My Desire Obsession

My Desire Obsession
Promise~


__ADS_3

Hari demi hari, bulan pun berganti, waktu berputar dengan cepat sesuai arah jarum jam.


tak terasa, kini usia kehamilan Maria telah menginjak 5 bulan.


hari demi hari maria jalani dengan penuh air mata dan penderitaan. Jake berdusta. pria itu mengatakan jika dia akan melindungi dan membahagiakannya. tapi nyatanya.. Jake tidak memperdulikannya sedikitpun , bahkan saat usia kehamilannya telah menginjak bulan ke 5.


setiap hari, Jake pulang terlambat.


dia selalu pulang dalam keadaan mabuk. naasnya Jake bahkan sama sekali tidak mau di Sentuh oleh Maria.


Jake memilih tertidur berpisah, dia lebih memilih tidur di kamar lain. dan Maria. hanya menangis di kamar.


tak ada yang menarik di dalam rumah tangganya, selain tangisan dan sikap diam dari ego keduanya. tak ada komunikasi, percintaan, gurauan dan lain. mansion seluas ini seakan senyap.


Maria melihat kepulangan dari Jake, yang kini berjalan sempoyongan. walaupun tidak ada komunikasi antar keduanya, tapi Maria masih setia, berharap Jake Mau menerima kehamilannya.


Maria berusaha untuk menyentuh tangan Jake, tapi Jake menepisnya, seakan Maria adalah kuman yang tidak ingin ia sentuh.


"Jangan sentuh aku!!" titah Jake, suara beratnya yang khas terdengar datar dan sangat tajam.


Marcus mencekal tangan Maria, saat Maria hampir terjatuh akibat tepisan kasar dari Jake.


Maria tersenyum tipis, melihat Marcus sekilas dan berusaha untuk menyembunyikan air mata yang hampir menetes.


"Kau mabuk..?" lirih Maria, dia berusaha untuk menatih jake menuju kamarnya, tetapi lagi-lagi Jake menepis tangan Maria.


"Apa urusanmu?" singkat Jake "Kau tidak mencintaiku kan Maria?Kau lebih memilih dia daripada aku. pria yang mencintaimu hingga nyaris gila ini." Jake tersenyum remeh. "Seharusnya dari dulu, ku biarkan saja ero menjalankan operasi pengangkatan rahim. maka semua ini tak akan terjadi." imbuhnya.


Kesabarannya sudah habis kini.


"Cukup!!!Sudah cukup kau memperlakukan aku seperti ini!!!" teriak Maria, dengan suara yang mulai meninggi. "Sudah cukup!!!Jangan katakan itu lagi!!! aku sudah tidak bisa diam lagi kali ini!" imbuhnya, menatap Jake dengan tatapan Nyalang.


"Ya aku wanita serakah yang egois!! terserah jika kau beranggapan jika aku tidak memikirkanmu!!! justru dengan adanya anak ini.. akan menjadi penerus untuk keluargamu." ujar Maria. "Kau lihat aku!!! kehamilanku yang sekarang, aku terlihat sehat dan gemuk. walaupun kau terus menyakiti hatiku, dengan pulang terlambat dalam keadaan mabuk, dan mendiamkan aku seakan aku tidak ada." teriak Maria. "Aku sudah cukup bersabar menghadapi sikapmu,, aku berharap suatu saat kau mau menerima kehamilanku,, tapi nyatanya tidak!" Maria tersenyum kecut.


"Tapi kehamilanmu itu akan membunuhmu!!! Kenapa kau tidak mengerti juga?!!!" Jake angkat bicara dengan suara yang tak kalah meninggi.


"Apa kau tuhan? Kenapa kau mengatakan hal itu seolah-olah kau tuhan dan aku akan mati dengan mengandung ha? Katakan padaku brengsek?!!" teriak Maria. "Entah mengapa aku bisa mencintai pria brengsek, sebajingan dirimu!!Kau adalah pria paling keparat yang aku kenal." imbuhnya.


"Tuhanlah yang tau, antara hidup dan mati ku. jika aku melahirkan dan aku mati. maka umurku hanya sebatas itu." sambung Maria.


Jake bungkam seketika.


"Tidak bisa!!!Kau tidak boleh mati!!" teriak Jake.


"Kenapa tidak??Kelak kau juga akan mati!!!" ujar Maria.


"Lebih baik aku yang mati lebih dulu, dari pada harus melihatmu mati!!" sambung Jake.


"Aku tidak akan mati." ujar Maria.

__ADS_1


"Apa kau bisa bersumpah untuk terus hidup bersama denganku Maria,,, saat kau melahirkannya?" tanya Jake "Jika bisa, maka aku akan dengan senang hati menerima anak itu. tapi jika kau berhasil selamat dan tidak mati." ujarnya.


Maria bungkam.


"Katakan padaku Maria,, bersumpah lah untuk tetap hidup!!" sambung Jake.


"Aku tidak bisa bersumpah!! tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap hidup bersamamu dan anak kita." lirih Maria.


Jake terkekeh rendah.


"Aku tau kau akan mengatakan itu."


"Jake apa kau percaya dengan keajaiban?". tanya Maria.


Jake bungkam seketika.


"Aku sedang membuktikannya.." imbuh Maria.


"Aku percaya bahwa keajaiban tuhan itu ada, ku percayakan hidup dan mati ku padannya,,, dan aku sedang berusaha dan ingin membuktikannya." jelas Maria. "Aku yakin ini akan berhasil."


"Tau darimana kau?Kenapa kau selalu yakin tanpa tau kenyataannya?" timpal Jake.


"Jake maukah kau menuruti keinginanku sekali saja?" tanya Maria.


Jake kembali bungkam.


"aku tidak tau aku akan mati atau tidak. saat aku melahirkan nanti, tapi aku ingin sebelum melahirkan, kumohon bahagiakan lah aku.. agar aku dapat merasakan bagaimana detik-detik terakhir bahagia bersamamu." lirih Maria sembari meneteskan bulir air matanya. "Dan saat aku sudah benar-benar mati.. kumohon jagalah anak kita." sambung Maria.


Marcus yang melihat, hanya bisa terdiam tanpa menimpali. sebab dalam hal ini dia tak mampu untuk berkata-kata selain diam membisu dan melihat drama dalam rumah tangga bos sekaligus sahabatnya itu.


ternyata begitulah kehidupan rumah tangga, sesekali Membuat Marcus begidik negeri. takut di pusingkan oleh seorang istri dan anak.


"Akan aku usahakan sayang,, aku juga selalu berdoa agar di berikan umur yang panjang. dan bisa hidup berbahagia bersama denganmu dan merawat anak kita." lirih Maria. "Tapi tetap saja, Tuhanlah yang lebih tau."


"Jika tuhan tidak menyelamatkanmu dan anak kita,, aku akan menjadi seorang atheis dan tidak mempercayai adanya." ujar Jake.


"Jangan katakan itu.." Maria menyentuh bibir Jake menggunakan tangannya.


"Aku sudah mengatakannya, tidak bisa ku ambil lagi.." Jake terkekeh. mencoba untuk mencairkan suasana.


Maria ikut tersenyum tipis.


mereka berpelukan erat, menyalurkan hasrat selama berbulan-bulan terakhir, dengan konflik dingin dan tanpa komunikasi Ataupun percintaan.


"Maafkan aku sayang..." lirih Jake di sela-sela pelukannya.


Maria menangis bahagia "Maafkan aku juga sayang.." ujarnya.


"Aku akan membuatmu bahagia sekarang," sambung Jake.

__ADS_1


Maria tersenyum.


"Tapi bukan berarti aku sudah menerima anak itu." imbuh Jake.


Maria melepaskan pelukannya.


"Apa maksudmu?"


"aku akan menerima anak itu jika kau benar-benar hidup saat melahirkannya.." ujar Jake


"Jika aku mati kau harus merawatnya."


"Tidak! jika kau mati, aku juga akan bunuh diri." ujar Jake.


"Jangan gila... lalu bagaimana dengan anak kita?"


"Biarkan mom dan dad merawatnya."


"Jake kau tidak waras!!"


"Aku hanya menginginkanmu bukan dia!"


"Tapi.."


"Aku akan mencoba untuk menerima anak itu,,, jika kau berjanji untuk tetap hidup." pungkas Jake


"Berjanjilah padaku, kau akan menjaga anak kita jika aku mati." ujar Maria.


"berjanjilah padaku untuk terus hidup." timpal Jake.


Bersambung~


BTW gays detik-detik chapter terakhir dari kisah cinta antara Jake dan Maria ya....


author pernah bilang sebelumnya kalo author gasuka novel yang terlalu banyak chapter dan episode. takutnya nanti kalian bosen..


karena itu author buat episode yang cepet tapi kalian semua faham sama alur dan inti dari ceritanya..


oh iya gays jangan lupa like komen dan vote ya agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian πŸ€— Terimakasih πŸ™πŸ»πŸ˜


dan jangan lupa baca novel terbaru author series berbeda..


yang menceritakan tentang kisah cinta antara Rose, Lucas, Grace dan James.


dalam judul series novel.


"My posesif Desire 🌷"


jangan Ampe ketinggalan ceritanya yaaa.. hehe..

__ADS_1


happy Reading All😚


__ADS_2