
#Hotel The Ritz-Carlton, Los Angeles~
kini Jake dan Maria sudah sampai di Los Angeles, kota yang ingin Maria datangi.
yang membuat Jake geram adalah, kenapa harus los Angeles?
banyak negara yang memiliki kota indah bukan? Misalnya abu Dhabi, las Vegas, new York dan lain-lain. kenapa Maria harus mengajaknya ke Los Angeles?.
bukan apa-apa tapi bukankah mereka pernah berada di sana, pada hari pernikahan Lucas? bahkan mereka berdua sempat berbulan madu di sini.
tapi Maria tetaplah Maria, gadis itu sangat keras kepala.
tiba-tiba dering ponsel Jake berbunyi, menandakan ada yang menghubunginya.
"Halo Jake, ini aku. ku dengar kau berada di los Angeles bersama dengan Maria. benarkah?"
"Ya, Aku dan Maria berada di Los Angeles." singkat Jake.
"Kenapa kalian tak memberi tau kami?Dan kenapa kalian tak datang kemari menemui kami?."
"Aku tidak memberitahu pun kau sudah mengetahuinya."
Daniel terkekeh, "Tentu saja aku tau, apa yang tak ku ketahui tentang mu?".
Jake terdiam.
"Jake, datanglah kemari. ajak Maria juga. bagaimana kalau kita makan malam bersama?A sudah memberitahu Lucas dan rose. mereka berdua juga akan datang."
"Akan aku fikirkan."
"Jake kau memang brengsek." Daniel terkekeh. "Tidak ada bantahan, mengerti?! kau harus datang bersama dengan Maria, titik."
sebelum Jake menjawab, Daniel sudah memutuskan panggilannya, membuat Jake berdecak sebal.
"Ada apa sayang? kenapa wajahmu seperti itu?" lirih Maria, yang datang langsung memeluk tubuh kekar Jake.
"Uncel Daniel menghubungiku, dia tau kita ada di sini. dia juga mengundang kita makan malam di rumahnya secara sepihak." jelas Jake.
"Bukankah itu bagus?Kenapa kau malah tak suka?"
"Bukannya aku tak suka, tetapi aku ingin menghabiskan malam dengan bercinta denganmu sayang,,," lirih Jake sembari merengkuh pinggang Maria, sehingga kini tubuh keduanya berhimpitan tanpa ada celah sedikitpun.
"Astaga kau itu,, kita baru sampai, tapi kau sudah menagih untuk bercinta." gerutu Maria.
"Tentu saja sayang,, aku sudah menuruti kemauan mu, mengajakmu berjalan-jalan, dan berlibur di sini sesuai yang kau inginkan. tak kan kau lupa bukan, jika suamimu ini pandai mengambil keuntungan di dalam situasi yang ada." Jake mengangkat alisnya arogan.
Maria tersenyum, sembari mengalungkan kedua tangannya ke bahu Jake, "Oh suamiku ternyata sangat licik." lirih Maria sensual.
Jake terkekeh, "Kau sangat mengenal suamimu ini bukan?" Jake menggelitik Maria, hidungnya yang mancung berada di ceruk leher Maria, menciuminya brutal, sesekali menggigitnya membuat Maria tertawa kegelian.
Jake Bahkan menggelitik tubuh Maria menggunakan kedua tangannya, sesekali mencium pipi Maria, turun ke leher. tak kehilangan akal. Maria pun menyentuh inti dari tubuh Jake membuat Jake mengerang.
__ADS_1
saat Jake lengah, Maria langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sekalian bersiap untuk acara makan malam nanti.
Jake yang tau Maria sedang menggodanya dan lari ke kamar mandi membuatnya terkekeh geli, ia sungguh di buat gila oleh wanita satu ini.
"Maria.." teriak jake.
"Jake bersiaplah, nanti kita akan terlambat." ujar Maria sembari terkekeh, menertawakan suaminya itu. pasti Jake Tengah birahi sekarang.
Malam pun kini telah tiba.
Jake dan Maria datang ke mansion Daniel.
Ah ternyata mansion Daniel tak jauh berbeda dari mansion miliknya, yah walaupun lebih besar mansion milik Jake yang ia tempati bersama dengan Maria di Milan.
"Selamat datang Jake,," Daniel langsung memeluk keponakannya dengan sangat erat.
"Selamat datang Maria.." Carrol memeluk Maria lembut.
Carrol tersebut manis.
"Maria, kau sangat cantik.. dres yang kau kenakan sangat indah, warna hitam cocok sekali dengan kulitmu yang putih." puji Carrol.
"Terimakasih Aunty,," lirih Maria.
"silahkan masuk." Daniel dan Carrol mempersilahkan Jake dan Maria untuk memasuki mansion.
terdapat banyak sekali pelayan yang berbaris rapi menyambut kedatangannya, Maria berjalan perlahan-lahan, melihat ruangan demi ruangan ia sempat terkagum-kagum. pasalnya mansion ini sangat indah, selain megah, mansion ini juga sangat sejuk dan segar , banyak sekali tanama dan dedaunan hijau berada di sekeliling. mansion ini tampak rumah kaca yang penuh dengan tanaman hijau.
Jake sangat romantis, pria itu dengan tak tau malunya menyeret kursi mempersilahkannya duduk. ahh Maria sangat senang dengan tingkah manis suaminya itu.
"Terimakasih sayang,," lirih Maria.
"Jake kau sangat romantis." ujar rose, sembari melirik Lucas.
tetapi Lucas? pria itu bahkan tidak pernah menatap rose sedikit saja. bahkan hanya sekedar melirikpun tak pernah. wajahnya sangat datar dan dingin.
"terimakasih rose." kata Maria.
kini mereka semua telah berkumpul bak keluarga bahagia, sayangnya mereka kurang lengkap tanpa adanya mom kara, dad bara, Jay, Mark, dan Grace.
oh hei dimana gadis pirang itu?.
"Maria makanlah yang banyak nak.." ujar Daniel.
"Iya uncel.." Maria tersenyum manis, "Ah ya dimana Grace? Aku tidak melihatnya.."
Mendengar kata 'Grace' wajah Lucas seperti berubah, tubuhnya menegang. entah ada apa dengan pria itu.
biarlah, itu urusan mereka Maria tak berhak ikut campur bukan?
Carrol tersenyum manis.
__ADS_1
"Grace, gadis itu sibuk dengan kuliahnya, dia melanjutkan kuliah.. dan sekarang Grace berada di las Vegas."
"Masih sebagai Agen Rahasia?"
"Iya, Grace sangat ingin menjadi seorang agen rahasia, walaupun itu akan sangat berbahaya." timpal Daniel.
"Omong-omong Maria, ku dengar kau hamil. sudah berapa bulan?" tanya Carrol.
tubuh Maria menegang, ia tak tau harus menjawab apa.
"Maria mengalami keguguran." singkat Jake.
Jake menatap bola mata biru Maria dalam, sembari menyentuh tangannya. agar Maria tak bersedih. karena Tentu saja suaminya akan selalu ada di sisinya untuk melindunginya.
rose terkejut hingga terbatuk.
"B-benarkah Maria?Kau keguguran?"
Maria terdiam.
"Astaga,, apa mom dan dad kalian tau soal ini?" tanya Daniel.
"Tidak." singkat Jake.
"Kalian tidak memberitahu mom dan dad?" timpal Carrol.
"Tidak. kita tidak ingin membuat mereka khawatir." lagi-lagi Jake yang menjawab seluruh pertanyaan dari Daniel dan Carrol.
Lucas?Pria itu tampak santai dengan memakan makanan.
Carrol yang duduk di sebelah Maria, mencoba untuk menyentuh bahu Maria, seakan memberikan semangat. Maria menatap bibinya sekilas, "Kau tidak perlu bersedih,, dulu aku juga pernah keguguran saat hamil adik rose, aku tau apa yang kau rasakan." Ujar Carrol "Kau hanya perlu bersabar, serahkan semuanya kepada Tuhan hm.." sambung Carrol menyentuh dagu Maria dengan tersenyum manis.
Maria tersenyum getir.
memang benar apa yang di katakan oleh Carrol.
tetapi dalam hal ini masalahnya berbeda, Carrol keguguran bisa hamil lagi, sedangkan Maria? Bagaimana ia bisa hamil?itu akan merenggut nyawanya jika ia benar-benar mengambil jalan dengan hamil.
kini Maria hanya mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, serta berharap keajaiban akan segera datang untuknya dengan menganugerahinya sebuah anak yang begitu ia inginkan. walaupun satu , setidaknya Maria dapat melahirkan dan menjadikan anaknya sebagai penerus bisnis ayahnya.
untuk itu, Maria datang kemari.
tidak mungkin bukan Maria datang jauh antara Milan sampai Los Angeles jika tidak ada yang Maria kerjakan?.
Maria memiliki rencana sendiri,
tujuannya datang kemari, selain untuk bersenang-senang dan berjalan-jalan adalah untuk menemui dokter Helen.
Maria ingin melihat, bagaimana perkembangan rahimnya yang dulunya sempat terkena luka tusukan Anaya.
jika memungkinkan untuk sembuh, maka dengan segera Maria akan melepaskan alat kontrasepsi dan bercinta dengan Jake. berharap suatu saat ia akan hamil, tanpa merenggut nyawanya. sekarang Maria hanya akan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. semoga saja ini berhasil.
__ADS_1
Bersambung~