My Desire Obsession

My Desire Obsession
The real Psikopat Klan Valentino~


__ADS_3

"Mau pergi kemana kau bajingan?!" teriak Victor yang geram melihat Ragil ikut serta dalam kelompok Gloria.


yang membuat mereka semua terheran-heran adalah, bukankah Ragil sudah mati? Lalu kenapa dia berada di sini? Bahkan ikut serta dalam pembantaian yang mereka semua lakukan. apa Ragil adalah orang yang sudah membebaskan Charlie dan Anaya dari penjara bawah tanah?


setau mereka semua, Ragil adalah mata-mata James,, lalu kenapa dia malah masuk ke kelompok Gloria? Bukankah Ragil tak mengenal Charlie ataupun Anaya?.


Victor melompat di udara, dan menendang punggung Ragil, hingga Ragil tersungkur, Victor pun langsung menyentuh kerah kemeja Ragil sembari memperlihatkan kemarahan yang meletup-letup.


"Bukankah kau sudah mati?? Kenapa kau ada di sini? dan kenapa kau ikut dalam kelompok Gloria?Aku curiga kau adalah orang yang Sudah melepaskan Anaya dan Charlie di penjara bawah tanah." ujar Victor tajam.


Ragil menunjukkan seringai jahat,


"Ya aku masih hidup. karena aku tak kehilangan akal untuk melarikan diri." ujarnya. "Ah ternyata Lucas sangat bodoh, karena Cinta, dia melupakan tugasnya untuk membunuhku.." lagi-lagi Ragil menyeringai "


Semua orang pun mengerutkan keningnya tak percaya.


Victor yang geram langsung meninju wajah Ragil hingga tersungkur, Victor pun kembali menyentuh kerah kemeja Ragil dengan kasar.


Ragil meringis kesakitan, wajahnya babak belur kini.


"Berani sekali kau menghina Lucas?!!!" Jay menyentuh kerah Ragil dengan kasar dan melemparkannya hingga tubuh Ragil menghantam mengenai pohon besar yang tak jauh darinya.


Jay mengeluarkan pistol hendak menembak Ragil, tapi Mark mencekal tangannya.


"Jay bersabarlah,, jangan bunuh dia. kita harus tau apa alasan dia bergabung dalam kelompok Gloria dan mengenal Anaya. bukankah Ragil anak buah James. lalu? Kenapa dia tidak kembali dalam Anggota Black Tiger, tapi malah bergabung dengan Gloria." ujar Mark.


"Ya aku sangat setuju denganmu Mark,, aku juga ingin tau alasan keparat ini ikut bergabung kedalam kelompok Gloria." timpal Marcus.


Jay pun meletakkan pistolnya di dalam saku jaket, ia kembali menyentuh kerah kemeja Ragil, dan bertanya.


"Apa alasanmu iku serta dalam pembantaian ini? Kenapa kau bergabung dengan Gloria Bukankah kau adalah anak buah James?Lalu kenapa kau tidak kembali pada James? Melainkan ikut serta dalam peperangan ini?kau bahkan tak mengenal Anaya."


"Aku memang mata-mata ragiel, tapi itu dulu." jelas Ragil "Saat aku berhasil meloloskan diri dari cengkraman Lucas, aku sempat kembali ke markas black Tiger, tetapi James menolakku. ia bahkan mengusirku karena aku telah tertangkap oleh Lucas dan memberitahu Lucas tentang alasan James balas dendam kepada keluarga Valentino. saat itu aku pergi. dan aku bertemu dengan Anaya. gadis itu sangat baik, dia menawarkanku untuk ikut bergabung dalam kelompok mafia Gloria. tanpa menunggu aku pun langsung menyetujuinya, tak lama setelah aku ikut bergabung, aku tau dari semua anggota jika Anaya dan Charlie menjadi tawanan kalian. akupun berusaha mencari rencana untuk membebaskannya." jelas Ragil


pria itu menceritakan kronologinya, hingga saat dirinya kembali menuju markas Black Tiger. Ragil tak di sambut dengan baik. ia bahkan di usir oleh James, di karenakan Ragil sempat tertangkap oleh Lucas dan memberitahu rencana jahatnya kepada keluarga Valentino. awalnya Ragil memang merasa bersalah. tapi James menghinanya dengan mengatakan jika ia adalah seorang pengecut. maka dari itu Ragil murka, ia pun langsung pergi dari sana. tak lama ia bertemu dengan Anaya. sepertinya gadis itu mengenal Ragil. karena seperti yang kita tau Ragil adalah buronan. fotonya terpampang dimana-mana sebagai buronan.


Anaya yang tau Ragil bukan orang sembarangan, ia langsung menawari Ragil untuk ikut bergabung dalam kelompoknya yakni The Gloria Dawson Family. ya kelompok Gloria yang di pimpin oleh Anaya sendiri.

__ADS_1


merasa dirinya sudah tak mempunyai apa-apa dan hanya memiliki kemampuan saja, Ragil pun menyetujui untuk ikut bergabung dalam kelompok Gloria. tak lama, setelah Ragil iku bergabung, pria itu mengetahui dari anggota Gloria lain yang mengatakan jika Anaya dan Charlie di sekap oleh la Savas untuk di jadikan tawanan. sontak hal itu membuat Ragil iba dan langsung menyusun rencana untuk membebaskannya, akhirnya rencananya berhasil. Anaya dan Charlie dapat menghirup udara segar dari luar penjara. sebelum itu, mereka bertiga sempat mengambil beberapa senjata di ruang tahanan bawah tanah. dan membawanya untuk di jadikan perlawanan jika suatu saat la Savas menyerangnya.


dan benar saja, tak butuh waktu lama Jake dan para pengikutnya langsung dapat menemukannya dalam waktu 48 jam. Ragil yang memiliki banyak teman gangster, ia pun meminta tolong kepada rekan gangster nya untuk membantunya dalam peperangan yang terjadi hari ini. naasnya semuanya tewas tak tersisa, bahkan Anaya dan Charlie juga terbunuh. dalam tragedi yang terjadi hari ini.


Ragil lah yang dapat lolos dari Bom tersebut dan hendak melarikan diri, untunglah Victor melihatnya dan langsung menendang punggungnya hingga tersungkur. yang memicu semua orang terheran-heran dengan adanya Ragil yang ikut serta dalam pembantaian antara La Savas dan Gloria.


"Begitulah ceritanya.." jelas Ragil.


"Wah-wah Ragil, kau itu sangat hobi melarikan diri rupanya.." William terkekeh.


"Jadi kau sudah di buang oleh James?" Marcus menimpali.


"lalu?Apa yang kau lakukan setelah ini?Ingin mati atau pergi hm?" tanya Victor.


"Tentu saja pergi!! Siapa yang ingin mati.?"


Mereka semua mengeringai Bak singa lapar yang akan menerkam mangsanya hidup-hidup.


"Tak kan semudah itu.." Seth berdiri tepat di belakang Ragil.


kini Jay, Mark, William, Marcus dan Seth berbaris melingkar seakan tak membiarkan Ragil untuk pergi begitu saja, setelah apa yang sudah ia lakukan. sedangkan Victor yang menegangi kerah Ragil, dibuat senang dengan raut wajah Ragil yang mulai takut dan mengeluarkan keringat dingin.


"Tentu saja membunuhmu." singkat Victor.


"T-tidak?! Kalian tidak bisa membunuhku sebelum kalian menemukan Jake dan Felix." ujar Ragil.


ah ya mereka semua hampir lupa jika mereka tadinya sedang mencari keberadaan Jake dan Felix. tetapi karena pria ini menampakkan diri, tentu saja mereka semua lupa dengan pencahariannya untuk menemukan dimana sebenarnya keberadaan Jake dan juga Felix. kenapa sedari tadi Jake dan Felix tak terlihat juga?


apakah Jake dan Felix mati akibat ledakan dasyat dari dalam markas?


Oh Good!!


tidak mungkin kan jika jake dan Felix mati?Pria itu sangat bajingan. tak mungkin Tuhan membuat mereka berdua mati dengan cepat.


"Benar juga kata si brengsek ini Victor, kita belum menemukan keberadaan Jake dan Felix. bagaimana mungkin kita membunuhnya?" timpal William.


Ragil menyeringai, pria itu tampaknya sedang bernafas lega.

__ADS_1


"Ya Victor, sampai detik ini kita belum juga menemukan keberadaan Jake dan Felix. bahkan sejauh ini, mereka berdua belum menampakkan diri di hadapan kita." sambung Seth.


"kita akan mencari Jake dan Felix nanti. sekarang kita bunuh saja dulu keparat satu ini, sebelum dia melarikan diri dari kita." ujar Victor.


"aku sangat setuju dengan Victor, jika Ragil tak juga di bunuh, bisa saja dia melarikan diri. bukankah melarikan diri adalah hobinya?" timpal Marcus.


Ragil yang tadinya akan bernafas lega, kini harus kembali panik dengan melihat segerombol pria psikopat ini. ia takut jika mereka semua Menyiksanya dengan mencabik-cabik tubuhnya. itu sangat menakutkan.


"Terimalah ini." Victor memukul wajah Ragil, membuat Ragil hampir tersungkur, untungnya Marcus menangkapnya,


Marcus pun menampar sisi kiri wajah Ragil, hingga tertoreh dan mengoper nya kepada Jay.


Ragil di permainan bak bola yang di oper kesana-kemari.


Jay pun langsung menendang tubuh Ragil yang mengenai perut membuat Ragil mengeluarkan darah di mulutnya,


kini giliran William, tanpa berbasa-basi dan menunggu lama-lama William memukul Ragil menggunakan tongkat kayu besar.


Seth kembali meninju wajah Ragil membabi buta, membuat wajah Ragil tak seperti dirinya. wajahnya di penuhi darah segar dan memar kemerahan.


sekarang Mark yang mendapat giliran terakhir untuk membunuhnya, dengan kemarahan yang membabi buta, dan mengingat jika Ragil adalah mata-mata James, yang kini mengincar kara, membuat Mark menatap Ragil dengan sorot mata elangnya. rahangnya yang mulai menegang serta tangan yang menggenggam sebuah tali panjang yang tajam terbuat dari kawat dan besi yang di sebut dengan senjata tali besi bercabang.


tanpa berbasa-basi, Mark langsung melilitkan tali besi bercabang di area leher Ragil, membuat pria itu tewas seketika. dengan tali tajam yang masih menancap sempurna di area leher.


Mark menyeringai bak iblis yang haus akan darah seperti saudaranya yang lain.


ya Mark Sudah berubah menjadi the real psikopat klan Valentino. membuat Jay bertepuk tangan dengan bangga Jay menepuk bahu Mark dan tertawa bersama.


"Sekarang, kita harus mencari keberadaan Jake dan felix." ujar Jay.


Mark mengangguk.


merekapun melanjutkan perjalanan pencarian Jake dan Felix yang tak juga menunjukkan batang hidungnya. membuat mereka semua panik seketika.


"Ataukah Jake dan. Felix benar-benar sudah mati?!." ujar William.


semua orang pun menatap William dengan sorot mata berapi-api.

__ADS_1


"Ma-aff.." lirih William.


Bersambung~


__ADS_2