My Desire Obsession

My Desire Obsession
Love ENDS Sad~


__ADS_3

Percintaan kali ini begitu panas dan menggairahkan..


karena Jake sudah berhasil menanggalkan lingerie satin yang melekat pada tubuh Maria.


Maria mendesir, saat jari2 tangan Jake menyeruak masuk kedalam dirinya..


oh.. pemanasan kali ini sangat luar biasa.


Jake terus menggodanya hingga Maria terbang menubruk awan. tangannya meremas sprei kuat. seakan hantaman listrik kini sudah berada di atas kepala.. Maria merasa dirinya akan segera meledak sekarang.


Jake. pria panas itu menanggalkan sendiri pakaiannya.. ahh sudah lama bukan mereka tak melakukan percintaan panas.


terakhir kali, yah pada saat malam tragis yang menimpa Maria tempo hari.


Di sela pergumulan panas yang akan mereka lakukan.


Jake teringat jika Maria sedang dalam masa pemulihan.


Jake pun berdiri, menghentikan aktivitas tersebut.


pria itu terduduk di ranjang, dengan wajah bersalah yang kental.


Maria terduduk, dia menatap punggung kekar suaminya itu.


Maria merasa sangat sedih. jika Jake seperti ini.


"Maafkan aku..." lirih Jake.


"Kenapa meminta maaf?"


"Aku tidak bisa melakukan ini.."


Maria terdiam. membiarkan Jake berbicara.


"maafkan aku,, karena aku sudah menyakitimu sayang,,, aku sudah menghancurkan masa depanmu, seharusnya aku tidak menyeretmu dalam hidupku... sehingga kau dapat hidup bahagia dan hidup aman tanpa kehadiranku.."


"Sttt jangan berbicara seperti itu sayang,, hidupku lebih hancur jika tak ada kau di sisiku.. kau adalah hidupku.. mana mungkin aku bisa hidup tanpamu?"


Maria memeluk Jake,, dia dapat merasakan jika suaminya itu sedang menangis, seakan menumpah ruahkan apa yang sudah mereka alami beberapa hari terakhir.


Maria merasakan jika suaminya itu juga bersedih dengan kemalangan yang sudah menimpanya.. terlebih Jake seakan merasa bahwa dirinya sangat bersalah. buktinya Jake meminta maaf kepadanya.


"Kumohon jangan tinggalkan aku sayang..."


Maria tak menyangka dengan pemohon suaminya, Maria juga tak menyangka jika suaminya yang terkenal kejam, dingin, arogan, otoriter dan kuat itu. terlihat lemah di hadapannya.


"Aku lah yang justru memohon padamu sayang untuk tidak meninggalkanku... dalam hal ini aku yang patut di salahkan, bukan kau.. karena aku tak bisa menjaga calon bayi kita.." lirih Maria.


Jake menatap manik mata biru cerah Maria dalam. seakan ada benang tak kasat mata yang membuat gairah mereka membara, kini keduanya bertatapan. dengan penuh cinta yang dalam dan begitu besar.


Jake pun mencium bibir Maria dalam, ********** dan menikmati setiap inci dari dalam mulut istrinya itu. mencecap rasa manis di dalamnya. Maria membalas ciuman tersebut, lidah Maria menari-nari.


Jake menghentikan ciumannya, bernafas dan kembali mencium bibir Maria. mereka berdua mabuk, ciuman panas itu berhasil menghantam syaraf sadar Maria. hingga kini Maria mencoba melepaskan celana milik suaminya itu.


tapi Jake menghentikannya.


"Jangan lakukan itu."


"Kenapa?"


"Kau sedang dalam masa pemulihan sayang,, aku tidak mau bergerak liar dan menyakitimu.."


"Kalau begitu jangan bergerak liar,, bergeraklah lamban untuk sesekali."

__ADS_1


"Tentu saja tidak bisa,, itu akan membuat percintaan kita akan selesai dengan cepat.dan aku tidak mau itu.." Jake terkekeh.


"Benarkah?Kalau begitu bergeraklah liar.."


"aku tidak bisa sayang.. aku takut menyakitimu.." lirih Jake, sembari menyentuh wajah Maria menggunakan kedua tangannya,, seakan memberi pengertian pada Maria.


"Kau lebih menyakitiku jika kau menolakku.." ujar Maria.


"Baiklah jika kau memaksa.." Jake menyeringai licik.


Jake, pria itu pun terlihat mengerikan seperti predator yang siap untuk memangsa.


Jake dengan gesit menanggalkan celananya sendiri, tanpa berlama-lama Jake langsung menyatukan tubuhnya di dalam diri Maria. Maria terkesiap. tubuhnya menggelinjang nikmat.


Maria mendesir, dirinya sudah kehilangan akal. karena permainan memabukkan yang Jake buat. membuat Maria hilang kendali.


dan keduanya pun, hanyut dalam percintaan yang panas, tanpa jeda dan memabukkan.


pagi harinya, Jake terkejut.


melihat tubuh istrinya..


"Maria." Jake menepuk-nepuk wajah Maria.. tetapi Maria tak bangun juga..


tubuh Maria dingin, wajahnya pucat.


dan Maria tidak bergerak. Jake mencoba untuk mengecek denyut nadi Maria tetapi denyut nadi tersebut seakan lemah.


"Sayang..."


Maria tak menjawab.


"Maria!! bangunlah sayang..."


Jake dengan cepat menyambar pakaian. dia memakaikan baju untuk Maria. karena percintaan panas tadi malam tentu saja tubuh Maria polos tanpa menggunakan sehelai benang pun.


Jake pun segera lari, menuruni anak tangga demi anak tangga.


"Marcus!!!" teriak Jake.


"sir..."


"Siapkan mobil Sekarang juga!! Cepat!!!" titah Jake.


"Baik sir.."


Marcus pun segera menyiapkan mobil.


Jake dengan perasaan khawatir dan gelisah, langsung memasukkan maria kedalam mobil miliknya.


Marcus menekan pedal gas, dengan kecepatan yang tinggi..


"Marcus cepat!!Kenapa kau lamban sekali!!"


"Sir kau ingin mati?Kita sudah menambah laju kecepatan di atas batas normal.."


Jake frustasi,


pria itu masih berusia untuk membangunkan istrinya. tapi Maria masih tak bergeming, dia benar-benar pingsan atau berpura-pura mati?


"Maria...!"


Maria tak menunjukkan tanda-tanda Bangun.

__ADS_1


Jake benar-benar takut.


.....


sesampainya di rumah sakit,


Jake dan Marcus menunggu di luar ruangan.


"kenapa Ero lama sekali?!".


"Tenanglah sir,, istri anda sedang di periksa." timpal Marcus dalam mode Bekerja.


"Aku tau!!Kau tidak perlu mengatakannya lagi!!"


Marcus terdiam seribu bahasa.


"Jake, bagaimana keadaan Maria?Apa dia baik-baik saja?" tanya Mark.


yah para teman-temannya sudah mulai berdatangan kini.


mereka semua terlihat seperti segerombolan pria tampan yang menunggu satu wanita.


tetapi tatanan mereka,, sangat cocok jika di sebut sebagai para mafia! lihatlah cara berpakaian mereka semua? serba hitam dan merokok? bukankah di dalam rumah sakit tak di perbolehkan untuk merokok?


pria-pria ini memang gila! dan tentu saja tak memiliki aturan!


Cih dasar pria bebas!.


"Dia masih di dalam. ero sedang memeriksanya.." jelas Jake.


"apa yang kau lakukan padanya?" tanya Jay.


"kau tak perlu mengetahui privasi suami istri!!" titah Jake. semuanya pun terdiam.


tak lama..


Ero pun keluar dari ruangan.


"Ero." ujar Jake "Bagaimana keadaan istriku?Apa yang terjadi?Apa dia baik-baik saja?" tanya Jake. terlihat dari raut wajahnya, pria tampan itu terlihat sangat gelisah.


"Begini sir,, luka yang ada di rahim istri anda semakin parah,, di sarankan segera operasi pengangkatan rahim. jika tidak maka istri anda akan mati." jelas Ero.


"Apa?"


"kenapa tiba-tiba rahim Maria mengalami luka yang parah?" tanya Jay.


"Karena luka tusukan tersebut sangat dalam, dan mengenai rahim Miss Maria, terlebih Miss Maria sedang mengalami masa pemulihan dan tidak di perkenankan untuk melakukan hubungan intim terlebih dahulu,, itu akan membuat rahim Miss Maria semakin parah jika sir Jake bergerak dengan keras." jelas Ero.


mendengar hal tersebut membuat Jake terdiam sejenak. seakan-akan Jake berdiri tepat di atas tumpukan jarum tajam yang sudah berhasil membuatnya berdarah dan merasakan rasa sakit yang teramat.


sebenarnya dia adalah pria lemah tapi tak ingin menunjukannya di hadapan orang lain. dia tidak ingin seluruh dunia tau jika Jake yang sebenarnya adalah pria lemah jika menyangkut tentang Maria. terlebih ini murni kesalahannya.. jika saja Maria tidak memaksanya untuk bercinta, dan jika saja dia menolak Maria,, semua ini tidak akan pernah terjadi bukan?


"Aku ingin melihat istriku!"


"keadaan Miss masih sangat lemah sir, dia kelelahan. saya sudah menyuntikkan vitamin,, agar stamina miss Maria kembali pulih, dan mungkin sebentar lagi dia akan segera bangun." sambung ero.


Jake terdiam, tak memiliki niat untuk menimpali.


"Kalau begitu saya permisi sir.. saya tunggu jawaban anda.." Ero tersenyum ramah, dan menganggukkan kepalanya. dan berlalu untuk pergi.


Apa yang harus ku lakukan? (Batin Jake).


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2