
#Salah satu markas La Savas di Palermo.
Rahang Victor menegang.
"Jake kau masih betah disini? sudah satu Minggu kau di sini.. apa kau tidak khawatir tentang Maria?Apa kau tidak merindukan istrimu?!"
Jake melirik Victor dengan tajam.
"Ternyata kau sangat bodoh! Anaya,, gadis itu masih setia menguntit Jake." timpal William.
"sir apa kau tidak ada niatan untuk melawan gadis itu?" tanya Seth dalam mode Bekerja.
"Belum waktunya,," lirih Jake dengan nada bicaranya yang khas.
"Lalu?Apa yang akan kau lakukan Sekarang?" tanya Victor.
"Aku sedang menyusun rencana untuk membunuh Anaya." jawab Jake santai
"jangan bodoh.. kau membunuh Anaya? Bagaimana jika Charlie Dawson tau?Kau pasti di habisi karena telah membunuh anaknya.. kau tau bukan,, jika kelompok mafia Gloria adalah sekutu kita?" jelas Victor.
"Benar kata Victor Jake,, bagaimana bisa kau membunuh Anaya?Apa kau ingin La Savas bertarung dengan Gloria?" timpal William.
"Apa kalian lupa?Dulu aku pernah membantu kelompok mafia Gloria dalam krisis persenjataan, pada saat anggota kelompok lain ingin membantai Charlie?" Jake angkat bicara "Pada saat itu kelompok mafia Gloria dalam krisis persenjataan dan juga waktu itu bisnisnya belum cukup berkembang dengan pesat. apa kalian tidak ingat?Aku lah orang yang telah membantu Charlie dan kelompoknya untuk bangkit dari krisis tersebut. hingga geng mafia Gloria menjadi sekutu yang berpengaruh dari la Savas." jelas jake.
benar saja,
dulu sebelum kelompok mafia Gloria menjadi sekutu dari la Savas. mereka pernah mengalami krisis persenjataan dan juga hambatan dalam menjalankan bisnis gelap, terlebih Charlie waktu itu hampir tertangkap oleh kelompok mafia musuh dari Gloria yakni kelompok mafia Rex blood. karena Charlie membohongi mafia Rex blood dengan tipu dayanya, jika Charlie dan anggotanya (Gloria) dijadikan sekutu maka sebagai imbalannya Charlie akan memberikan beberapa persenjataan.
tetapi semua itu adalah kebohongan dari Charlie.
karena Charlie beranggapan jika Rex blood menjadi sekutunya. maka dirinya akan di bantu oleh Rex dalam menjalankan bisnis gelapnya, dan juga sebagai timbal baliknya, maka Charlie akan memberikan kokainnya untuk di perjualbelikan. walaupun waktu itu Charlie tidak memiliki cukup banyak kokain.
lalu jika bisnisnya maju, maka dia akan membeli beberapa senjata terbaru untuk kelompok mafianya yakni Gloria. karena pada saat itu, mafia Gloria belum sepenuhnya memiliki senjata yang hebat seperti mafia lain.
pada saat-saat tersulit itulah, Jake bertemu dengan Charlie.
dan Jake pun membantu Charlie tanpa berfikir panjang. itu semua Jake lakukan karena Lucas,, terlebih Charlie adalah ayah dari Anaya Dawson yakni rekan Lucas. dan pastinya Jake harus memiliki sekutu jika bisnisnya ingin berkembang maju bukan? dan Jake memiliki rencana untuk mengkambinghitamkan kelompok mafia Gloria, jika la Savas mengalami bahaya dengan adanya incaran dari polisi, maka yang tertangkap dulu adalah Gloria. karena Jake sering menyuruh Victor dan William menuju markas tersebut untuk memperjual belikan kokain yang la Savas miliki. lalu yang Charlie yakni pemimpin dari mafia Gloria akan mengirim kokain tersebut ke kelompok mafia lain yang merupakan sekutu dari la Savas.
terlebih anggota mafia Rex blood masih menjadi sekutu terdekat dari la Savas. karena itu Jake tidak kesulitan dalam melepaskan Charlie dari cengkraman Felix si pemimpin mafia Rex blood,
jika dalam pengiriman kokain terdapat masalah, maka yang lebih dulu terkena imbas adalah Charlie atau si pemimpin dari kelompok anggota Gloria. tetapi Jake tidak akan membiarkan itu terjadi jika Charlie masih patuh terhadap dirinya. tetapi sedikit saja Charlie berani mengusik Jake atau istrinya yaitu Maria,, maka Jake sendiri yang akan bertindak.
sudah Jake pastikan, mereka akan menyesal karena telah berani bermain-main dengannya dan keluarganya,, terutama istri tercintanya Maria.
"Ah ya aku mengingatnya.." ujar William.
"Jake kau benar-benar pria licik berbahaya.." sambung Victor terkekeh.
__ADS_1
"You know me. " kata Jake. "Aku bukan seorang pecundang yang lari dari masalah. aku hanya sedang berfikir dan menyusun rencana dengan matang untuk menjatuhkan orang yang telah mengusik ketenanganku."
Jake menatap Seth.
"sepertinya dalam hal ini kita butuh bantuan Felix." ujar Jake.
"Aku mengerti sir.." ujar Seth.
"Apa kau akan menghubunginya?Atau menemuinya? Bukankah Felix itu sangat sibuk sekali. pria itu bahkan tidak lebih dan tidak kurang dari kau dan Lucas." gerutu William. "kenapa kalian mempunyai sifat bajingan yang tidak jauh berbeda?" sambung William.
"apalagi kau!kau lebih bajingan dalam hal wanita." ujar Victor.
"Hei Victor bicaralah yang baik. aku itu lebih tua dari kau!"
Victor memutar matanya jengah dengan tingkah William yang seperti ayahnya.. Justin Rodriguez yang sangat cerewet seperti wanita.
Memeng ayah dan anak tidak jauh berbeda.
antara Justin dan William.
sama sama bajingan wanita!
"Dan bagaimana dengan Maria sir?Apa kau tidak ingin menemui istrimu?" tanya Seth.
"Aku berniat pulang malam ini." singkat Jake
"caranya yaitu dengan mengelabuhi."
"Jake apa kau gila?" timpal William lagi.
"Kau yang gila Will.. apa kau tidak bisa sekali saja menutup mulutmu itu?!" tindas Jake dengan nada suara khas otoriter.
William terdiam.
"Bagaimana cara kita mengelabuhinya?" tanya Victor.
"Apa Anaya tau kalian ada disini?" tanya Jake sembari melirik Seth, William dan Victor satu persatu.
"Tidak!" kata Victor dan William.
"bagus" Jake menyeringai "Victor dan William,, keluarlah menggunakan pakaianku, pakai topi dan juga kacamata hitam.. lalu pergilah ke club milik Lucas yang berada di tengah kota menggunakan Lamborghini milikku."
"Sir,, lalu kau?"
"Kau dan aku akan pergi ke Milan. setelah semuanya benar benar terkendali."
"Menurutmu berapa orang yang memata-matai kau?" tanya William.
__ADS_1
"Kurasa hanya 2 karena kepercayaan Anaya hanya kedua wanita kacung tak berguna itu." jelas Jake.
"Apa rencana mu akan berhasil?"
"Of course."
tanpa berbasa-basi dan menunggu lama-lama.
Victor pun keluar dengan menggunakan stelan baju yang Jake kenakan.
kaos hitam, jaket kulit hitam dan celana jeans-nya.. tak lupa kacamana hitam pekat dan topi hitam membuat Victor sekilas tampak sama persis seperti Jake. terlebih perawakan Victor yang tak jauh berbeda dari Jake membuat Victor yah mirip sekali dengan Jake..
walaupun Jake lebih tampan!
William berdiri dengan menggunakan stelan celana dan jaket jeans, tak lupa kacamata hitam dan topi putih membuat William tampak terlihat seperti Seth.
Mereka berdua saling mengisyaratkan dengan anggukan kepala. dan menancap pedal gas Lamborghini milik Jake dengan kecepatan normal.
ternyata yang di katakan Jake benar adanya, jika para kacung Anaya pun langsung mengikuti arah perginya Victor dan William yang sedang menuju club milik Lucas yang berada di tengah kota.
jangan lupa jika Lucas pemilik club terbesar di Eropa.
tentu saja Lucas memiliki club yang tidak hanya berada di kota Milan, Roma, Vanesia dan Palermo saja. melainkan juga berada di berbagai kota lain Italia juga penjuru Eropa.
"Sir.. anda memang pintar.."
"Sekarang giliran kita..." ujar Jake dengan seringai licik yang khas.
"Baik" kata Seth singkat.
Bersambung~
gays di harapkan sebelum baca novel ini.. author pengen banget kalian baca novel author dulu yang berjudul "Terjebak cinta Cassanova" agar kalian tau asal usulnya dan inti dari ceritanya...
dan author pengen banget sebagai pembaca baik..
alangkah baiknya,, dengan terus dukung author dengan kasih author like, komen dan vote yaaa🙏🏻
soalnya dari komenan positif dan masukkan kalian author bersemangat banget buat update cerita dan novel yang lebih menarik lagi untuk kalian... Semoga aja kalian suka sama karya- karya author..
makasih banget buat para pembaca setia author..
dari Novel.
terjebak cinta Cassanova sampe my Desire Obsession 🥀 author doain semoga sehat terus yaaaa...
salam hangat dari author untuk kalian gays...
__ADS_1
maapin kalo ada kesalahan kataa... author juga perlu banyak belajar Dalam menulis.. sekali lagi terimakasih banyak❤️😊