My Desire Obsession

My Desire Obsession
Cravings


__ADS_3

Selama dua bulan ini, Jake memperlakukan Maria dengan sangat baik, walaupun Jake belum menerima anak itu. tetapi Jake ingin membahagiakan Maria. dia takut akan menyesal jika Maria benar-benar tiada saat melahirkan dan dia belum sempat memperbaiki kesalahan dan hubungannya bersama dengan Maria.


Jake selalu berdoa kepada Tuhan, agar Maria di beri umur panjang. Jake takut Maria mati. dia tidak akan mampu kehilangan Maria. apalagi hidup tanpa adanya Maria.


Maria adalah hidupnya, cintanya, teman masa kecilnya,,


Jake tidak pernah mencintai wanita lain seperti dia mencintai Maria. ya benar. kelemahan Jake adalah kehilangan Maria. dia tak mempu dan tentu tak bisa.


Terlebih kini usia kehamilan Maria sudah menginjak bulan ke tujuh, tandanya sebentar lagi Maria akan segera melahirkan.


Jake takut, bahkan dia tak pernah tidur karena terus-menerus memikirkan hal itu. Jake terlalu paranoid.


"Sayang kau mau pergi kemana hm?" tanya Jake.


Maria berjalan tertatih-tatih, perutnya yang besar membuat Maria kesusahan untuk berjalan. oleh karena itu, Jake selalu menemani Maria, pekerjaannya menumpuk banyak di perusahaan, tapi Jake tak peduli. yang dia pedulikan adalah istrinya,, beberapa bulan berakhir ini, Jake meminta Seth untuk mengurus perusahaan, karena Marcus sibuk,, entah kemana perginya kacung satu itu.. atau dia sedang di mabuk cinta oleh gadis lain?


oh hei Marcus tak pernah melewatkan pekerjaan hanya karena seorang wanita? ataukah dia sudah memiliki tambatan hati?.


ntahlah, biarkan itu urusan nanti.


"Sayang,, aku tidak bisa mengatakannya,, tapi aku harus mengatakannya..." ujar Maria.


"Ada apa hm?" Jake merengkuh wajah Maria menggunakan kedua tangannya.


"tiba-tiba aku ingin makan seblak." ujar Maria ragu.


"Apa itu seblak?" tanya Jake.


"Makanan khas Jawa barat, yang terletak di Indonesia." jelas Maria antusias.


"Aku baru mendengar jenis makanan seperti itu.."


"Ayolah sayang,, belikan aku seblak.. aku sangat ingin."


"Kenapa kau tiba-tiba ingin makan seblak?" tanya jake.


"Tadi aku membuka ponsel, banyak yang mengatakan jika makanan khas Jawa barat ini sangat enak, dan populer di Indonesia.. lalu aku penasaran,aku mencari tau makanan apa itu.. ternyata banyak yang mengatakan jika makanan ini enak." jelas Maria.


"Darimana kau tau jika makanan itu enak?"


"Dari author.." Maria membekap mulutnya sendiri "Maksudku dari Ponsel." sambung Maria. "Kau tau sayang,,, makanannya berkuah dan banyak sayuran, bakso, jamur, telur dan masih banyak lagi.. aku sangat ingin.." ujar Maria antusias sembari menggoyangkan tubuh Jake. Maria sangat menggemaskan jika mempunyai keinginan.


Jake diam sejenak untuk berfikir.


"Ayolah sayang,, aku ingin makan seblak.. tolong belikan aku seblak yang ada di Indonesia.." Maria terus memohon.


Membuat Jake frustasi setengah mati.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah. aku akan mengirim Seth ke Indonesia, untuk membelukanmu makanan berupa seblak itu. seperti yang kau inginkan." ujar Jake.


"Benarkah?? Terimakasih sayang,,," Maria mencubit kedua pipi Jake gemas, Maria tersenyum lebar. dengan mata yang tertarik ke atas, ah gadis ini sangat lucu dan menggemaskan.


"Seth.!"


"Yes sir."


"aku mengirim mu ke Indonesia untuk membeli Seblak."


"What?!Anda mengirim ku ke Indonesia hanya untuk membeli makanan seblak?".


"Hm.."


"Apa itu seblak?".


"Seblak adalah makanan khas Jawa barat yang terletak di Indonesia." timpal Maria sembari memperlihatkan senyumannya yang khas. seakan mengejek Seth.


"Tapi sir,, apa anda hanya meminta ku ke Indonesia hanya untuk membeli makanan sejenis itu?" gerutu Seth.


"Ya. cepatlah pergi. belikan satu untuk istriku."


"Anda tidak waras sir,, memintaku membeli satu makanan jauh-jauh antara Milan ke Indonesia??"


"Jangan menggerutu seperti itu, nanti ku berikan bonus 2 kali lipat untukmu."


"Dasar mata duitan!! kau bermaksud menawar kan?" gerutu Jake.


Seth tersenyum penuh arti.


"Hei lagipula ini sudah jam 12 malam, mana ada makanan di sana buka 24 jam hanya menjual seblak?" ujar Seth.


tentu saja, pria itu tidak hanya sekedar mata duitan tapi juga kurang ajar. Cih!


"5 kali lipat. pergi sekarang dan beli. naiklah jett pribadi. kalau kau sudah membelinya, segeralah pulang." titah Jake.


"Baiklah kalau begitu.." Seth tersenyum penuh kemenangan.


"Tapi ingat!! jika kau tidak mendapatkannya.. kupotong gajimu 5 kali lipat." tindas Jake. tanpa bantahan.


"Tapi....?"


"Tak ada tapi. pergi dan beli sekarang!." pungkas Jake.


Seth membuang nafasnya kasar, geram. Cih gara-gara Maria hidupnya harus menderita. karena selalu menjadi pesuruh dari Jake.


hei Marcus cepatlah pulang!!! batin Seth.

__ADS_1


Seth berlalu, pergi meninggalkan mansion dan hendak membeli makanan untuk Maria.


jika saja Jake tak mencintai Maria. mana mungkin dia mau di peras oleh kacung seperti Seth, hanya karena menuruti keinginan Maria. tapi gadis itu tak pernah memikirkan perasaan jake. dengan takut kehilangannya.


"Kau puas Sekarang hm..?" tanya Jake kepada Maria.


"Sangat.. wah-wah suamiku sangat baik dan tampan." ujar Maria. dia pergi meninggalkan Jake menuju dapur.


"Kau mau kemana?" tanya Jake.


"Aku ingin makan salad buah."


"Biar ku bantu." Jake menggendong tubuh Maria ala bridal style, dan membawanya ke dapur untuk memakan camilan tenggah malam.


kehamilan Maria kali ini membuatnya gemuk, tidak seperti dulu.. yang kurus dan lemah. bahkan Maria selalu makan dan makan, seperti sekarang ini. justru sekarang Maria tampak bahagia dan seolah dia akan hidup dan tak terjadi apa-apa kedepannya.


semoga saja, tuhan mengabulkan doa Jake. agar Maria tetap hidup dan berbahagia bersamanya dan anaknya kelak.


Di bukannya kulkas untuk mengambil salad buah, dan memberikannya kepada istrinya.


Maria tenggah terduduk manis di meja makan sembari menunggu Jake mengambilkan salad buah kesukaannya.


bahkan saat Jake baru meletakkan saladnya di hadapan Maria, gadis itu langsung memakannya sampai tak tersisa.


"Sayang kau sangat rakus." Jake terkekeh.


"sayang, apa aku gemuk?" tanya Maria.


"Tidak." dusta Jake.


"jangan berbohong."


"Kau tidak gemuk, tapi sedikit berisi. itu membuatku semakin tertarik karena semakin hari kau semakin seksi." Jake mengedipkan sebelah matanya. guna untuk membuat Maria terpesona dengan ketampanannya. dan juga agar Maria tak marah jika Jake mengatainya gemuk.


"Benarkah?"


Jake mengangguk pasti.


"kalau begitu, aku ingin kau memberiku makanan yang banyak, agar aku tidak kelaparan." Maria tersenyum manis. "Dan ya Sayang,, terimakasih karena kau sudah mau menuruti keinginanku dalam hal idam-mengidam saat aku hamil." lirih Maria Dengan nada bicara mulai rendah dan lembut.


jake menyentuh tangan Maria, menggenggamnya erat. seolah memberikan semangat dan dukungan sepenuhnya untuk istrinya agar tetap hidup.


"Sama-sama." Jake tersenyum manis. "Ayo kita ke kamar." imbuhnya.


"Untuk apa?".


"Tentu saja bercinta sayang.." Jake memperlihatkan senyuman mematikan yang khas. membuat Maria begidik negeri.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2