My Desire Obsession

My Desire Obsession
Anniversary~


__ADS_3

"Jake kau mau membawaku kemana pagi-pagi buta seperti ini?" gerutu Maria, sebenarnya dia masih sangat mengantuk, matanya enggan untuk terbuka. tetapi Jake mengajaknya pergi dengan beralasan akan menunjukkan sesuatu. ahh rasanya Maria sangat malas.


Jake hanya tersenyum sebagai jawaban.


ah pria itu bahkan tak tidur semalaman. Jake hanya memberi jeda Maria tidur 2 jam, setelah percintaan panas yang mereka lakukan tadi malam. dan kini jam telah menunjuk ke angka empat. pagi akan segera datang. rasanya Maria masih sangat mengantuk.


Tak lama setelah perjalanan mereka, kini Jake mengangkat tubuh Maria, menggendongnya ala bridal style. Maria mengalungkan kedua tangannya, sembari mengejamkan matanya sejenak.


kini keduanya telah sampai Ke roof top, sebuah gedung yang menjulang tinggi, tentu saja Jake menyewa gedung tersebut untuk memberikan kejutan romantis untuk Maria.


Maria mengerjap-ngerjapkan matanya,


mata Maria membulat, melihat pemandangan indah di depan matanya, ia tak menyangka jika Jake mengajaknya di roof top, dan di hadapannya sudah ada helikopter yang menunggunya.


Jake tersenyum,


Maria menatap wajah tampan Jake, melihat senyuman hangat yang khas.


"K-kau merencanakan ini semua?" tanya Maria.


"Ya sayang,, aku sudah merencanakan ini semua untukmu.. aku ingin menunjukkan sesuatu padamu dengan menaiki helikopter itu." Jake menatap Maria sekilas, lalu matanya beralih pada helikopter yang terparkir di depannya.


"Sir,, silahkan masuk." ujar marcus.


tentu saja, Jake mengajak Marcus.


jangan lupa kalau Marcus adalah bayangan Jake, kemanapun dan dimanapun. Jake pasti mengajak Marcus.


Jake mengandeng tangan Maria lembut,


mereka berdua menaiki helikopter dengan senyum bahagia yang tak lepas dari wajah cantik Maria.


tak lupa, Jake memasangkan earphone untuk Maria, agar mereka saling mendengar saat berbicara, karena suara bising baling-baling membuat keduanya harus memakai earphone sebagai alat komunikasi.


Maria menata Jake dalam.


"Terimakasih sayang,," lirih Maria.


Jake mencium bibir Maria sebagai Jawaban.


pria itu menggenggam tangan Maria. sembari tersenyum.


"Jalan!." titah bara


Entah Kemana Jake akan membawa Maria pergi, yang jelas Maria sangat bahagia, Maria tidak pernah menyangka jika Jake sangat manis dan romantis. yang Maria tau Jake adalah pria datar, dingin, kasar, arogan dan otoriter. ternyata Jake sangat mencintainya. buktinya Jake melakukan semua ini untuknya.


kini mereka telah berhenti di suatu tempat,


entah tempat apa ini, tapi tempat ini sangat indah.


rumah yang berada di tengah pulau, serta pemandangan indah di pagi hari. Maria dapat melihat dengan jelas Sunrise terpampang nyata tak jauh dari pengelihatannya.


"Sunrise?Jake. aku dapat melihat dengan nyata bagaimana matahari terbit dengan sangat indah pagi ini." Maria menunjuk matahari yang kini mulai terbit dari ufuk timur. sinarnya mampu membuat mata Maria menghimpit. karena sangking terangnya.


"Kau menyukainya?"


Maria mengangguk pasti,


"Sangat" Maria tersenyum manis.


"Sayang,,"

__ADS_1


Maria menoleh.


ia mengerutkan keningnya tak percaya dengan apa yang suaminya lakukan.


Jake mundur beberapa langkah, dan menjauh darinya.


"Maria de Anggelo.. Happy 1 year anniversary." teriak Jake lantang, sembari membawa karangan bunga di tangan kanannya, dan sebuah kotak kecil di tangan kirinya.


Jake berjongkok, bak pasangan kekasih yang sedang melamar kekasihnya, membuat Maria menangis bahagia.


Maria berlari,memeluk Jake dengan erat.


Maria melepaskan pelukan hangat tersebut, dan menatap wajah tampan Jake dari dekat. Maria mencium bibir Jake, ********** sekilas dan terus menerus mencium lebih dalam.


"Happy 1 year anniversary hubby.." ujar Maria di sela-sela ciuman tersebut.


jake kembali mencium bibir Maria, mencecapnya dalam.


Kelopak bunga mawar bertaburan, menghujan i kedua insan itu. Maria terkejut, ia melihat ke atas, helikopter itu membawa beberapa kelopak bunga mawar untuk di jadikan hujan buatan.


betapa romantisnya,,


Maria tersenyum bahagia, tanpa sadar, Jake memasangkan kalung indah bermata Rubi yang melekat indah di leher Maria.


Maria menatap Jake dalam,


"Terimakasih sayang,," lirih Maria, Maria tak kuasa menahan tangis, ia tak bisa berkata-kata jika dirinya begitu sangat bahagia, ya sangat bahagia. "Aku sangat-sangat bahagia.. aku mencintaimu.." imbuh Maria.


"I love you more.." Jake mencium bibir maria, lalu memeluknya dalam.


Jake berfikir, tanpa anak pun rumah tangganya bersama dengan Maria bahagia..


Jake tak pernah meminta apapun, selain di bersamakan sampai mati bersama dengan Maria.


ya Maria, istrinya.


teman masa kecilnya,, cinta pertama dan terakhirnya.


"Apa tidak ada penginapan disini Marcus?" tanya Jake disela-sela ciumannya. Jake terlihat seperti di kuasai oleh kilat gairah tak kasat mata.


"Tidak ada sir,,, jika anda ingin bercinta. alangkah baiknya jika anda bersabar terlebih dulu,karena disini bukan kapal, jett pribadi ataupun mansion dan hotel milik anda." jelas Marcus dalam mode Bekerja.


"Sialan kau Marcus. kurang ajar sekali kau itu!!" geram Jake.


Marcus terdiam, tak memiliki niatan untuk menimpali.


Maria tertawa terbahak-bahak.


"Kau ini,," Maria geleng-geleng kepala tak percaya dengan tingkah konyol Jake, " Kalau begitu ayo kita pulang,, sepertinya matahari terbit dengan cepat. aku sudah merasa panas dan gerah, tidak sabar untuk mandi."


"Mandi bersama." ujar Jake.


mendengar pembicaraan tak senonoh suami istri, membuat Marcus berdecak sebal.


oh hei apa mereka tak melihat?Jika di situ masih ada Marcus. apa mereka tak memikirkan perasaan Marcus sedikit saja?


ah melihat kedua insan di mabuk cinta itu, membuat Marcus iri.


sebenarnya Marcus ingin menjalin hubungan dengan wanita, tapi ia tak mau menjadikan wanita sebagai sandaran hatinya. karena bagi Marcus wanita itu sama saja, hanya pemuas nafsu semata, setelah di gunakan kami para pria akan membuangnya.


di dunia ini tak ada wanita yang benar-benar menerima pria brengsek sepertinya apa adanya. jika ada mungkin Marcus belum menemukan sandaran hatinya.

__ADS_1


dan yah,,


dengan wajah tampan yang di miliki Marcus, tentu saja banyak wanita yang mengantri ingin menjadi kekasihnya, walaupun wajah Marcus tak setampan Jake ,dan Lucas.


Marcus juga cukup kaya,


"Ehem..." Marcus berdehem. "Bisa kita pulang Sekarang sir?" imbuhnya.


"Marcus,, kau itu mengganggu sekali!!" geram Jake.


Marcus tersenyum penuh arti.


"Marcus, carilah wanita. agar kau tidak terus-menerus menyendiri. ingat usiamu tak lagi muda." sambung kara.


"aku masih muda nona,, usiaku tak jauh berbeda dari suami anda." jawab Marcus.


Jake berdecak sebal.


"Cih,, kau lebih tua 2 tahun dariku." Jake tak terima.


"tapi aku belum menikah sir, tandanya aku masih muda." dengan wajah tak berdosa. berani sekali Marcus membantah ucapan Jake.


"Marcus. kau membantahku?!" tindas Jake.


"Tidak sir, aku hanya membela diri."


"Alasan saja kau itu,, segeralah cari wanita!! sebelum kau benar-benar menjadi pria impoten." Jake tersenyum remeh.


"Ck. aku bukan pria impoten sir.."


"Lalu apa jika bukan pria impoten?Pria tua?Cih."


Maria hanya tertawa melihat tingkah kedua orang itu.


baru kali ini Maria melihat Marcus berani membantah Jake. biasanya Marcus hanya bisa diam saat Jake berbicara. apalagi saat Jake marah, pasti Marcus tak berani menatap wajah Jake.


"Sudahlah, kalian itu seperti anak kecil." Maria melerai "Ayo kita pulang,," Maria menggandeng tangan Jake, membawanya memasuki helikopter tersebut.


Bersambung~


jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru untuk kalian😊 semoga kalian suka 😁


oh ya gays author mau ngasih tau nih kalau. series novel cerita tentang Rose, Lucas, Grace dan James Uda aku Update.


terbaru...


Judulnya "MY POSESIF DESIRE🌷"



jangan lupa dukung author selalu ya gays..


buat baca series novel cerita Lucas dan Grace serta awal mula perselingkuhan mereka berdua.


gasabar pokoknya capcus..


buruan baca..


hehe


Happy Reading 😚

__ADS_1


__ADS_2