat.
Zetta tersenyum ke arah Nenek Amy, "dia tunanganku, Nek."
Zetta memang telah memutuskan untuk menerima lamaran Alex beberapa waktu yang lalu. Sebuah cincin berlian yang tersemat di jari manisnya saat ini menjadi tanda jika pemuda itu kini telah mengikatnya.
"Ah ...." Raut wajah Nenek Amy tampak berubah terkejut sejenak, sebelum akhirnya dia bisa menguasai diri kembali.
"Kamu sudah menemukan pengganti anak bodoh itu rupanya," gumam Nenek Amy kemudian. Nada kecewa terdengar jelas dari suara tuanya yang agak bergetar. Tentu saja, sejak awal Nenek Amy memang masih berharap Keenan dan Zetta bersatu kembali. Tapi dia juga tahu jika kesalahan cucunya itu sudah sangat fatal dan sulit untuk dimaafkan, apalagi untuk mendapatkan kesempatan kedua.
Zetta tersenyum pada Nenek Amy, lalu menggenggam tangannya hangat.
"Meskipun aku tidak kembali pada Keenan, tapi Nenek tetaplah Nenekku," ujar Zetta. "Dia juga bisa ikut menjadi cucu Nenek kalau Nenek mau." Zetta menunjuk ke arah Alex yang setia berdiri di belakangnya.
Nenek Amy terkekeh. Dia jadi merasa seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk, dan Zetta sedang berusaha membujuknya.
"Yah, aku juga tahu kalau Keenan tak cukup baik untukmu," ujar Nenek Amy kemudian dengan nada pasrah.
__ADS_1
"Aku tidak berhak menilai tentang baik dan buruk seseorang, Nek, karena aku juga mungkin bukan orang baik. Tapi seperti yang Nenek sebutkan tadi, dia itu bodoh. Sedangkan aku butuh lelaki yang cerdas untuk bersamaku," sahut Zetta. Sedikit berseloroh, tapi juga itu isi hatinya.
"Jadi menurutmu anak ini cerdas?" Nenek Amy kembali melirik ke arah Alex.
"Begitulah." Zetta menjawab.
"Tapi kelihatannya dia lebih muda darimu."
"Saya memang lebih muda daripada Kak Zetta, Nek. Tapi saya pastikan jika saya mampu menjadi lelaki yang bertanggung jawab. Saya akan menjaga Kak Zetta dan akan membahagiakannya." Kali ini Alex yang menjawab.
Nenek Amy terdiam dan menatap Alex sejenak.
"Selama ini, Alex telah banyak membantuku dan melindungi, Nek. Jordan bisa mempertanggung-jawabkan perbuatannya saat ini juga karena Alex yang melakukannya untukku. Aku tidak akan lagi menemukan lelaki seluar biasa Alex," ujar Zetta menambahkan.
"Ah ... begitu ...." Nenek Amy akhirnya mengangguk paham. "Rupanya kamu jauh lebih dewasa dan hebat daripada kelihatannya."
Zetta kembali tersenyum pada Nenek Amy.
"Iya, terima kasih banyak, Zetta. Aku punya tiga cucu kandung, tapi rasanya cucuku yang sebenarnya hanya kamu," sahut Nenek Amy sedikit sedih.
"Nenek jangan bilang begitu. Nanti aku akan bilang pada Roan agar lebih sering mengunjungi Nenek. Bila perlu, aku akan minta dia untuk tinggal di sini bersama Nenek."
"Anak nakal itu? Haisshh ...." Nenek Amy mengibaskan tangannya, tanda tak setuju.
"Dia memang agak nakal, Nek. Tapi dia sebenarnya anak yang baik dan penyayang. Dan yang pasti, dia juga sangat menyayangi Nenek."
Nenek Amy menatap Zetta dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Sesaat kemudian, tangannya terulur menyentuh pipi Zetta lembut.
"Sejak dulu, aku bisa melihat kalau kamu orang yang begitu tulus, Zetta. Aku tidak habis pikir, kenapa Keenan dan Brenda tidak bisa melihat itu, meski enam tahun mereka tinggal satu atap denganmu. Sangat disayangkan," gumam Nenek Amy sendu.
__ADS_1
"Tapi biarlah, mereka berdua tidak pantas kembali mendapatkan kebaikanmu. Aku berharap, setelah ini kamu benar-benar mendapatkan kebahagiaan. Aku merestuimu, Nak." Nenek Amy mengusap kepala Zetta lembut dan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, Nenek," ujar Zetta sambil tesenyum haru.
Setelah berbincang-bincang, Zetta dan Alex akhirnya undur diri dari kediaman Nenek Amy. Namun, saat di halaman, mereka berdua berpapasan dengan Keenan dan Nyonya Brenda yang baru sampai.
Zetta tersenyum sekilas pada keduanya, tanpa menghentikan langkah. Genggaman tangan Alex yang semakin mengerat saat melihat Keenan, membuat tangan Zetta yang satunya merangkul lengan Alex, seolah ingin memberi tahu jika kini Zetta sudah bersama Alex dan tak akan kembali lagi pada Keenan.
Keenan mematung sejenak melihat Zetta dan Alex yang masuk ke dalam mobil mereka. Interaksi keduanya jelas terlihat seperti pasangan, membuat matanya melebar dan dadanya juga bergemuruh hebat. Dia pun teringat lagi pada kata-kata Zetta saat terakhir kali mereka bertemu.
"Aku tidak akan pernah kembali padamu, Keenan. Meski dunia ini hancur sekalipun, hal itu tidak akan pernah terjadi. Kamu hanyalah mantan suami, dan aku selamanya akan tetap menjadi mantan istri untukmu. Tidak peduli jika katamu sekarang kamu mencintaiku, aku tetap hanya akan menjadi mantan istrimu. Tidak lebih."
Dada Keenan seperti sedang ditimpa sebuah batu besar mengingat semua itu. Jadi ini maksud dari kata-kata Zetta. Dia ingin bilang jika Keenan tidak memiliki kesempatan sedikit pun. Ada lelaki lain yang kini menggantikan posisi Keenan di hatinya.
Keenan membeku dengan tangan yang mengepal kuat. Dia masih tak mau beranjak, meski mobil yang dikendarai Alex dan Zetta telah menghilang di depan mata. Kini lelaki itu tahu rasanya patah hati. Begitu sakit dan menyesakkan, seolah dunia ini runtuh dan hidupnya akan berakhir saat itu juga. Itulah yang dulu Zetta rasakan saat dia lebih memilih Helia. Dan sepertinya saat ini Zetta tak akan peduli dengan apa yang dirinya rasakan, seperti halnya dulu dia tak pernah peduli dengan apa yang Zetta rasakan.
***
Pemberitaan media kembali ramai, kali ini dengan berita bahagia tentang pernikahan Zetta dan Alexander, seorang model papan atas yang juga ahli waris satu-satunya dari sebuah perusahaan paling besar di negara itu. Identitas Alex akhirnya terungkap oleh media, hal itu dikarenakan kakeknya susah memberikan izin untuk itu. Dia juga memberikan restu pada Zetta karena menilai jika Zetta sosok yang tepat untuk cucunya.
Dari layar sebuah Billboard di pusat kota, Keenan melihat raut wajah Zetta yang begitu bahagia saat acara pernikahan berlangsung. Karena identitas Alex yang luar biasa, pernikahan mereka memang disiarkan secara langsung dan bisa disaksikan oleh semua orang, termasuk Keenan. Semua orang menganggap kisah cinta keduanya bagaikan romansa di sebuah novel. Begitu indah dan dramatis. Keenan hanya tersenyum masam mendengar itu. Hanya ada satu kata yang mampu menggambarkan keadaannya kini, terpuruk.
Dengan langkah gontai, Keenan melangkah menjauh. Jika Zetta sekarang sedang sangat berbahagia, dia justru sedang merasakan betapa pahitnya hidup ini. Hampir kehilangan segalanya, bahkan bisnisnya pun sedang mengalami kemuduran. Mirisnya, semua itu terjadi karena kebodohannya sendiri.
Kini Keenan mesti menerima jika dirinya sedang menjalani hukuman atas perbuatannya selama ini. Dan hukuman itu baru saja dimulai. Yang artinya, hari-hari esok masih akan datang bersama penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada yang dulu Zetta rasakan.
TAMAT
Terima kasih karena telah mengikuti cerita ini sampai akhir. Maaf jika endingnya kurang memuaskan karena alurnya memang dipercepat. Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini ending versi saya, karena versi dari NT masih jauh dan saya tidak tahu seperti apa.
__ADS_1
Sampai jumpa di cerita selanjutnya, My Problematic Husband (spin off dari novel The Broken Ring). Insyaa Allah akan update secepatnya.