My Desire Obsession

My Desire Obsession
Bleeding (Give Birth).


__ADS_3

Maria memakan seblak dengan sangat banyak. sampai-sampai Seth menatapnya tak percaya, Maria bisa menghabiskan satu porsi seblak ukuran jumbo dengan hitungan menit.


"Kau makan sangar rakus." gerutu Seth.


"Ini sangat enak." ujar Maria sembari memasukkan makanan khas Jawa barat itu kedalam mulutnya dengan cepat.


"Kau mau coba?" Maria menyodorkan sesendok seblak berisikan bakso dan sosis di depan Jake.


"Tidak." singkat Jake.


"Oh ayolah sayang ini enak." Maria langsung menyiapkan seblak itu kedalam mulut suaminya. dan kembali melahap makanannya.


mata Jake membulat.


"Ini enak." singkat Jake, mengunyah dan menikmati bumbu-bumbu sedap dari makanan itu. "Ini hampir sama seperti sup daging."


"Kau tau?Aku menempuh perjalanan 22 jam 10 menit hanya membeli satu porsi makanan itu?Cih. bahkan sampai sana aku mencari, hampir di seluruh restoran, bahkan warung biasa, tapi semuanya tutup. untunglah ada satu orang, yang mau membantu." gerutu Seth. "Jika bukan karena kau, dan bukan karena suamimu.. mana mungkin aku mau?Ck menyebalkan sekali." imbuhnya.


"Jangan menggerutu seperti itu, lagipula nanti kau juga dapat bayaran 5 kali lipat dari suamiku.." sambung Maria.


Seth berdecak sebal.


Jake hanya terkekeh melihat Tingkah Maria yang menggemaskan dan Seth yang kurang ajar.


mereka berdua ini tidak bisa akur.


seperti kucing dan tikus. selalu mencari-cari kesalahan, dan sering berperang adu mulut.


........


Pagi harinya, Maria membuka matanya perlahan, mengerjapkanya. melihat suaminya yang sudah berpakaian rapi menggunakan serba hitam.


"Kau mau kemana sayang?" tanya Maria. terheran-heran. pasalnya hari ini adalah hari libur natal.


"Aku akan pergi ke gereja untuk berdoa. kau mau ikut?" tanya Jake.


"Sebenarnya aku ingin ikut, tapi kehamilanku membuatku malas berjalan, karena aku mudah kelelahan."


"Kalau begitu, kau di rumah saja sayang... aku akan berdoa untukmu hm." Jake tersenyum manis, menghampiri Maria dan menyentuh dagunya menggunakan jari-jari lentiknya.


"Benarkah?"


Jake tersenyum sebagai balasan.


Maria memanyunkan bibirnya.


"Tapi aku ingin ikut. apakah boleh?"


Jake terkekeh, "Tentu saja boleh sayang.. aku akan dengan senang hati menggendongmu saat kau kelelahan nanti hm.."


Maria tersenyum antusias.

__ADS_1


"Baiklah sayang,, tunggu aku. aku akan segera bersiap, dan keluar dalam waktu tidak lebih dari 30 menit."


Maria berjalan melewati suaminya, menuju kamar mandi. tapi Jake mencekal tangannya. membuat Maria menoleh.


"Ada apa?"


"Biar ku gendong." ujar Jake.


"Tidak perlu sayang, aku bisa berjalan sendiri."


"Sudahlah jangan membantah."


Maria mendekap tubuh kekar Jake, saat tangan itu menyusup ke punggungnya dan tangan satunya lagi mengangkatnya. menggendong ala bridal style.


Maria tersipu.


dia sempat mengingat, bagaimana dulunya saat dia hamil, Jake memperlakukannya begitu manis dan romantis.


menidurkannya saat dirinya tak bisa tidur hingga menemaninya sampai pagi, bahkan Jake bangun kesiangan padahal waktu itu ada rapat penting, karena Jake harus ikut andil di dalamnya, tapi demi Maria, Jake rela menunda pekerjaannya, sehingga para kolega kerjanya, mau bersabar menunggu, sampai akhirnya pulang dan tidak mendapat apa-apa. karena waktu itu Jake sibuk mengurus dan menemani Maria.


Mengingat betapa manisnya perlakuan Jake kepada Maria, memberikan apa saja yang Maria minta. bak Maria adalah seorang ratu dan Jake adalah rajanya. sedangkan Seth dan Marcus, hanya kacung pesuruh. dan korban dari idam-mengidam Maria waktu hamil pertama dulu.


dan sekarang, kehamilan Maria yang kedua kali ini, tak jauh berbeda dari kehamilan yang dulu, walaupun Jake sempat mendiamkannya selama 5 bulan lamanya. tetapi setelah itu, setelah pertengkaran yang terjadi waktu itu, entah kerasukan arwah setan Darimana? Jake tiba-tiba baik dan memperlakukan Maria dengan sangat romantis. sampai sekarang, saat Maria ingin sesuatu. Jake berusaha untuk mengabulkannya.


itu membuat semangat hidup Maria kembali pulih.


dia yakin dia akan selamat saat melahirkan.


walaupun setelah kehamilannya kali ini, Maria harus kehilangan rahimnya. setidaknya dia sudah pernah merasakan kehamilan dan melahirkan. walaupun dia tak akan bisa hamil lagi setelahnya. karena dia akan menjalankan operasi pengangkatan rahim. agar tusukan itu tak semakin sobek dan dalam.


bahkan dokter mengatakan jika, kehamilan Maria tidak akan bisa melahirkan dengan normal.dan akan di adalan Operasi sesar sekaligus Operasi pengangkatan rahim setelah itu.


28 menit kini sudah berlalu~


Jake menunggu Maria dengan posisi pria macho pada umumnya.


lihatlah betapa keren dan tampannya pria Jake.


menggunakan kaca mata hitam, dan pakaian serba hitam dengan berdiri bersandar Lamborghini miliknya sembari meletakkan tangan kanannya kedalam saku celana. sungguh kali ini Jake benar-benar terlihat seperti pria perjaka yang belum memiliki istri.


melihat Maria, Jake pun langsung menghampiri Maria, yang sempat terpaku dengan ketampanan di depan pintu.


"Sudah siap?" ujar Jake.


"Sudah.." jawab Maria sembari tersenyum.


Maria menggandeng tangan Jake erat, tersenyum dan wajahnya di penuhi kebahagiaan yang khas.


Jake membukakan pintu Lamborghini miliknya, menunggunya sekilas, dan mobil pun berjalan mengitari kota yang di penuhi oleh banyak salju di samping jalan. sepertinya jalan raya Itu baru saja di bersihkan.


"Omong-omong, Jake sudah lama aku tidak melihat Marcus. dimana dia?" tanya Maria , membuka suara dan menatap wajah Jake yang terlihat datar tiba-tiba.

__ADS_1


"Marcus?Aku tidak tau kemana dia."


"Kau bosnya.. apa dia tidak ijin padamu? Kenapa tiba-tiba dia tidak bekerja?Seakan menghilang di telan bumi." gerutu Maria.


"Itu urusan dia. lagipula kita tidak perlu ikut campur dalam kehidupannya sayang..." lirih Jake.


Maria terdiam sebagai balasan.


......


kini mereka berdua, sudah sampai di depan gereja.


para tamu berkumpul, menyanyi dan berdoa. sesekali mendengar ucapan pastur yang sedang berceramah.


Maria dan Jake di sambut hangat oleh para tamu, khususnya sang pastur, para tamu menatap kedua pasangan itu dengan terkagum-kagum. dan tak menyangka seorang Jake berdoa di dalam Gereja , dengan mengajak istrinya yang hamil besar pula.


"Mr. Valentino and Mrs. De Anggelo" ujar pastur ,, "Selamat datang..." imbuh pastur sembari tersenyum ramah.


"Terimakasih bapa.." ujar Jake dan Maria bersamaan.


Maria menyanyi, melantunkan lagu dengan suaranya yang indah di iringi segala doa dan pujian kepada Tuhan. sesekali Maria menutup matanya untuk berdoa dan menyatukan kedua tangannya. Jake yang melihat pun tersenyum manis. tanpa memiliki niatan untuk menganggu Maria yang kini tengah berdoa.


Jake menyatukan tangannya, mengejamkan matanya, sembari berdoa di dalam hati.


selang beberapa waktu kemudian.


Jake dan Maria berencana untuk pulang. karena Maria sudah mulai kelelahan. Jake akan mengendongnya, tapi Maria menolak karena malu di lihat banyak orang.


Jake membuang nafasnya kasar, dan membiarkan Maria berjalan sedikit meringis.


"Awh...." Maria meringis.


Jake yang khawatir langsung merengkuh tubuh Maria, menyentuh kedua bahunya. "Kau kenapa sayang?Apa kau kesakitan?"


"T-tidak." ujar Maria, yang tetap memaksakan dirinya untuk berjalan. perlahan-lahan, tertatih-tatih. sampai pada akhirnya Jake melihat darah yang mengalir deras hingga mengenai kedua kakinya.


"Darah?" Jake terkejut.


Maria langsung ambruk seketika.


wajahnya pucat pasi, tubuhnya lemah. dia harus di larikan ke rumah sakit.


"Seth!" teriak Jake.


Seth yang merasa dirinya di panggil, langsung bergegas ke arah suara. betapa terkejutnya Seth melihat Jake yang menggendong Maria dengan kaki Yang di penuhi oleh darah segar.


"Seperti dia akan melahirkan sir " Seth membukakan pintu.


"Cepat bawa istriku ke rumah sakit sekarang juga!.".


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2