
"Jake... Felix....!!"
"Mark,, kau menemukan keberadaan mereka?" tanya Jay.
"Ya mereka disini." teriak Mark. yang tak jauh dari markas tersebut, ia melihat Felix dan Jake tak sadarkan diri dengan tubuh penuh darah dan luka berat.
Jay datang menghampiri Mark.
dia pun membulatkan matanya sempurna, seakan tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
"Jake... Felix...!" teriak Jay.
Victor, William, Marcus dan Seth langsung datang.
"kenapa kalian berteriak?Bodoh!!" timpal Jake.
semua orang pun terkekeh dengan ucapan Jake, termasuk felix. mereka semua mengira jika Jake dan Felix sekarat, ternyata mereka berdua hanya kelelahan. oleh sebab itu, mereka berdua tak menemui yang lainnya, yah tentu saja agar mereka semua mencari keberadaannya bersama dengan Felix. lagipula Jake mengalami luka serius juga Felix akibat ledakan dan peperangan tersebut.
"Jake kau tak apa-apa?" tanya William.
"tentu saja aku tidak apa-apa. kau kira aku mati?"
mereka tak menjawab, mereka hanya memperlihatkan tersenyuman tipis yang tak di ketahui oleh Jake.
"tentu saja kami mengira kau mati. kau bahkan tak menampakkan diri sedari tadi, bahkan saat ledakan itu terjadi." timpal Marcus.
"Ya karena kami mengalami luka berat, sebab itulah aku dan Jake tidak mampu untuk berjalan. akibat ledakan dasyat tersebut, aku dan Jake hampir mati. untunglah ada jendela yang mampu menyelamatkan kami dari bahaya. sehingga kami melompat di saat detik-detik terakhir Bom meledak." jelas Felix.
"kalian sangat beruntung karena tidak mati." timpal William.
"Tak mungkin Tuhan membuat bajingan seperti kalian, mati dengan cepat." sambung seth.
"Sialan kau!." gerutu Felix
"Jake lebih baik kita kembali ke hotel, karena Lukamu harus segera di obati." gunam Mark.
"Ya Jake, Felix. benar kata Mark. luka kalian sangat serius. Kalian harus segera di obati." ujar Victor "Aku akan memanggil Ero untuk datang dan memeriksa luka Kalian."
Felix dan Jake mengangguk.
__ADS_1
........
3 bulan sudah berlalu sejak kejadian mengenaskan itu, kini usia pernikahan Jake dan Maria menginjak 1 tahun.
pernikahan mereka terjalin sangat baik dan juga bahagia.
yah terkadang terdapat pertengkaran sedikit antara keduanya, tidak serius hanya menyangkut rumah tangga, Jake pulang terlambat lah, terkadang Jake lupa mengambil handuk lah, sehingga terkadang saat Maria sedang sibuk memasak harus berhenti karena teriakan Jake. bahkan juga terkadang Jake mengambil asal pakaian hingga Maria lelah membereskannya. yah itulah kehidupan rumah tangga.
"Jake, sudah berapa kali aku bilang, aku lelah setiap kali kau berganti pakaian aku harus membereskannya.." gerutu Maria.
Jake tertawa sembari memeluk Maria dari belakang.
Jake pun mencium pipi Maria dalam.
"Maafkan aku sayang,, lagipula kau tidak perlu susah-susah untuk membereskannya,, tinggal panggil pelayan dan suruh mereka membereskannya. mudah bukan?."
Maria mengigit tangan Jake yang tadi memeluknya.
Jake pun berteriak.
"Rasakan!! lagipula memangnya aku salah ingin menjadi istri yang baik?"
"Kau tidak salah sayang,, tapi kau terlalu sering menggerutu."
Jake tau sebenarnya itu alasan Maria menggerutu, yah karena Maria ingin jalan-jalan.
Cih wanita itu selalu saja mencari-cari kesalahan Jake. agar dia bisa di ajak keluar dan berjalan-jalan.
itulah yang membuat Jake tergila-gila pada Maria, ya karena wanita cerdas yang bisa mengambil situasi. tak jauh berbeda darinya.
"Oh kau ingin berjalan-jalan?"
"Tentu saja, kau itu tidak peka sekali." Maria melipat tangannya, dan memalingkan wajahnya ke arah lain. sesekali melirik Jake yang tengah berfikir.
"Baiklah sayang, aku akan mengajakmu jalan-jalan. kau ingin pergi kemana memangnya?"
"Aku ingin ke LA. dulu kau berjanji jika kita kembali kesana, kau akan mengajakku ke tempat yang indah. dan tentu saja kau akan mengajakku mengitari Lautan menggunakan kapal pesiar. tak mungkin kau lupa bukan?"
"Ck. hal seperti ini kau selalu ingat dan menagih janji padaku, Cih." gerutu Jake.
__ADS_1
Maria yang nakal, kini menggoda Jake dengan mengalungkan kedua tangannya di leher, membuat Jake menatap wajah cantik Maria dari dekat.
"Tentu saja, sebagai istri aku harus ingat apa saja yang kau katakan, termasuk janjimu itu sayang..." lirih Maria
"Begitukah?" Jake merapatkan tubuhnya kepada Maria, menyentuh pinggang serta mengeluarkan suara serak berat, membuat Maria menelan ludah susah payah.
Jake menyeringai, dia tau jika kini Maria mulai gelisah, bahkan dahinya mengeluarkan keringat dingin kini.
"Kalau begitu puaskan dulu suamimu ini sayang,, lalu kita akan mengurus keberangkatan kita besok hm..?" lirih Jake.
Maria menepuk dada Jake sekilas,
"Kau memang selalu bisa mengambil keuntungan dengan situasi." Maria terkekeh.
Maria mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Jake,
"Karena itu, aku mencintaimu.." lirih Maria sensual.
Jake mengerang, deru nafas Maria serta aroma tubuh khas vanilla, mampu membuat Jake bergairah seketika.
Maria tersenyum licik khas sensual, dengan tingkahnya yang liar, dan ingin menggoda suaminya. Maria mengigit bibir bawahnya, serta memperlihatkan wajahnya yang paling menggoda.
Jake yang menatapnya tak butuh waktu lama, langsung merapatkan tubuh Maria, hingga kini tubuh Maria terhimpit antara Jake dan tembok.
wajah Jake yang tampan, matanya yang mulai gelap di kuasai oleh gairah yang membara, Mampu membuat Maria menelan ludah susah payah.
"Aku mencintaimu.." lirih Jake.
Jake pun membungkam mulut Maria dengan ciuman panasnya, seakan tubuhnya di penuhi oleh gelora cinta yang membara, Jake yang telah di kuasai oleh gairah, tanpa henti mencium bibir Maria dalam, serta ******* yang panas.
lutut Maria mulai lemas kini, Maria seakan tak mampu untuk berdiri menompang tubuhnya. lidah Maria menari-nari dengan lihai. seperti pemain handal.
tubuh Maria terbanting ke ranjang, deru nafasnya yang panas terengah-engah bak lomba maraton. Jake menghimpit tubuh Maria, tubuhnya yang kekar terpampang langsung di hadapan Maria. ntah sejak kapan Jake sudah bertelanjang dada, otak keduanya sudah terbakar oleh api gairah sehingga tak mengingat sejak kapan tubuh mereka berdua mulai polos tak menggunakan sehelai benang.
matanya yang mengelap, siap untuk memangsa Maria.
Maria menutup matanya, dirinya sudah di buat gila oleh permainan suaminya. Jake begitu seksi dan panas.
jarinya menusuk nusuk di dalam inti Maria, Maria tak bisa berkata-kata hanya bisa meracau karena ulah Jake yang gilaa.
__ADS_1
setelah pemanasan yang begitu menggairahkan, kini Jake menghujam Maria, dengan tenang dan lembut Jake mulai bergerak memompa sesuai irama, decitan serta raungan kedua insan itu mampu membuat siapa saja yang mendengar dengan cepat menutup telinganya agar tak mendengar bagaimana cara kedua insan itu bercinta, sangat luar biasa dan tak bisa di bayangkan bagaimana Jake menggagahi Maria.
Bersambung~