My Desire Obsession

My Desire Obsession
Pregnant with Twins


__ADS_3

2 Minggu setelah kepulangan Jake dan Maria dari los Angeles, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. dimulai Jake yang sibuk mengurus perusahaan, dan maskapai penerbangan yang kini, ada sedikit kendala. karena kapten yang mengendarainya mengundurkan diri. akibat kontroversi yang di alami dengan pramugari.


"Sayang, kau sudah pulang?" Maria melihat suaminya yang baru saja memasuki kamar, dengan membawa tas kerja dan wajah yang terlihat sedikit frustasi.


"Ya sayang, maaf akhir-akhir ini aku pulang terlambat, dan Jarang memiliki waktu untukmu,, banyak pekerjaan di perusahaan yang tidak bisa di tinggal. kau tau sendiri apa penyebabnya.." jelas Jake yang berjalan, meletakkan tas dan menanggalkan kemejanya.


kini tubuhnya terpampang nyata di depan mata Maria, kulitnya yang mengkilap bak perungu, dada bidangnya, serta perut kotak tanpa lemak, terpahat indah karena terkena sinar cahaya lampu. ditambah keringat Jake yang menetes dari dahi dan tubuhnya menambah kesan sensual dari dirinya.


"Omong-omong soal pekerjaan,, apa kapten dari tim itu memiliki keluarga? Kenapa terlibat skandal dengan pramugari sampai menghebohkan perusahaan? Bahkan kau ikut andil dalam urusannya."


"Ya sayang, dia memiliki keluarga dan berselingkuh dengan pramugari." jelas Jake, di ambilnya gelas dari nakas dan menuangkan air.


"Berarti ini skandal perselingkuhan?" Maria tak percaya dengan perselingkuhan yang akhir-akhir kini mulai banyak, dan menghebohkan jagad Maya.


"Apa istri dari kapten tersebut membawanya ke jalur hukum? dan yah,, sebelum permasalahan itu berlanjut ke polisi, apa istri sah itu sempat menemui sang pelakor menamparnya dan memukulinya habis-habisan?" tanya Maria antusias. "Apa istri sahnya memergoki suaminya yang sedang berselingkuh?" imbuhnya.


"Kenapa kau sangat ingin tau sekali?" tanya Jake.


"Kisahnya sangat menarik." ujar Maria "Oh hey, jika aku yang jadi istrinya,, sudah ku potong kejantanannya biar tau rasa.. salah sendiri selingkuh, memangnya aku tak bisa memuaskan apa?!" geram Maria, yang mulai emosional dengan cerita yang menyangkut tentang kapten pesawat dan pramugari.


"kau sangat mengerikan.." Jake begidik negeri.


"hei sayang,, jika kau berani bermain gila di belakangku,, ku pastikan kau akan kehilangan kejantananmu esok. dan kau akan ku cabik-cabik bak singa betina yang sedang mencabik mangsanya. Awas saja kalau kau berani.!! tidak ada jatah selama 1 bulan." ancaman Maria mampu membuat Jake menelan ludah susah payah.


"Tidak bercinta selama 1 bulan?" Jake kembali memastikan.


"Ya. 1 bulan."


"Aku bisa mati..."


"Kenapa begitu..?"


"Tentu saja,, aku tidak bisa hidup tanpa bercinta denganmu,, apalagi berdekatan tapi tak bisa menyentuhmu,, itu membuatku tersiksa.." ujar Jake dengan nada tersiksa.


Maria terkekeh geli.


"Lalu?Apa yang membuat perusahaan dalam masalah? Sampai kau harus ikut turun tangan dalam masalah ini? bukankah itu adalah masalah pribadi?"


"Awalnya memang tak ada masalah, tapi ada yang menyebarluaskan berita tersebut, sehingga membuat saham turun dengan drastis. karena skandal ini sangat merugikan perusahaan. gara-gara masalah ini, perusahaan harus menanggung, karena tidak ada yang mau bekerja sama dengan perusahaan maskapai penerbangan kita. mereka takut jika perusahaan berdampak buruk kepada perusahaan lain." jelas Jake.


"Tidak masuk akal sekali..." gerutu Maria.


"Yah, karena itu aku sendiri yang harus turun tangan untuk membereskannya.." jelas Jake.


"Apa karena itu, perusahaan maskapai penerbangan Valent fly terancam bangkrut?"


"Tentu tidak sayang,, tidak mungkin perusahaan yang ku bangun dengan susah payah bangkrut dengan mudah, kau tau kan aku sangat kaya? tidak mungkin ku biarkan perusahaan bangkrut begitu saja." ujar Jake "Membungkam mulut wartawan tak sulit, berikan saja uang yang banyak. pasti berita itu akan hilang Begitu saja."


"jika semudah itu, lalu kenapa selama berminggu-minggu kau harus mengurus masalah sepele seperti katamu?."

__ADS_1


"Karena aku harus mengembalikan nama baik perusahaan terlebih dulu. karena setelah kejadian itu, perusahaan terkenal buruk. bahkan banyak yang menarik sahamnya, karena tak mau bekerja sama dengan Valent fly." jelas Jake, "oleh sebab itulah, aku dan Marcus harus turun tangan sendiri dalam hal ini. untuk membereskannya." imbuh Jake.


"Wah-wah suamiku ini sangat pintar." Maria memeluk bahu Jake, menatap wajahnya sembari tertawa.


"Itu sudah biasa.." ujar Jake dengan nada arogannya.


"Sombong sekali huh.."


Jake terkekeh, "Yes it's me."


"Jake mandilah, kau sangat bau." Maria menutup hidungnya menggunakan kedua tangannya.


"Benarkah?" Jake menciumi tubuhnya sendiri sembari tersenyum. "baiklah sayang, aku akan mandi,, tubuhku rasanya sangat lengket." sambungnya.


"Mau ku siapkan air?" tawar Maria.


"Istriku sangat pengertian." Jake mencium pucuk kepala Maria sekilas.


"Sebentar, akan ku siapkan air.." Maria berjalan melewati suaminya, menuju ke kamar mandi.


"Ingin air dingin atau hangat?" tanya Maria.


"hangat, aku ingin merenggangkan otot yang kaku,,"


"Baik sayang,,,"


# Valentino Hospital~


Milan.


Maria berjalan menuju ruangan untuk memeriksakan kehamilannya, sebenarnya ia ingin memeriksanya dari kemarin setelah kepulangannya dari los Angeles, tapi ia takut jika apa yang dia rasakan bukanlah tanda-tanda kehamilan, melainkan hanya tidak enak badan semata.


tetapi kali ini Maria benar-benar yakin jika yang di alaminya adalah murni kehamilan. karena rasa pening yang tak kunjung hilang, dan akhir-akhir ini ia sering mual, moodnya juga sering berubah-ubah. bahkan Maria selalu menginginkan hal lain yang tidak masuk akal, seperti mengidam.


kemarin Maria juga sempat, mengetes dengan apa tes kehamilan, hasilnya positif. Maria mencoba lagi dan lagi, Karena ia takut jika dirinya salah, tetapi sudah 4 sampai 5 kali Maria mencoba. dan hasilnya tetap positif. dan hari ini, kedatangan Maria di sini adalah untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar hamil atau tidak.


"Selamat datang Miss." sapa Ghea, tekan Ero. "Silahkan duduk.."


"terimakasih dokter Ghea." Maria tersenyum manis.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Ya dokter, aku ingin memeriksa kehamilan."


"Apa sebelumnya anda pernah melakukan tes?"


"Ya."


"Dan hasilnya?"

__ADS_1


"Positif."


"Baiklah Miss, silahkan anda berbaring, saya akan memeriksa perut anda dan melihatnya menggunakan monitor." ujar dokter Ghea.


Maria pun berbaring,


dokter Ghea memeriksa perut Maria, dan melihat perut Maria dengan monitor kecil yang berada di samping Maria, dengan alatnya, Ghea sempat terkejut dan kembali tersenyum manis kepada Maria.


tak lama setelah pemeriksaan usai.


"Bagaimana dokter,,?"


"Ya Miss, anda hamil. usia kehamilan anda menginjak 3 Minggu." ujar Ghea.


"Syukurlah, apa janinnya baik-baik saja?"


"Ya Miss, janin ada sehat."


Maria tersenyum manis, ia tak mampu berkata-kata karena hari ini, ia benar-benar sangat bahagia.


"Tapi Miss, bolehkah saya bertanya.?"


"Katakan saja dokter.. apa yang ingin kau tanyakan?"


"Bukankah Anda di larang untuk hamil terlebih dulu?Karena rahim anda pernah mengalami tusukan yang dalam, hingga mengakibatkan luka serius yang cukup parah, dan tidak memungkinkan untuk hamil." ujar Ghea. "Apalagi anda tidak mengandung 1 anak tapi 2 Miss. "


Maria terkejut setengah mati, matanya membulat sempurna.


Dua? Apakah itu tandanya dia akan hamil anak kembar?


"D-dua?Apa itu artinya aku mengandung bayi kembar?"


"Ya Miss,, anda mengandung bayi kembar, dan itu akan sangat berbahaya."


"Aku akan baik-baik saja Dokter, percayalah..." Maria menyentuh tangan Ghea sembari menatap wajahnya mencoba untuk meyakinkannya.


"Tapi Miss.."


"Aku percaya dengan keajaiban." pungkas Maria.


membuat Ghea membisu.


"Kumohon jangan katakan hal ini kepada siapapun, termasuk Ero." ujar Maria dengan nada permohonan yang khas.


"bagaimana jika sir Jake marah?Dan mengetahui hal ini Miss?"


"Aku akan bertanggung jawab." kata Maria.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2