My Desire Obsession

My Desire Obsession
PLAN.


__ADS_3

#Hotel kontinental.


Roma Italia~


Seperti yang kita tau, hotel kontinental adalah hotel para mafia class Eropa yang menjadi bangunan paling di lindungi oleh para mafia di seluruh dunia, hotel tersebut berada di beberapa negara. khususnya Roma dan America.


Hotel tersebut di bangun dengan megah,dan mewah.


Seperti kasino yang berada di las Vegas, tetapi hotel kontinental lebih dari segala hotel mewah di penjuru dunia.


hotel yang mempunyai aturan tidak boleh membunuh, karena hotel tersebut adalah hotel Zona nyaman yang mengandung ketenangan. gedung dengan bangunan indah bak surga dunia yang menjulang tinggi hampir mencakar langit. dengan dekorasi mewah di dalamnya, beberapa hiasan berupa uang koin yang tersusun rapi, serta para senjata paling berbahaya. dan beberapa barang antik dengan harga fantastis.


hotel kontinental tak luput dari gudang senjata, banyak sekali senjata berupa pistol keluaran terbaru, hingga pistol antik, tersusun rapi di dalam lemari kaca yang terkunci. banyak juga senjata para mafia yang tersusun rapi di dalamnya.


lebih tepatnya hotel tersebut adalah hotel paling berbahaya yang di huni oleh para mafia hampir di penjuru dunia.


dan tentu saja pemilik hotel tersebut bukan main-main.


kekayaannya yang luar biasa, ia di juluki dengan sebutan bos Para mafia yang begitu di segani dan di takuti.


siapa lagi kalau bukan Jake Andrich Alexander V. pemimpin para mafia. yah ketua dari kelompok mafia paling kuat dan paling di takuti yakni LA SAVAS.


Walaupun Jake memiliki adik, hal yang membuat Jake menjadi kuat adalah kebersamaannya dengan adik2nya, Jake bukanlah pria lemah. tapi ia memiliki kelemahan. yaitu istrinya.


dulu Jake adalah pria yang paling tak kenal ampun seperti yang lain, ia terkenal sebagai bosnya para Mafia. yang dingin dan tak terkalahkan, ia begitu di segani.


tapi sekarang, ia ingin menuntut balas, karena ia terusik oleh seorang wanita gila yang ingin bermain-main dengannya.


terlebih wanita itu sudah berani membuat istrinya celaka hingga sekarat di rumah sakit dan membuat keluarganya hancur dengan tidak memiliki anak.


itu karena kegilaan wanita satu ini.


Dan sekarang, yang lebih membuat Jake murka adalah berani sekali wanita itu melarikan diri dengan membawa beberapa senjata miliknya di ruang rahasia. wanita itu juga berani menghabisi beberapa anak buahnya, untungnya mereka semua tidak mati. hanya mengalami luka yang cukup parah dan bisa di obati.


"Kau membawa Maria disini?" tanya Victor.


"Ya. seperti yang kita tau, disini Maria akan aman. karena hotel ini terlindungi, dan jauh dari bahaya yang mengintai." jelas Jake.


"Lalu apa yang kita lakukan disini?Apa kita hanya duduk bersantai saja, tanpa melakukan sesuatu?" kata William sembari menyalakan api rokok.


"Santai Will, tidak perlu terburu-buru.." Felix mengeringai.


"Menghabisi Charlie bukanlah hal yang sulit." timpal Jay.


"Buatmu,, kau adalah seorang pembunuh bayaran, tentu saja itu tidaklah sulit karena kau sering melakukannya." ujar Mark.


Jay tersenyum miring,

__ADS_1


"Tetapi bagaimana dengan Anaya? Gadis itu bukanlah gadis biasa,, ilmu bela dirinya cukup luar biasa, itu dapat memicu adrenalin kita. dan tentu saja kita butuh rencana untuk membereskannya." jelas Marcus.


"Aku setuju padamu Marcus." timpal Seth "Walaupun Anaya seorang gadis, tapi dia begitu mahir dalam membekukan lawan tanpa menggunakan senjata. dia sangat gesit.".


"Itu sebabnya aku membawa Maria disini." singkat Jake datar. "Di sini Maria akan aman dari kegilaan Anaya saat kita sedang Tidak ada."


"Ya, tidak ada yang berani membunuh di tempat ini." ujar Mark "Jika Anaya berani menyusup dan membuat kegaduhan disini, atau pun membunuh orang. maka dia akan di buru oleh seluruh Mafia di seluruh dunia tanpa terkecuali, termasuk para pembunuh bayaran."


"Ya, dan Sudah pasti dia akan langsung tamat." sambung Jay.


"Dan ya Seth, dimana keberadaan Anaya?Kau mengatakan jika kau sudah melacak keberadaannya melalui GPS yang sudah kau sabotase." tanya Victor.


"Dia berada di sekitar Roma." singkat Seth. "dia bersembunyi di dalam markas rahasia miliknya, yang berada di hutan dengan sekelompok anggota Gloria dan gangster."


"Sepertinya dia tau jika kita sedang mencarinya dan tak butuh waktu lama untuk menemukannya." ujar Marcus.


"Aku sudah mengutus anak buahku untuk memata-matai nya, tapi anak buah ku mengatakan, jika mereka semua seakan sudah siap dengan kedatangan kita. karena mereka memiliki cukup banyak senjata yang bisa di jadikan perlawanan." Felix meneguk wine kasar dan memecahkannya.


pria tampan itu sudah tersulut emosi sekarang.


Jay tersenyum kecut.


"Mereka bukan apa-apa jika di bandingkan dengan la Savas.".


"Kau tau Kan jika Gloria memiliki anggota yang cukup banyak?" timpal William.


"Lalu?Apa kau takut?" tanya Jake.


"Bahkan polisi pun memburu Gloria. terutama Charlie, karena pada saat itu, kita menyuap para polisi untuk membawa Charlie pergi. dan benar saja, sebagai sekutu, para polisi membantu kita dengan mengecap Charlie sebagai buronan hampir di seluruh dunia." jelas Marcus.


Jake hanya diam sembari meneguk wine kasar dan berfikir.


"Jake, apa kita tidak butuh Lucas?" tanya Mark.


Jake menatap Mark,


"Tidak. karena Lucas sudah mengurus satu musuh yang juga berbahaya dan berpengaruh di dalam bisnis gelap mafia." jelas Jake.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Felix.


"James Morrone." timpal Seth.


"Siapa James Morrone?" Felix kembali bertanya.


"Kau akan tau, jika Lucas butuh bantuanmu kelak." kata Jake.


"berarti dalam hal ini, Lucas tidak ikut serta?" tanya William.

__ADS_1


"Hmm..".


"Pria kasar itu terkadang di butuhkan juga." William terkekeh.


"Walaupun Lucas kasar dan memiliki lidah tajam, tapi Lucas sangat pintar, aku yakin Lucas dapat menghabisi James tanpa Keikut serta an kita." timpal Seth.


"Kita tidak perlu membahas itu lagi, karena itu adalah urusan Lucas sekarang." ujar Jake. "Yang kita lakukan disini adalah menyusun rencana untuk membantai Gloria dan menangkap Charlie beserta Anaya."


"Apa yang kau rencanakan Jake?" tanya Victor.


"Aku sedang memikirkannya." Jake menatap Victor sekilas, lalu kembali mengejamkan matanya guna untuk berfikir.


"Apa kau bermaksud untuk membantai Gloria secara langsung?" tanya Victor


"Kupikir seperti itu." timpal Jay.


"Jangan gegabah. santai saja." Felix menepuk bahu Jay sekilas.


"Lalu?Apa kita harus menyusup dan mengendap-endap?" timpal Mark.


"Diamlah kalian semua!" titah Jake.


"Lebih baik kita beristirahat lebih dulu, kita akan melakukan perundingan esok. karena malam sudah semakin larut." ujar Marcus.


"Kau benar Marcus." gunam William.


"Ya aku setuju dengan ucapan Marcus." sambung Seth.


"Jake, lebih baik kita beristirahat, besok kita akan membicarakan hal ini lagi, bagaimana?" Mark memberi pengertian kepada kakaknya itu.


"Ya." Jake menimpali. "Kita akan beristirahat dulu, besok kita akan memikirkannya lagi, sesuai dengan hasil runding kita."


"Good." kata Victor.


"Baiklah sepertinya sampai disini." William berdiri. dan hendak untuk pergi.


"Kau mau kemana? Tidak mungkin tau langsung tertidur." tanya Victor.


"Bersenang-senang dengan satu ****** untuk malam ini." ujar William santai.


"Seperti aku juga butuh untuk malam ini. aku sangat lelah dan butuh kewanitaan untuk pembuangan spermaku." ujar Victor.


"ikuti aku." William pun mengajak Victor untuk bersenang-senang.


"Hei aku juga sepertinya ingin." Jay langsung mengekori William dan Victor.


sedangkan Felix dan Jake menyusun rencana untuk esok.

__ADS_1


Mark pun pamit untuk menenangkan fikiran dengan mengikuti balapan liar, sedangkan Marcus dan Seth. mereka berdua ikut dalam perbincangan Felix dan Jake dalam menyusun rencana.


Bersambung~


__ADS_2