My Desire Obsession

My Desire Obsession
Jake The Leader of La Savas


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Maria dan Jake berlibur di los Angeles, setelah beberapa hari berlayar di lautan. mereka baru saja mendarat, dan memiliki niatan untuk berbelanja. ya hanya membeli beberapa hadiah untuk di berikan kepada Daniel dan Carrol.


"Sayang, sudah selesai?" tanya Jake, sembari merengkuh tubuh Maria, yang kini menunggu giliran untuk membayar pembelanjaan.


"Sudah.." Singkat Maria. "Thankyou.." imbuhnya pada sang penjaga mesin kasir sembari menyodorkan beberapa lembar kertas uang dolar.


Penjaga kasir hanya tersenyum ramah sebagai jawaban.


Jake dan Maria keluar dari toko tersebut, dan hendak mampir untuk makan siang. panasnya matahari mampu membuat Maria kelelahan, dan yah tentu saja itu membuat kepalanya pusing.


"Kau kelelahan myQueen hm..?" tanya Jake, yang melihat raut wajah Maria yang kini mulai berbeda.


"Sedikit." singkat Maria.


"Kau ingin istirahat sebentar?" tanya Jake.


"Kita sudah beristirahat dengan berhenti, dan makan siang disini.." Maria sempat tersenyum sekilas.


"Kau sangat pucat, dan kau hampir jatuh tadi. apa kau baik-baik saja hm?" Jake kembali bertanya.


tentu saja Jake sangat khawatir, Karena saat mereka berjalan berdampingan, Maria hampir saja terjatuh, untunglah Jake menangkapnya.


"I'm fine." singkat Maria. "Kau sudah memesan makanan?" sambung Maria, bertanya.


"Sudah,," singkat Jake.


tak lama , makanan pun datang.


makanan khas korea pun tersaji di hadapannya.


Ada kimchi, Jajangmyeon, ramyon, Gimbab. dan lain-lain.


entah mengapa, Maria yang awalnya menyukai makan Korea. kini terlihat ingin mual, Karena melihat daging mentah dari ikan salmon yang tersusun dengan rapi.


oh hei bukankah Maria menyukai ikan salmon?


terlebih jika di cocol dengan saus pedas khasnya. pasti rasanya sangat lezat.


tapi entah mengapa, melihat ikan salmon. ia ingin sekali muntah.


Maria tak tau, apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya sendiri.


"Makanlah sayang.." lirih Jake, sembari menyodorkan ikan salmon ke depan Maria.


Maria menutup hidung dan mulutnya, seakan dia ingin berlari ke kamar mandi, dan memuntahkan isi perutnya. Maria tidak tahan dengan baunya.


"Kenapa sayang?Kau ingin ku pesankan makanan yang lain?" tanya Jake, yang melihat ketidaknyamanan Maria, dengan terus-terusan menatap ikan salmon sembari menutup hidung dan mulutnya.


"T-tidak perlu sayang,," Maria memaksakan diri untuk senyum. senyuman itu terlihat getir.


"Kau terlihat berbeda, bukankah kau sangat menyukai makanan khas korea?tapi kau terlihat tak berselera dengan adanya makanan-makanan ini." ujar Jake.


"M-mungkin saja, aku kelelahan sayang.. karena setelah kita turun dari kapal, kita langsung berbelanja dan belum beristirahat sama sekali." lirih Maria, dengan menelan ludah susah payah.


"kalau begitu, Habiskan makanan mu,, setelah itu kita beristirahat sebentar, kita akan pulang nanti malam hm," singkat Jake sembari menyentuh dagu Maria sekilas.


dengan terpaksa, Maria memakan makanan itu, walaupun ia ingin mual. sekuat tenaga Maria berusaha untuk menahannya. agar Jake tidak mencurigai jika yang ia alami sekarang seperti tanda-tanda kehamilan.


Maria belum tau, jika dia benar-benar hamil atau hanya sekedar tidak enak badan semata. karena dia belum kembali mengetes kehamilan. karena sudah hampir seminggu ini dia belum juga datang bulan.


Maria akan mengeceknya, setelah dirinya tiba di Milan nanti.


Setelah menghabiskan waktu singkatnya untuk makan, kini mereka keluar dari restoran.

__ADS_1


"Tunggu sebentar sayang, sepertinya ponselku tertinggal." ujar Jake sembari menyentuh saku-saku celananya. dia mencari-cari ponselnya.


"Aku akan menunggu disini, cepatlah kembali sayang.." kata Maria dengan tersenyum manis.


"Sebentar oke.." Jake kembali kedalam.


ah benar saja, ternyata ponselnya tertinggal, untunglah tak ada orang yang tau. jadi tak ada yang mengambilnya.


Jake mengambil ponselnya, meletakkannya kedalam saku, dan.....


"Jake.!!!!" Maria berteriak, seakan terjadi sesuatu.


Jake bergegas pergi untuk menemui Maria,takut terjadi sesuatu kepada istrinya.


Sh***!!!


"Ada apa?" tanya Jake dengan nada khawatir yang khas.


"T-tasku di curi!!!"


"Damn it!!! kemana pencuri membawa tasmu?"


"Disana,, di berlari kesana..!" Maria menunjuk ke arah barat.


"Baik, tunggu disini. aku akan membawa kembali tasmu.."


Jake berlari, dengan kencang..


ia melihat pencurian yang lari dengan tergesa-gesa dengan melihatnya,,


pencuri berlari menuju lorong-lorong sempit yang gelap.


tetapi Jake tak kehilangan akal, ia tau pencuri itu ingin membuatnya tak dapat melihat dengan jelas karena gelap.


Jake terus berlari dan mengejar pencuri itu, sampai akhirnya pencuri itu berhenti dan mengundang teman-temannya guna untuk menghabisi Jake.


"Mau kemana kau?? Kembalikan tas itu sialan!!!" glegar suara khas itu. menandakan jika Jake sedang marah.


pencuri itu tertawa rendah. " kau mau tas?Lawan dulu aku." ujarnya dengan nada sombong.


"Hei kawan.. serang dia!!!" ujar rekan di pencuri.


Jake melawan satu persatu pencuri itu dengan mudah,


hantaman demi hantaman, pukulan demi pukulan mengenai wajah dan tubuh si pencuri.


Jake menghantam kepala pencuri itu dengan kedua tangannya hingga terpental dan menubruk ke tembok, pencuri yang lain juga tak tinggal diam, dia berusaha untuk menghabisi Jake menggunakan pisau lipat yang dia keluarkan dari dalam saku celananya.


Jake berhasil menghindar. dengan ilmu bela dirinya, ia mampu membekukan pencuri itu dengan menendang dadanya sampai terpental. dan mencolok matanya,, Jake sempat mencekik rekan pencuri itu dan melemparkannya jauh hingga pencuri itu terkapar. tak mampu untuk kembali melawan.


melihat rekannya, yang mulai berjatuhan dan tak mampu melawan, si bos pencuri hendak memukul kepala Jake menggunakan kayu.


Jake melompat bak ninja, dan meninju wajahnya menggunakan kakinya yang panjang, kedua pencuri itu langsung terkapar. di ambilnya kayu tersebut, dan memukulkannya di badan si pencuri dengan membabi buta.


sedangkan pencuri yang lain, melihat pisau tak jauh darinya hendak untuk mengambil pisau tersebut, dengan mata Jeli yang di miliki Jake, ia menginjak tangan sang pencuri dengan keras, membuat sang pencuri berteriak histeris.


di ambilnya pisau itu, dan menancapkan nya pada tangan sang pencuri. pencuri itu semakin menjerit histeris, Jake terkekeh pelan.


"Kalian salah, karena telah berurusan denganku.." ujar Jake dengan nada khas otoriter nan arogan.


para pencuri hanya diam, takut. tak memiliki niatan untuk menimpali Jake. mereka merasakan sakit akibat perkelahian tadi yang membuat salah satu rekan mereka tewas karena di cekik oleh Jake.


"Apa kalian tidak tau kalian sedang berurusan dengan siapa?" sambungnya "Aku adalah Jake. pemimpin dari la Savas. tak mungkin kalian tak tau tentang la Savas bukan?" imbuhnya.

__ADS_1


"Jake? Pemimpin la Savas?"


"Ya!"


Mendengar kata la Savas, membuat para pencuri itu ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin. takut. tentu saja mereka tak tau jika pria ini adalah Jake, pemimpin dari la Savas. karena mereka tak pernah tau wajahnya. yang mereka tau hanya anggota inti dari la Savas sendiri, yakni Jay, Mark, Victor, William, Marcus dan Seth. sebelumnya mereka tak pernah melihat wajah dari sang pemimpin itu sendiri.


para pencuri itu menelan ludah susah payah. takut,, sudah pasti setelah ini dia akan di habisi. apa karena itulah, mereka semua tak mampu menghabisi pria ini. ya karena pria ini adalah Jake. bahkan mereka bukan tandingannya. karena Jake menghabisinya dengan sangat mudah.


"M-maafkan kami tuan,, kami tidak tau jika anda adalah Jake,, pemimpin dari la Savas. kami hanya tau nama anda tapi belum pernah melihat wajah anda. yang kami tau adalah wajah dari para anggota inti la Savas." timpal si pencuri yang lain.


"Maaf?!" Jake terkekeh. "Tak ada kata maaf untuk kalian." Jake sempat tertawa rendah sebelum ia mengeluarkan pistol dan hendak menembak mereka satu persatu.


Dor...


Dor....


Dor...


dan yang terakhir,, pria yang tangannya ia injak, tentu saja Jake tidak akan menghabisinya dengan pistol. tapi Jake memilih menyimpan pistolnya kedalam saku, dan ia pun berjongkok.


pria itu ketakutan setengah mati, mengeluarkan keringat dingin yang mengucur deras di dahinya. "Kenapa kau terlihat sangat takut hm?" lirih Jake yang terselip nada tajam.


si pencuri itu tak bisa berkata selain meminta maaf.


"Ma-aff tuan..."


Jake terkekeh, "bukankah tangan ini yang sudah berani mencuri dan mengambil tas dari istriku?".


pencuri itu membulatkan matanya, Terkejut.


"Saya tidak tau jika tas ini adalah milik istri anda tuan." lirih sang pencuri terbata-bata. "Maafkan saya tuan.."


Jake mengambil pisau yang ia simpan di dalam celananya..


pencuri itu membulatkan matanya, takut .


menurut informasi yang tersebar, Jake sang pemimpin la Savas sangat kejam, dan seorang psikopat. jika dia yang turun tangan dalam menyiksa lawan, maka itu akan sangat menakutkan.


Jake memotong satu persatu jari jemari tangan si pencuri,


pencuri itu menjerit kesakitan. jeritan itu sangat nyaring bahkan terdengar menyayat.


"Sakit hm?" ujar Jake, sembari memperlihatkan senyum mematikan bak iblis.


"Ampuni saya tuan..." si pencuri itu masih terus mengatakan kata permohonan. tetapi di acuhkan oleh Jake.


lalu Jake menebas (memotong) tangan pencuri tanpa ampun. dan menyeringai gila, sudah lama bukan ia tak melihat darah?


darah mengucur deras membuat pencuri itu tewas seketika, karena potongan tersebut mengenai nadinya sampai putus.


dirasa dia belum puas, Jake mengambil batu besar yang tak jauh dari sana, dan memukuli kepala pencuri itu sampai hancur.


Jake menyeringai.


"Sir..."


"Marcus." lirih Jake. "Urus mayat ini." titahnya.


Marcus mengangguk, dan memberikan isyarat kepala kepada anak buahnya yang sempat ia bawa untuk berjaga-jaga jika dalam bahaya.


"Jaket anda sir.." Marcus menyodorkan Jaket kulit kepada Jake, karena Jaket yang di kenakan Jake terkena cipratan darah dari sang pencuri.


Jake mengambil jaket itu dan mengenakannya, sedangkan jaket yang ia pakai. kini di bawa oleh Marcus karena Marcus di tugaskan untuk mengurus mayat para pencuri sekaligus menghapus bukti kejahatannya.

__ADS_1


Jake mengambil tas Maria, berlalu dan pergi, untuk menemui Maria.


Bersambung~


__ADS_2