
Hotel waldorf Astoria Beverly Hills
Los Angeles California~
Jake dan Maria kini sudah kembali lagi ke kamar hotel.
ahh rasanya sangat lelah dan juga menyenangkan.
tetapi Maria sangat sedih, karena besok pagi dia dan Jake harus kembali lagi ke Milan, yah karena urusan pekerjaan.
Maria sedari tadi menggerutu, wajahnya sangat tidak bersahabat. sedari tadi Jake tidak di pedulikan. dia merajuk!.
bahkan Jake tidak di perbolehkan menyentuhnya, bagaimana mungkin Jake bisa membujuknya?
gadis itu sangat keras kepala.
"Sayang,,, apa kau masih merajuk?" tanya Jake dengan nada lirih dan halus.
Maria terdiam,
gadis itu bahkan tidak melirik Jake sama sekali. kini telinga Maria seakan tuli.
"Kau mendengarku?" tanya Jake lagi.
Jake mencekal tangan Maria, Maria bahkan tidak menatap wajah tampan suaminya, dia malah mengalihkan pandangan di luar jendela kamar.
Jake menghembuskan nafas beratnya,
"Oh ayolah sayang,, jangan seperti anak kecil." ujar Jake.
Maria pun langsung menatap Jake dengan marah.
"Apa Katamu? Aku seperti anak kecil?" nada bicara Maria mulai melengking.
"Tidak seperti itu, maksudku,,"
"Lalu apa maksudmu?"
"Aku hanya.."
"Hanya apa? kau bahkan tidak mencintaiku." ujar Maria dengan bulir air mata yang mulai jatuh membasahi pipi mulusnya.
Jake mengerutkan keningnya, tak percaya.
ntahlah sedari tadi Maria selalu bertingkah seperti bayi.
itu membuat Jake frustasi.
sudah seminggu lamanya mereka naik kapal. dan hari ini adalah hari terakhir mereka di Los Angeles, tapi gadis itu tidak ingin kembali ke Milan.
Maria sibuk meracau, merajuk dan tiba tiba diam.
Jake bingung dengan sikapnya. entah mengapa akhir-akhir ini Maria itu sangat sensitif dan menyebalkan.
"apa yang kau katakan sayang,, kau itu kenapa hm?" Jake merengkuh wajah Maria sembari menatapnya dalam.
Maria menangis,
"Ntahlah aku merasa sangat sebal jika melihat wajahmu. aku tidak tau kenapa, tapi moodku selalu berubah-ubah. itu terkadang membuatku stress." jelas Maria.
"Kapan kau merasakan itu?" tanya Jake.
"sekitar 3 hari yang lalu."
...Apa efeknya akan secepat itu? (Batin Jake)....
"Atau jangan-jangan kau hamil." ujar Jake.
Deg...
Maria terkejut.
mata Maria membulat,
"Maria, are you pregnant?"
__ADS_1
"I don't know".
benarkah dia hamil?
memang baru 2 Minggu yang lalu, Maria berhenti minum obat penunda kehamilan, tetapi apakah secepat itu efeknya sehingga kini dia hamil?
Jake menyeringai.
tidak sia-sia aku memberikan obat penyubur kandungan dan obat perangsang jika efeknya akan secepat ini.(Batin Jake).
"Maria." Jake menyentuh bahu Maria, kini Maria menatap Jake dalam2, dia seakan tak percaya.
tetapi apakah secepat itu?
baru 2 Minggu Maria tidak mengkonsumsi obat itu.
ah ya,, Maria baru ingat jika, dia juga sudah terlambat menstruasi selama 1 Minggu. dan selama itu dia dan Jake selalu bercinta tanpa menggunakan pengaman, dan suaminya itu juga sering mengeluarkannya di dalam.
atau dia benar-benar hamil?
Sungguh?
entah Maria harus senang atau apa, yang jelas, jika dia benar-benar hamil maka dirinya akan sangat berterimakasih pada Tuhan, karena telah berbaik hati kepadanya, dengan memberikan titipan berupa buah hati yang selama ini Jake tunggu-tunggu.
tapi Maria belum sepenuhnya bahagia, karena dirinya belum tahu pasti. ataukah dia benar-benar hamil atau hanya sekedar tidak enak badan semata.
"Entahlah aku tidak tau. itu juga belum pasti." jawab Maria.
"Apa kau telat menstruasi?"
"Yah,, hanya 1 Minggu."
"You pregnant."
"I don't know."
"Beristirahat sayang,kau harus tidur yang nyenyak. malam sudah mulai larut bukan?" ujar Jake antusias.
"Kenapa kau tiba tiba sangat perhatian begitu?"
"Itu belum pasti. Lagipula aku baru telat 1 Minggu. akankah secepat itu?"
"Aku sangat yakin jika kau hamil" Jake tersenyum penuh arti.
Jake mengendong Maria menuju ranjang, dan menidurkannya. sembari menyelimuti maria, tak lupa Jake pun mencium perut Maria yang masih rata.
"Good night baby boy." lirih Jake.
membuat Maria sejenak terpaku dengan pemandangan manis yang berada tepat di hadapannya.
"Jake kau terlalu berlebihan." ujar Maria. "Kita belum tahu pasti. jadi jangan terlalu berharap dulu." sambungnya.
"Aku yakin kau hamil. jadi jangan banyak bicara dulu myQueen.. sekarang tidurlah ini sudah malam." ujar Jake dengan suara berat dan nada otoriter yang khas.
Maria terdiam.
Jake menyentuh wajah Maria lembut, sembari mengecup pucuk kepala Maria dalam.
"Good night mommy." lirih Jake dengan tersenyum manis.
mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut Jake membuat pipi Maria memerah, dia tersipu malu.
lihatlah sekarang, wajah Maria merah seperti tomat busuk.
terlebih sekarang Maria tersenyum sendiri bak orang gila.
"Good night too Daddy." lirih Maria.
saat Jake hendak berdiri,
Maria mencekal tangannya.
"Ada apa sayang?Kau butuh sesuatu hm?"
Maria mengeleng.
__ADS_1
"Lalu?" sambung Jake.
"Aku ingin..." lirih Maria sembari mengigit bibir bawahnya sensual.
"Kau ingin..?Apa yang kau inginkan myQueen?Aku akan dengan senang hati menurutinya."
"Aku ingin bercinta."
ucapan frontal Maria membuat Jake tertawa.
entah sejak kapan istrinya itu menjadi wanita nakal.
bahkan sekarang Maria sudah lihai dalam bercinta dan memimpin permainan.
Jake mengerang tertahan.
tetapi apakah boleh jika bercinta saat Maria dalem keadaan hamil muda?
Jake takut itu akan membuat rahimnya dalam bahaya. Jake pernah mencari tau di internet. jika wanita hamil muda tidak boleh sering melakukan percintaan. karena itu akan membahayakan janin yang di kandungnya.
"Tapi kau sedang hamil sayang,, itu tidak baik untuk anak kita." ujar Jake.
"Kau menolak keinginanku?"
"Bukan begitu.. maksudku.."
kalimat Jake menggantung, Maria langsung memotong ucapan Jake.
"Kau bilang, kau akan menuruti semua keinginanku, tetapi kau menolak ku untuk bercinta? Lagipula aku belum benar-benar hamil."
"Tapi bagaimana jika kau benar hamil sayang?".
"Baiklah jika kau tidak mau juga tidak apa-apa." Maria kembali merajuk. dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.
Jake menggelengkan kepalanya. tidak percaya dengan tingkah istrinya yang kini mulai menjadi-jadi.
Jake keluar dari kamar hotel. menuju kamar Lucas.
padahal besok dia harus kembali ke Milan. tapi dia tidak bisa tertidur, pria itu sedang berfikir. entah apa yang ada di fikiranya sekarang.
melihat kedatangan kakaknya Lucas hanya melihat tanpa menunjukkan ekspresi.
"Ada apa?" tanya Lucas.
"Tidak ada." ujar Jake.
walaupun Lucas memiliki istri, tetapi bahkan pria itu tidak tidur sekamar dengan rose istrinya. padahal sudah seminggu pernikahan. Lucas masih saja betah menahan diri melihat keelokan tubuh ramping rose.
apa Lucas kini sudah menjadi pria impoten?.
"Kau tidur sendiri?" tanya Jake. "Dimana Rose'".
"Kau tau kan jika kami tidak tidur bersama?". ujar Lucas santai.
"Kenapa?"
"Itu bukan urusanmu."
"ternyata kau kuat juga, menahan diri untuk tidak menyentuh Rose." ujar Jake "Apa kau kini menjadi pria impoten?Dasar Bodoh!".
"Impoten?Yang benar saja. kejantananku bahkan selalu berdiri tegak dan kokoh hanya dengan melihat wajah cantik Grace. ahh gadis itu benar-benar sangat cantik." ujar Lucas sembari membayangkan adik iparnya itu.
tanpa sadar, Jake melihat tato kecil di belakang telinga Lucas, seperti inisial nama. JGF?
JGF? ataukah Jasmine Gracella Florence.?
Lucas benar-benar bajingan!
tertarik dengan adik iparnya sendiri?Betapa bodohnya dia.!
"Lucas!Kau memang adikku yang paling brengsek!"
"Kau lebih brengsek! jangan lupa.. jika kita itu sama. dan sifat itu adalah salah satunya." ujar Lucas dengan santainya.
Bersambung~
__ADS_1