My Desire Obsession

My Desire Obsession
Devils.


__ADS_3

Mendengar kabar kemalangan yang menimpa istrinya, Jake membanting setir mobil menuju rumah sakit. Maria telah di larikan ke rumah sakit Sekarang. Jake menginjak pedal gas Lamborghini dengan kecepatan tinggi, bak pembalap profesional Jake meliuk-liuk di jalanan kota Milan yang kini tengah sepi karena hari sudah sangat larut.


Fu*k!


****!


Wajah tampan Jake kini telah berubah menjadi menakutkan, dikuasai oleh Amarah yang kental.


dia bersumpah jika Maria tidak bisa terselamatkan maka para pengawal akan ia bunuh!


dan Anaya? gadis itu akan menjadi incarannya dan Felix.


biarlah itu urusan nanti. sekarang Jake harus segera sampai di rumah sakit.


selang beberapa saat kemudian, Jake telah sampai di rumah sakit.


pria itu berjalan dengan langkah tergesa2, Jake sangat khawatir dengan Maria. dia tidak peduli jika calon bayinya mati. tapi dia tidak mau jika Maria mati dan pergi meninggalkan dirinya.


sesampainya Jake di depan ruangan tempat di mana Maria di operasi. Jake di larang untuk memasuki ruangan. itu membuatnya berkali-kali lipat marah.


"Maaf sir, anda tidak boleh masuk." ujar sang perawat sembari mencoba untuk menghalangi keinginan Jake untuk melihat istrinya.


"Apa maksudmu sialan!!! istriku ada di dalam, dia membutuhkan aku!!!" teriak Jake


"Tapi sir,, "


"Rumah sakit ini adalah milikku.. aku akan memecat mu jika kau berani melawan perintahku!!"


para pengawal dan perawat hanya diam, takut. mendengar ucapan Jake..


"maaf sir, tapi anda memang tidak boleh masuk,, karena dokter sedang menjalankan operasi darurat. karena istri anda mengeluarkan cukup banyak darah. dan itu membahayakan istri anda." jelas perawat.


"Jake, tenanglah semuanya akan baik-baik saja.." ujar Victor sembari berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Aku tidak mau tau!! kalian harus menyelamatkan Istriku.. jika tidak maka akan ku ledakkan rumah sakit ini sampai tak tersisa!!!" ancaman yang keluar dari mulut Jake, membuat para perawat dan pengawal di sana menelan ludah susah payah.


Jake mengacak2 tampak frustasi, wajahnya menunjukkan Kekhawatiran yang khas, sorot matanya menunjukkan kobaran api permusuhan yang kental.


dia pun berdiri. dan hendak pergi.


"Kau mau kemana?" tanya William.


Jake hanya diam tanpa memiliki niat untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya.


Seth dan Marcus mengangguk.


saling memberikan isyarat lewat anggukan kepala dan mata.


yang artinya mereka berdua harus mengikuti kemana perginya Jake, tuan sekaligus sahabatnya itu.


dan yang lain. Victor, William dan Mark tetap di sana menunggu kabar tentang Maria yang kini masih menjalankan oprasi.


Marcus dan Seth melihat Lamborghini milik Jake kini terparkir di depan mansion, entah apa yang Jake perlukan.. tapi pria itu kembali ke rumah.


Dor...

__ADS_1


Dor...


Dor..


mendengar suara ledakan dari dalam mansion membuat Seth dan Marcus bergegas memasuki mansion tersebut.


Marcus sudah menduga semua ini akan terjadi..


lihatlah..


Jake pria itu menembak mati seluruh pengawalnya dengan membabi buta, sampai tak tersisa,, dan hanya menyisakan para pelayan yang kini meringkuk ketakutan.


"Apa yang kau lakukan sir.. kau membunuh mereka semua?" tanya Seth.


"Itu hukuman untuk mereka karena sudah lalai menjaga istriku!" suara berat dingin yang khas serta wajah yang menunjukkan Amarah.. dan tubuh yang kini terciprat darah membuat Jake terlihat menakutkan. bak iblis yang haus akan darah.


benar saja..


Jake mengatakan kebenaran, jika saja para pengawal tidak lalai, pasti Maria tidak akan celaka.


Jake menatap satu persatu dari kematian para pengawalnya.. naasnya para pengawal itu semuanya mati tak ada satupun yang tersisa.


betapa malangnya..


Jake menatap Marcus dan Seth bergantian.


"Urus mayat mereka! dan berikan kompensasi untuk keluarganya..!" titahnya.


Marcus dan Seth mengangguk pasti.


mungkin saja pria itu bertemu dengan Felix di markas besar Rex blood sebelah Utara kota Milan.


Jake kembali memasuki mobil, menekan pedal kuat. dengan kecepatan tinggi dia segera sampai ke markas.


Disana, Felix terlihat sedang menunggunya.. dan Jay,, adiknya itu ternyata sudah berada di sini.


"Kau datang?"


Jake diam, wajahnya dingin.


"Ku kira kau tidak akan datang,," ujar felix


"Langsung saja pada intinya,, tidak perlu berbasa-basi." ujar Jake.


Felix menyeringai..


"Kau memang dadi dulu tidak pernah berubah.." Felix terkekeh "Kau butuh bantuan apa dariku?"


"Aku ingin kau membantuku untuk menghancurkan Anaya.."


"Untuk apa kau meminta bantuan jika kau sendiri bisa melakukannya..?"


"Sebab aku meminta bantuanmu.. tentu saja aku tidak ingin mengotori tanganku dengan menghancurkan para keparat itu!!" ujar Jake "Aku memang bisa menghancurkannya sendiri,, tapi kau adalah musuhnya,, Gloria sangat takut kepada Rex blood.. kau pun tau jika kalian disatukan maka akan ada pertumpahan darah..!"


"Kau ingin aku menghancurkan Gloria?" Felix tersenyum remeh "dulu kau sendiri yang menompang Charlie untuk di jadikan sekutu,, dan sekarang kau memintaku untuk menghancurkannya? apa kau tidak salah?"

__ADS_1


"Aku memang dulu menompangnya untuk di jadikan sekutu, pasti aku memiliki alasan lain. tidak mungkin kau tidak mengenal sahabatmu sendiri bukan?"


"Ya aku tau.. kau akan mengkambinghitamkan kelompok Gloria jika la Savas dalam bahaya.. aku tau otak picikmu itu kawan.." Felix menepuk bahu Jake. "Tentu aku tau itu,, dan aku tau sebajingan apa kau itu."


"Lalu bagaimana cara kita menghancurkan Gloria sampai tak tersisa?" tanya Jay menimpali.


"Pertama-tama culik Anaya! ja*ang satu ini sudah berani bermain-main dengan menyalakan api, hingga membuatku hampir hilang kendali." ujar Jake dengan nada dingin yang khas.


"Tanpa kau suruh pun.. Victor dan William sudah menculiknya." jawab Jay.


Jake melirik Jay.


"Lalu kita akan menjebak Gloria. Charlie akan kubunuh sekaligus Anaya.. dan anggota Gloria yang lain akan ku kirim ke penjara bawah tanah, pada saat para polisi membawanya,, kita akan menyuapnya."


"kenapa Charlie Jake? Bukankah masalahmu dan Anaya tidak ada sangkut pautnya dengan Charlie?" tanya Jay.


Jake menatap Jay dengan mata tajam elangnya.


"Kau ternyata sangat bodoh Jay! tentu saja Charlie ada sangkut pautnya.. karena Anaya adalah putrinya. termasuk orang yang terpenting dalam hidup wanita rendahan itu! jika aku membunuh ayahnya, dia pasti akan hancur.. dan aku tidak sabar melihat air mata dan kehancurannya,,"


Felix terkekeh.


"Pasti dia akan menangis darah."


"Dan pada saat itu, akan ku buat Anaya memohon untuk mati.!"


"Jake you are the Devil!" ujar Jay.. "kalian berdua memang mengerikan." Jay menatap Jake dan Felix bergantian.


Felix menyeringai menakutkan.. wajahnya yang rupawan terlihat menyeramkan jika dilihat dalam keadaan marah penuh dengan amarah.


sedangkan wajah Jake..


pria itu menunjukkan sorot mata amarah yang membabi buta.


dia memang seorang pria paling bajingan dan menyeramkan jika sudah tersulut emosi. dia akan menjadi iblis paling mengerikan yang tidak bisa di bayangkan.


betapa menakutkannya..?


Jake, pria itu pun bergegas pergi untuk menjenguk istrinya yang kini sedang sekarat karena ulah Anaya.


Jake akan mengurus wanita itu nanti!


sekarang yang paling penting adalah Maria.


Jake bersumpah jika terjadi sesuatu kepada Maria. maka Jake akan memberikan siksaan yang luar biasa menyakitkan dan berkali-kali lipat menyedihkan.


Bersambung~



Btw ini visual Felix ya gays🤭😍


#Felix Rexcollins Willfried.


Visualnya buat dada author Jedag... jedug....😍🤣

__ADS_1


__ADS_2