
Pagi ini Maria tengah bersiap untuk pergi menemui dokter Helen.
syukurlah tuhan memang sangat baik padanya, buktinya pada saat-saat seperti ini, tuhan membantunya meloloskan diri dari suaminya.
yah walaupun itu tak baik.
karena Jake sedang di ajak oleh Daniel ke perusahan Daniel sendiri. perusahaan GAZEBO.gruop sedang mengalami sedikit masalah. karena banyak sekali yang ingin menjatuhkan perusahaan tersebut. membuat Daniel kualahan harus mengurusnya sendiri. terlebih Daniel tak memiliki tangan kanan yang begitu ia percayai. selain Lucas sang menantu.
tapi Lucas sedang pergi ke las Vegas, yah pria itu sangat sibuk. ia pandai berbisnis. bahkan Lucas dapat mendirikan sebuah club terbesar yang ia kelola sendiri. dan juga membantu Jake dalam menjalankan bisnis gelap. terkadang Lucas pula yang membantu bisnis perhotelan dan maskapai penerbangan yang berada di sana. jika di lihat. Lucas memang pria yang santai, tapi ia begitu sangat cerdas.
Sesampainya Maria di rumah sakit.
ia di persilahkan masuk oleh beberapa perawat untuk menemui dokter Helen.
dengan wajah sumringah, Helen menyapa Maria dan memperlihatkan senyum manis.
"Selamat datang Miss."
Helen memeluk Maria sekilas, dan mempersilahkan Maria untuk duduk.
"Terimakasih dokter Helen" ujar Maria.
"Senang bertemu denganmu kembali,, ada yang bisa saya bantu?" imbuh helen.
"Begini dokter Helen, tujuan saya datang kemari adalah untuk melepas alat kontrasepsi." jelas Maria.
Helen terkejut,
"Melepas alat kontrasepsi?"
"Iya dokter, saya ingin hamil." jelas Maria.
"Miss, apa anda tau resikonya?Anda akan merenggang nyawa." sambung Helen.
"Ya aku tau konsekuensinya, dan aku tau apa yang akan terjadi nanti, tapi kumohon dokter, bantu aku. aku ingin hamil dan merasakan bagaimana rasanya mengandung dan memberikan keturunan kepada suamiku." imbuh Maria, dengan nada permohonan yang khas.
"Apa anda sudah memberitahu sir Jake?" tanya Helen.
"Aku akan memberitahunya nanti."
"Miss apa anda yakin?Ini menyangkut hidup dan mati." Helen mencoba untuk meyakinkan Maria.
"Dokter apa kau percaya dengan keajaiban?" tanya Maria.
Helen terdiam. ia seakan membisu karena tak mampu menjawab pertanyaan dari Maria.
Maria menatap Helen dalam.
"Aku tau apa yang akan terjadi, dan aku tau segala konsekuensinya. aku akan menanggungnya sendiri. ini bukan masalah hidup ataupun mati. tapi semuanya adalah kehendak Tuhan." jelas Maria. "Aku percaya tuhan menentukan jalan yang terbaik untukku, walaupun aku akan kehilangan hidupku sekalipun. aku percaya keajaiban itu ada. dan aku ingin membuktikan bahwa keajaiban itu memang benar adanya." imbuh Maria. ia tersenyum getir.
mendengar ucapan demi ucapan yang terlontar dari bibir Maria, sejenak mampu membuat Helen bungkam seketika.
"Baiklah Miss, aku akan membantu anda." kata Helen.
"Terimakasih dokter Helen." ujar Maria antusias.
__ADS_1
"Silahkan berbaring Miss, ini akan sedikit sakit tapi tak apa.. aku akan menyuntikkan obat penawar rasa sakit. agar setelah ini anda bisa beraktivitas seperti sediakala, tanpa kecurigaan dari sir Jake."
Maria berbaring.
Helen berkutat dengan beberapa barang yang gunakan melepaskan alat kontrasepsi tersebut. walaupun sesekali Maria meringis kesakitan. itu tidak meruntuhkan semangat Maria untuk bisa hamil.
3 bulan Maria menjalani pengobatan.
jika ini berhasil,maka dia akan sangat berterimakasih kepada Tuhan. dan ia akan sangat percaya jika keajaiban itu memang benar adanya. dan dialah sendiri yang membuktikannya.
selang beberapa jam kemudian~
kini proses tersebut telah usai. dengan penuh peluh keringat alat tersebut sudah lepas dari dalam diri maria.
"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa, selain berterimakasih atas apa yang sudah kau lakukan untukku dokter." ujar Maria.
Helen tersenyum.
Maria menyentuh tangan Helen. "Terimakasih banyak."
"Sama-sama Miss, semoga saja usaha anda berhasil." Helen tersenyum. "Dan iya Miss, ini obat untuk anda." Helen menyodokkan benda pipih yang terbungkus oleh plastik kepada Maria.
"Terimakasih banyak dokter Helen. kalau begitu saya permisi." ujar Maria pamit.
"Hati-hati Miss, semoga tuhan selalu melindungi anda dimana pun anda berada."
"Sampai jumpa dokter Helen."
"Sampai jumpa Miss."
Maria mengendap-endap bak pencuri. ia takut jika Jake tau bahwa dirinya pergi dari rumah sakit.
"Sayang.."
Maria membulatkan matanya, ia tau pemilik suara berat, seksi itu. yah itu adalah suara Jake.
bagaimana ini? Maria Sudah tertangkap basah Sekarang.
perlahan-lahan Maria menoleh, sembari memperlihatkan senyum yang di buat-buat kepada suaminya.
"S-sayang,, kau sudah pulang?" ujar Maria.
"Aku baru saja pulang." singkat Jake "Darimana saja kau?Apa kau baru saja pergi?Kau terlihat sangat rapi siang ini." sambung Jake dengan sorot mata menyelidik.
"A-aku baru saja mengecek, tentang perkembangan rahim sayang, aku juga membeli pembalut dan beberapa kebutuhan yang akan kita gunakan selama seminggu kedepan." dusta Maria. jantung Maria sempat berpacu dengan cepat. tapi ia bersikap seolah tak ada apa-apa.
"Baiklah kalau begitu sayang,, ayo kita ke kamar." Jake mengendong Maria ala bridal style. dan mencium pucuk kepalanya.
Maria terkekeh.
"Jangan sekarang, kita sudah bercinta semalaman. aku ingin berjalan-jalan." gerutu Maria.
"Oke-oke, memangnya kau mau kemana hm?" tanya Jake
"Aku ingin naik kapal pesiar di laut seperti waktu itu. kita bisa menghabiskan waktu dengan menikmati indahnya pemandangan laut dan langit yang cerah, selama beberapa hari." kata Maria antusias.
__ADS_1
"Baik. kali ini kapal pesiar, besok kau akan aku ajak naik helikopter, aku akan menunjukkan mu sesuatu. ini akan sangat romantis." Jake menciumi leher Maria. membuat Maria tertawa kegelian.
*Semoga saja,, kabar baik yang aku tunggu menjadi nyata.. tuhan aku tidak mau apa-apa lagi Sekarang, aku hanya ingin hidup bahagia bersama suami dan juga anak-anak ku kelak. maafkan aku sayang,, aku belum bisa memberitahu mu jika aku sudah melepas alat kontrasepsiku, jika kau mengetahuinya, aku tau kau tidak akan membiarkannya, dan sudah pasti kau akan memintaku untuk menggugurkannya.
Tuhan maafkan aku,,
dalam hal ini aku terlihat seperti wanita yang egois dan serakah.tapi semua ini ku lakukan untuk suamiku dan hidupku. walau aku tidak tau akan jadi seperti apa nanti. yang jelas aku percaya dengan keajaibanmu. dan aku yakin aku dapat membuktikannya. batin Maria*.
"Sayang, kau Kenapa?" Jake merengkuh tubuh Maria.
Jake tak biasa melihat istrinya itu diam saja, biasanya Maria selalu menggerutu, dan melakukan tingkah manis yang dapat membuat Jake selalu menerjangnya.
"Aku sangat lelah, kau tau?hari ini terasa lebih panas dari hari-hari sebelumnya." ujar Maria.
"Ya sayang, karena musim disini sudah memasuki musim panas." Jake terkekeh sembari mencium pipi Maria dalam.
"Benarkah?Jadi karena itu?Aku merasa sangat gerah." gerutu Maria.
"Bagaimana jika kita mandi bersama?Itu pasti akan sangat menyenangkan bukan?" Kilat nakal itu, ya Maria melihatnya. mata Jake sudah mulai mengkilap bak di kuasai oleh gairah.
"Aku tak percaya, kau selalu saja membicarakan hal-hal yang berbaur tentang percintaan, apa kau tidak bisa sekali saja untuk tidak membahasnya?"
"Tentu saja tidak sayang, aku tidak mampu menahan diri jika terus-menerus berada di sisimu.." Jake mengedipkan sebelah matanya, tanda ia sedang menggoda Maria.
"Begitu?"
"Ya sayang.." Jake tersenyum penuh arti.
"Oh ya Jake, omong-omong soal Lucas dan rose.. kemana mereka berdua?Aku tidak melihatnya." kini Maria dalam mode ghibah. alias membicarakan orang lain.
"Kenapa kau selalu bertanya soal mereka berdua?"
"Yah, karena aku sangat penasaran dengan adikmu yang dingin itu." kata Maria. "Dia sangat kaku dan dingin. bagaimana bisa tuhan menciptakan orang bak beruang kutub seperti Lucas?. Terkadang aku sangat kasihan dengan rose, Lucas seperti tidak pernah meliriknya. bahkan hanya sekedar menatap pun Lucas enggan."
"Itu urusan mereka, kita tidak berhak ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka berdua." tindas Jake. "Lagipula apa urusannya Dengan kita?".
"Jake kau itu brengsek sekali.. Rose itu sepupumu, dan Lucas adalah adikmu. kau terlihat sama sekali tak peduli." lagi-lagi Maria terus membahasnya.
"Walaupun Lucas adiku, dan rose sepupuku. tetapi dalam hal ini kita tidak perlu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, karena mereka adalah suami istri. dan itu privasi."
"Baiklah-baiklah.. lalu? Kemana perginya mereka?Kenapa Tidak terlihat?" tanya Maria.
"Rose bekerja, dan Lucas kembali ke las Vegas untuk mengurus bisnisnya." singkat Jake.
"Aku heran, kenapa Lucas selalu berada di sana?Apa jangan-jangan dia punya wanita lain." nada bicara Maria mulai menyelidik.
"Lalu apa urusannya dengan kita? Sudahlah ayo kita mandi bersama. aku muak harus membahas topik tentang rumah tangga orang lain." Jake mengendong Maria ala bridal style menuju kamar mandi.
"Jake aku tidak mau..!!"
dan yah,, tentu saja mereka tidak hanya sekedar mandi biasa, kalian tau lah apa yang mereka lakukan?
suami istri memang begitu.
dimana pun dan kapanpun, jika ingin maka lakukan saja. asal tau tempat.
__ADS_1
Bersambung~