My Desire Obsession

My Desire Obsession
Pregnant~


__ADS_3

Maria mengerjapkan matanya,


Ahh ternyata hari sudah pagi saja..


"Sudah bangun?"


suara berat seksi yang khas membuat Maria menoleh ke asal suara.


Jake. pria itu sangat manis.


berdiri dengan senyum di wajah tampannya sembari membawa nampan berisikan sarapan pagi.


walaupun hanya omelette, roti keju dan susu, serta segelas air putih, tidak lupa vitamin yang ia konsumsi akhir-akhir ini.


Jake meletakkan nampan berisikan makanan tersebut di nakas.


pria itu pun langsung mencium dahi Maria dan menunjukkan wajah yang manis dan sikap romantis. membuat Maria tersenyum geli.


"Good morning" lirihnya.


"Good morning" balas Maria.


"Sarapan?"


Maria mengeleng pelan.


"Why?"


"Aku belum lapar." jawab Maria.


"Makanlah sayang,, karena setelah ini kita harus bersiap untuk kembali ke Milan. tapi sebelum itu, kita akan ke dokter kandungan lebih dulu."


Maria memanyunkan sudut bibirnya.


membuat Jake tertawa gemas.


"Tapi aku tidak lapar.."


"Kau harus makan,, setidaknya untuk bayi kita." Jake tersenyum manis.


"Berhentilah untuk terus berharap. lagi pula kita belum tahu pasti.."


"Karena itu segeralah makan dan mandi.. lalu bersiaplah,, kita harus ke dokter kandungan, supaya kita tahu kebenarannya."


Maria mengembuskan nafas kasar.


"Baiklah- baiklah,, kau memang selalu memaksa." gerutu Maria.


Jake tersenyum penuh kemenangan.


tidak tanggung-tanggung Maria pun langsung melahap makanan yang sudah tersedia. kini dia harus meminum vitamin yang Jake berikan.


"Kau bilang tidak lapar, tapi menyantap semua makanannya tanpa sisa." Jake tersenyum gemas melihat tingkah istrinya yang lucu.


"Itu karena kau yang memaksaku." gunam Maria.


entah apa vitamin itu, tapi Jake mengatakan jika itu baik untuk kesehatan. tanpa berfikir panjang Maria malah langsung meminum obat itu. bahkan mulai mengkonsumsinya sejak seminggu yang lalu.


ahh ya Maria baru ingat. jika selama seminggu saat dia dan Jake berbulan madu, dia telat menstruasi. pada saat itu Jake selalu memberikan obat itu untuknya.


Maria mulai curiga dengan obat itu.


obat apa itu sebenarnya.


"Jake bolehkah aku bertanya?" ujar Maria.


"Ya sayang,, apa yang ingin kau tanyakan hm?"


"obat apa yang kau berikan padaku?" Nada bicara Maria mulai menyelidik.


"Hanya vitamin." jawab Jake santai.


"Benarkah?Aku curiga..."


"kau curiga kepada suamimu sendiri?" Jake tersenyum kecut.


"Ya. kau kan sering berbohong."

__ADS_1


"Kau ingin tau?"


Maria mengangguk pasti.


"Yang sedang kau minum adalah obat penyubur kandungan dan yang ini.." Jake menunjukkan obat di hadapan mata Maria. "Adalah obat perangsang." jelas Jake


"Apa??!!" Maria terkejut "Kenapa kau memberikan aku obat seperti itu?"


"Seharusnya aku bertanya kepadamu. kenapa kau mengkonsumsi obat penunda kehamilan?"


Maria menelan ludah susah payah.


Dia sudah tahu?


"Ya aku tau."


Bahkan dia tau isi hati dan fikiranku. apa dia cenayang?


"Kenapa kau mengkonsumsi obat penunda kehamilan?Katakan padaku hm..? Istriku..." sambung Jake.


"Saat itu aku hanya belum bisa mempercayakan hidup dan hatiku untukmu.. tapi setelah di lihat dan di jalani,, ternyata aku salah.. aku memang tidak bisa membohongi diriku sendiri jika aku memang benar-benar mencintaimu sayang,, dan sekarang aku sudah mempercayakan hidup dan mati ku hanya untukmu dan anak kita kelak." jelas Maria.


ucapan yang keluar dari mulut Maria terdengar tulus. dan indah di telinga Jake. membuat Jake menyeringai dan hatinya kini pun bersorak ria.


"Dan sekarang,, Katakan padaku.. kenapa kau memberikanku obat seperti itu?" sambung Maria, kini Maria kembali bertanya kepada Jake.


"tentu saja aku ingin kau segera hamil." dengan santainya pria itu mengatakan alasan sedemikian. membuat Maria tak percaya.


"Tapi caramu salah.."


"Itu sudah berlalu,, jangan membesarkan masalah kecil seperti itu. sekarang mandilah dan bersiaplah. kita harus segera memastikan."


"Jake kau itu memang brengsek." umpat Maria.


bukannya marah Jake hanya tersenyum.


"Yes it's me." ujarnya santai.


Maria pun bergegas menuju kamar mandi dan segera bersiap. karena hari ini dia harus pergi ke dokter kandungan, untuk mengetahui secara pasti. apakah dia hamil atau tidak!.


Maria sedih,


sebenarnya dia masih ingin di Los Angeles, tapi pekerjaan suaminya itu tidak bisa di tunda.


apakah Jake sangat sibuk, sehingga tanpa adanya dia maka bisnisnya tidak bisa berjalan dengan baik?


Akh menyebalkan sekali!.


.....


Maria pun berbaring sembari di temani oleh Jake yang kini sedang menyentuh bahu dan tangannya.


pria itu begitu antusias untuk mengetahui kejelasan tentang kehamilannya.


bukannya tidak bahagia. Hanya saja Maria takut memberikan harapan palsu tentang kehamilannya kepada suaminya.


memang benar selama dua Minggu dia berhenti mengkonsumsi obat itu, dan selama satu Minggu Maria telat menstruasi. tetapi apakah akan secepat itu dia hamil?.


Dengan postur tubuh dan kebugaran yang di miliki Jake,sudah pasti spermanya akan berenang dengan baik. tetapi jika Maria belum tahu pasti dia tidak akan mudah percaya.


dokter dan Jake sibuk memperhatikan layar monitor kecil. yang di sebut sebagai USG. agar Jake dapat melihat dengan jelas.


pria itu bahkan sangat antusias!.


"Kalian lihat titik itu?" ujar sang dokter.


"Ya."


"Itu adalah janin."


"Apakah itu artinya jika istriku sedang hamil?"


"Benar sekali sir. istri anda sedang hamil.. dan usia kehamilannya baru berjalan 2 Minggu." jelas sang dokter.


mata Maria membulat.


benarkah?

__ADS_1


"Benarkah?"


"Yes Miss, you is pregnant."


Jake tidak bisa menyembunyikan berapa bahagianya dia.


bahkan kini pria itu tak tahu malunya langsung memeluk Maria dan mencium bibirnya dalam. seolah menyalurkan kebahagiaan lewat ciuman tersebut.


"Terimakasih sayang,, kau sudah memberikan begitu banyak kebahagiaan untukku." lirih Jake


Maria hanya tersenyum.


"ehem... sepertinya saya harus keluar sebentar.." ujar sang dokter tak enak.


"Ma-aff.." lirih Maria.


"Tidak perlu Helen." kata Jake.


"saya akan memberikan vitamin. agar kandungan Miss kuat." ujar si dokter bernama Helen.


"apa Jika aku hamil. kami dilarang untuk bercinta?" tanya Maria.


membuat Jake tertawa gemas dengan ucapannya yang terlalu frontal. Helen si dokter pun hanya berdehem.


"Tentu saja boleh Miss, tetapi tidak boleh terlalu sering, karena itu akan mengakibatkan janin dalam bahaya, dan jangan keluar di dalam sir." jelas Helen.


"Begitu?" kata Maria. "Baiklah.."


walaupun terlihat dari raut wajah Maria tampak biasa saja, tapi di dalam hati Maria sangat bahagia dan berterimakasih kepada Tuhan karena sudah memberikannya sebuah anugerah yang luar biasa yaitu sebuah keturunan.


Maria selalu ingin merasakan hamil.


dan sekarang keinginannya sudah terwujud.


semoga saja kebahagiaan selalu datang untuk menghampirinya.


Maria selalu beranggapan jika wanita hamil adalah wanita hebat dan sangat luar biasa karena tidak gagal menjadi seorang wanita sesungguhnya. yakni menjadi seorang anak, seorang istri dan seorang ibu.


betapa bahagianya jika Maria menyandang ketiga hal itu...


"terimakasih banyak dokter Helen." ujar Maria.


"Sama-sama Miss.." Helen tersenyum "Jaga istri anda dengan baik sir."


"Pasti." jawab Jake.


"Sampai jumpa dokter Helen."


"Sampai jumpa Miss.."


Maria pun memasuki mobil di susul Jake, dan mereka berdua pergi dari rumah sakit tersebut.


"Terimakasih karena sudah membuatku hamil." ujar Maria sembari tersenyum manis dan mendongak untuk melihat wajah tampan Jake.


posisi keduanya kini sedang berpelukan mesra,


"Sama-sama sayang,,, pastinya akulah pria yang menghamilimu dulu."


"Jika aku di hamili pria lain maka apa yang akan kau lakukan?"


"Omong kosong apa yang kau ucapkan?!Itu tidak akan terjadi!!"


"Hanya omong kosong,, kenapa kau marah begitu? Lagipula aku hanya bertanya saja." kini ganti Maria yang mengerutu.


"jangan bertanya seperti itu.!" ujar Jake "Jika ada pria lain yang menyetuhmu selain aku apalagi membuatmu hamil, sudah pasti ku kebiri dan ku bunuh dengan mencabik cabik tubuhnya."


Maria begidik ngeri.


Maria hampir lupa jika suaminya itu adalah seorang psikopat.


"Kau yang kembali membahasnya." gunam Maria.


"Maka jangan berani-berani kau membahas hal itu lagi sayang,, jangan pernah bicara Omong kosong itu lagi.!" titah Jake. "Mengerti?"


"Ya." jawab Maria pasrah.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2